Liputan6.com, Jakarta - Laju pesat kecerdasan buatan (AI) dan transformasi ekonomi yang dinamis menuntut generasi muda untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Dalam konteks ini, kesuksesan di dunia kerja tidak lagi diukur hanya dari seberapa dalam penguasaan satu disiplin ilmu.
Lulusan perguruan tinggi kini dituntut untuk memiliki kemampuan mengintegrasikan pengetahuan, teknologi, dan berbagai sudut pandang guna menghasilkan solusi yang konkret bagi masyarakat.
Pesan ini disampaikan oleh Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, dalam Upacara Wisuda Universitas Indonesia (UI) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang berlangsung di Balairung UI, Depok.
Advertisement
Dalam pidato wisudanya, Dany menekankan pentingnya menghubungkan teori akademis dengan realitas dunia kerja, serta bagaimana bekal akademis yang diperoleh di bangku kuliah dapat diubah menjadi jawaban atas berbagai persoalan nyata.
"Ujian sesungguhnya baru dimulai setelah lulus, saat alumni dituntut untuk memadukan berbagai kompetensi menjadi karya nyata," ujar Dany dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/8).
Pesan ini terasa semakin relevan bagi para wisudawan dari berbagai fakultas, termasuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Psikologi. Dany menegaskan bahwa dinamika dunia kerja tidak mengenal batasan fakultas.
Membangun Masa Depan Melalui Kolaborasi
Menurut Dany, masa depan tidak dibangun hanya oleh satu disiplin ilmu, melainkan dari keberanian untuk menggabungkan berbagai keahlian. "Ketika kedokteran dan kesehatan masyarakat bertemu dengan teknologi, psikologi, serta perspektif sosial dan kebijakan, kita membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih utuh. Ini bukan hanya menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga menciptakan kemungkinan baru dan kemajuan bagi Indonesia," jelasnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (24/8).
Untuk mencapai hal tersebut, penguasaan materi yang mendalam harus diselaraskan dengan kemampuan berkolaborasi. Sinergi antar-disiplin ilmu diharapkan dapat mengubah pengetahuan menjadi inovasi yang berwujud produk atau solusi nyata dengan manfaat yang luas.
Advertisement
Tiga Prinsip Utama untuk Lulusan
Dalam pidatonya, Dany juga menitipkan tiga prinsip utama bagi para lulusan untuk membangun kapasitas diri mereka:
- Distinctive: Mengenali potensi dan sudut pandang unik diri sendiri.
- Adaptive: Konsisten belajar untuk menyikapi setiap pergeseran zaman.
- Inclusive: Terbuka untuk bersinergi dengan individu dari berbagai latar belakang keahlian dan pandangan.
Ketiga sikap tersebut akan semakin kuat jika didukung oleh fondasi yang disebutnya sebagai Power of Belief, Power of Commitment, dan Power of Legacy. Ketiganya mencerminkan keberanian untuk terus melangkah, konsistensi dalam mengemban amanah, serta kesadaran bahwa karier profesional bukan hanya tentang mengejar prestasi pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar dampak positif yang dapat ditinggalkan bagi sesama.
"Indonesia memiliki talenta-talenta unggul dari berbagai bidang. Ketika keunggulan tersebut saling terhubung, berkolaborasi, dan diwujudkan menjadi karya nyata, kita memiliki kekuatan besar untuk menciptakan lebih banyak solusi, memperluas manfaat, dan bersama-sama membawa Indonesia semakin maju," tutup Dany.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318340/original/035315600_1786092351-Screenshot_2026-08-07_154428.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332048/original/003891900_1787628846-wadirut_mind_id2.jpeg)
