5 Rekomendasi Wisata Wellness di Bhutan bagi Para Pencari Ketenangan

Wisata wellness menjadi tren global yang peminatnya semakin meningkat, didorong kesadaran untuk merawat kesehatan fisik dan mental.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dengan bentang alam yang hijau, suasana yang tenang, dan lingkungan yang kental dengan nilai spiritual, Bhutan mulai agresif menawarkan konsep wisata wellness bagi pengunjung asing. Jenis wisata itu kini banyak dicari para pelancong demi kembali terhubung dengan diri sendiri.

"Bhutan adalah tempat perlindungan bagi mereka yang mencari pelarian dari tekanan hidup dan menemukan ketenangan spiritual," kata Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan, dalam keterangan tertulis kepada Lifestyle Liputan6.com, Jumat, 20 Juni 2026.

 

Dari beragam aktivitas yang ditawarkan, yoga di Bhutan menjadi salah satu di antaranya. Sejak Bhutan membuka diri bagi pariwisata, banyak praktisi yoga berdatangan ke destinasi yang tenang di pegunungan Himalaya ini untuk meningkatkan kemampuan yoga mereka.

Praktik kuno itu diadopsi Bhutan dari negara tetangganya, India. Yoga dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama bila dilakukan di luar ruangan, dengan lingkungan alami memicu pelepasan endorfin yang jauh lebih tinggi ke otak.

Bhutan menawarkan beragam retret yoga, termasuk peregangan lembut di pagi hari sambil menghirup udara segar dengan pemandangan pegunungan maupun mengikuti sesi yoga saat matahari terbit di dalam Dzong atau kuil Bhutan. Pengunjung dapat menemukan pusat-pusat yoga di kota-kota utama di negara ini untuk memperdalam praktik yoga mereka.

Bagi mereka yang ingin melanjutkan perjalanan menuju ketenangan batin, meditasi dapat menjadi pelengkap untuk refleksi diri. Beberapa hotel di Bhutan menawarkan sesi meditasi untuk memperluas pengalaman wellness, salah satunya adalah Zhiwa Ling Heritage di Paro. Memadukan arsitektur tradisional dan sentuhan modern, hotel ini menawarkan kelas meditasi di Samden Meditation House serta perawatan spa di Menlha Spa.

 

Mencari Ketenangan di Biara Bhutan

Damcho juga menyinggung soal mencari ketenangan di biara Bhutan, salah satunya di Punakha Dzong yang terletak di Distrik Punakha. Biara ikonis itu merupakan salah satu bangunan termegah, sekaligus menjadi kuil tertua kedua dan kedua terbesar di Bhutan.

Punakha Dzong dikenal sebagai Istana Kebahagiaan yang menawarkan retret yang tenang di tengah keindahan lembah yang hijau dan subur, cocok bagi semua orang yang mencari ketenangan dan ingin bermeditasi. Punakha Dzong itu merupakan pusat administrasi distrik yang terletak di pertemuan Sungai Mo Chuu dan Pho Chuu.

"Di tengah lanskap yang spektakuler dan suasana yang tenang, Bhutan menawarkan kesempatan unik bagi wisatawan untuk terhubung kembali dengan diri mereka sendiri," kata Damcho.

Selain menenangkan diri di biara Buddha, pelancong juga direkomendasikan untuk bersantai dan memulihkan tubuh dan pikiran dengan berendam di pemandian batu panas tradisional khas Bhutan, dikenal sebagai menchu. Pemandian itu menggunakan air segar dan daun wormwood untuk menciptakan ramuan terapeutik yang unik dan tidak ditemukan di negara lain.

Pemandian Batu Panas nan Unik

Pemandian itu menggunakan batu-batu sungai yang dipanaskan hingga membara lalu dimasukkan ke dalam bak mandi, melepaskan mineral yang membantu meredakan radang sendi, hipertensi, nyeri sendi, dan gangguan pencernaan. Pengalaman praktik penyembuhan tradisional ini dapat dinikmati di berbagai homestay di Bhutan.

Para pelancong dapat merasakan suasana keluarga tradisional Bhutan dan menikmati pemandian batu panas yang menenangkan. Wisatawan dapat berendam di bak kayu tradisional yang mengingatkan pada ritual mandi kuno. Aktivitas ini berakar pada praktik penyembuhan tradisional, yang memadukan ramuan herbal lokal, mineral dan air, serta bahan-bahan alami.

Untuk menikmati pemandian batu panas yang lebih eksklusif, wisatawan dapat mengunjungi Naksel Boutique Hotel & Spa yang menyediakan 'medicinal water spa' MenChu, Bhutan Spirit Sanctuary atau Lotus Realm Spa yang berada di Hotel Pemako Punakha.

Selain pemandian tradisional, pelancong juga diajak untuk merasakan pengibatan tradisional ala Bhutan yang disebut sebagai salah satu warisan budaya yang paling berharga. Dikenal sehari-hari sebagai “so wai rigpa”, tradisi ini merupakan salah satu tradisi medis tertua.

Pengobatan Tradisional Khas Bhutan

Pengobatan tradisional masih populer di kalangan warga Bhutan karena didasarkan pada prinsip-prinsip Buddhisme, dan dibangun di atas gagasan bahwa seseorang dikatakan sehat ketika tiga elemen utama, yakni angin, empedu, dan lendir, yang menyusun tubuh manusia, berada dalam kondisi seimbang.

Perawatan dapat mencakup perubahan perilaku, obat herbal, fisioterapi, dan penyembuhan spiritual. Berbagai jenis jamur dan Cordyceps sinensis secara tradisional juga digunakan karena khasiat dan manfaat medisnya. Wisatawan dapat mengunjungi Traditional Medicine Services di Thimphu untuk mendapatkan konsultasi pribadi dan mempelajari pengobatan tradisional.

Untuk merasakan pengalaman pengobatan tradisional ini, wisatawan dapat menginap di Bhutan Spirit Sanctuary. Resor mewah yang menawarkan konsep wellness inklusif ini memadukan aktivitas wellness dengan pengobatan tradisional Bhutan yang 100 persen perawatannya berbasis herbal. Tamu juga mendapat konsultasi pribadi gratis dengan salah satu dokter pengobatan tradisional yang akan memberikan program kebugaran untuk mencapai keseimbangan sehat antara tubuh, pikiran, dan jiwa selama menginap.

Treking di Trans Bhutan Trail

Selain pengobatan, wellness juga bisa didapat lewat aktivitas fisik dan Bhutan menawarkan program pendakian 12 hari, Hightlights of the Trans Bhutan Trail. Memanfaatkan pesona alam Himalaya, jalur trekking itu membentang sejauh 403 kilometer dari Haa di barat hingga Trashigang di timur.

Damcho mengklaim trek Trans Bhutan Trail sebagai salah satu tren paling menakjubkan di dunia yang menghubungkan sembilan benteng tradisional. Anda tak hanya bisa mendaki, tapi juga bersepeda dan berziarah melintasi beberapa area paling tersembunyi di pedalaman Himalaya Timur.

Bagi para petualang berpengalaman yang mencari tantangan ketinggian yang lebih besar, Snowman Trek yang legendaris menawarkan ekspedisi trekking sepanjang kurang lebih 347 kilometer yang dimulai di dekat Drukgyel Dzong, Paro, melintasi wilayah Lunana yang terpencil, dan berakhir di Sephu, Trongsa. Sering dianggap sebagai salah satu jalur pendakian tersulit di dunia, rute ini melintasi sejumlah jalur pegunungan di atas ketinggian 5.000 meter. Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi pemandangan pegunungan yang bersih.