7 Cara Membersihkan Pintu Mesin Cuci Front Loading agar Kinclong, Bebas Jamur, dan Tidak Bau

Pelajari 7 cara membersihkan pintu mesin cuci front loading agar kinclong, bebas jamur, tidak bau, dan tetap higienis dengan langkah yang mudah.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pintu mesin cuci front loading merupakan salah satu bagian yang paling sering terkena cipratan air, sisa deterjen, pelembut pakaian, serta kotoran dari cucian. Jika tidak dibersihkan secara rutin, permukaan kaca dan karet seal di sekeliling pintu dapat menjadi tempat berkembangnya jamur, lumut, hingga bakteri yang memicu bau tidak sedap. Kondisi ini tidak hanya membuat mesin cuci terlihat kusam, tetapi juga dapat memengaruhi kebersihan pakaian yang dicuci.

Banyak orang hanya berfokus membersihkan tabung mesin cuci, padahal pintu dan karet seal juga memerlukan perhatian khusus. Pada bagian inilah sisa air, serat kain, rambut, hingga residu deterjen sering mengendap dan sulit terlihat. Seiring waktu, endapan tersebut dapat berubah menjadi noda membandel, kerak, bahkan menyebabkan munculnya bintik-bintik hitam akibat pertumbuhan jamur apabila tidak segera dibersihkan.

Untungnya, membersihkan pintu mesin cuci front loading bukanlah pekerjaan yang sulit. Dengan menggunakan bahan-bahan sederhana seperti air hangat, cuka, baking soda, atau cairan pembersih khusus, Anda dapat mengembalikan pintu mesin cuci menjadi bening, bersih, dan bebas bau. Lantas bagaimana cara membersihkan pintu mesin cuci front loading agar kinclong, bebas jamur dan tidak bau? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (6/8/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Bersihkan Kaca Pintu dengan Larutan Cuka dan Air Hangat

Kaca pintu mesin cuci front loading sering menjadi tempat menempelnya sisa deterjen, pelembut pakaian, hingga noda air yang lama-kelamaan membuat tampilannya kusam. Jika dibiarkan, noda tersebut dapat mengeras dan semakin sulit dibersihkan. Oleh karena itu, membersihkan kaca pintu secara rutin merupakan langkah pertama yang penting untuk menjaga mesin cuci tetap bersih dan sedap dipandang.

Salah satu bahan yang efektif digunakan adalah campuran cuka putih dan air hangat dengan perbandingan sekitar 1:1. Basahi kain mikrofiber menggunakan larutan tersebut, kemudian usapkan secara perlahan ke seluruh permukaan kaca, baik bagian dalam maupun luar. Diamkan selama beberapa menit agar cuka membantu melarutkan kerak sabun dan noda mineral, lalu lap kembali menggunakan kain bersih hingga kaca tampak bening.

Selain ampuh mengangkat noda, cuka juga memiliki sifat antimikroba ringan yang membantu mengurangi pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab bau. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pembersihan kaca pintu setidaknya satu kali dalam seminggu, terutama jika mesin cuci digunakan hampir setiap hari.

2. Bersihkan Karet Seal hingga ke Bagian Lipatannya

Karet seal atau gasket merupakan bagian yang paling sering menjadi sarang kotoran pada mesin cuci front loading. Lipatan-lipatannya mampu menahan sisa air, serat kain, rambut, pasir, hingga residu deterjen yang tidak ikut terbuang saat proses pencucian. Jika tidak dibersihkan secara berkala, area ini akan menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang.

Untuk membersihkannya, tarik perlahan bagian lipatan karet dan gunakan kain lembut atau sikat berbulu halus yang telah dibasahi larutan cuka atau air sabun hangat. Bersihkan setiap sudut dengan teliti karena kotoran sering kali tersembunyi di bagian dalam lipatan. Bila terdapat noda jamur membandel, Anda dapat menggunakan pasta baking soda atau cairan pembersih khusus mesin cuci, lalu diamkan beberapa menit sebelum disikat perlahan.

Setelah selesai, lap kembali menggunakan kain bersih hingga seluruh permukaan karet benar-benar kering. Kebiasaan sederhana ini sangat penting untuk mencegah munculnya bau apek dan memperpanjang usia karet seal. Karet yang bersih juga membantu menjaga pintu tetap tertutup rapat sehingga mesin cuci dapat bekerja secara optimal.

3. Gunakan Baking Soda untuk Menghilangkan Noda Membandel

Apabila terdapat kerak sabun, noda kekuningan, atau bercak yang sulit hilang hanya dengan air dan cuka, baking soda dapat menjadi solusi yang efektif. Bahan dapur ini memiliki sifat abrasif yang lembut sehingga mampu mengangkat kotoran tanpa menggores permukaan kaca maupun merusak lapisan karet pada pintu mesin cuci.

Campurkan baking soda dengan sedikit air hingga membentuk pasta kental. Oleskan pada area yang bernoda, lalu diamkan sekitar 10–15 menit agar kotoran mulai melunak. Setelah itu, gosok perlahan menggunakan spons lembut atau sikat gigi bekas yang berbulu halus, kemudian bilas menggunakan kain basah hingga seluruh sisa baking soda terangkat.

Selain membantu membersihkan noda, baking soda juga dikenal efektif menyerap bau tidak sedap yang berasal dari sisa deterjen maupun kelembapan di dalam mesin cuci. Jika digunakan secara rutin, bahan alami ini mampu menjaga pintu mesin cuci tetap bersih, segar, dan terlihat seperti baru tanpa harus menggunakan bahan kimia yang keras.

4. Lap Pintu Mesin Cuci hingga Benar-Benar Kering Setelah Digunakan

Salah satu penyebab utama munculnya jamur dan bau apek pada pintu mesin cuci front loading adalah sisa air yang tertinggal setelah proses pencucian selesai. Air yang menggenang, terutama di bagian kaca dan lipatan karet seal, menciptakan lingkungan yang lembap sehingga jamur dan bakteri dapat berkembang dengan cepat. Karena itu, membiasakan diri mengeringkan pintu mesin cuci setiap selesai digunakan merupakan langkah sederhana tetapi sangat efektif.

Gunakan kain mikrofiber yang bersih dan memiliki daya serap tinggi untuk mengelap seluruh permukaan kaca, bingkai pintu, serta bagian dalam lipatan karet. Pastikan tidak ada tetesan air yang tertinggal, terutama di sudut-sudut yang sulit dijangkau. Selain menjaga kebersihan, langkah ini juga membantu mencegah terbentuknya bercak air yang membuat kaca terlihat kusam.

Jika dilakukan secara rutin, kebiasaan mengeringkan pintu mesin cuci hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi manfaatnya sangat besar. Selain mengurangi risiko jamur dan bau tidak sedap, pintu mesin cuci juga akan tetap bening, higienis, dan lebih awet dalam jangka panjang.

5. Biarkan Pintu Mesin Cuci Terbuka Setelah Mencuci

Banyak orang terbiasa langsung menutup pintu mesin cuci setelah mengambil pakaian. Padahal, kebiasaan ini justru membuat udara lembap terperangkap di dalam tabung sehingga memicu pertumbuhan jamur, bakteri, dan bau apek. Mesin cuci front loading membutuhkan sirkulasi udara agar bagian dalamnya dapat mengering secara alami.

Setelah selesai mencuci, biarkan pintu mesin cuci terbuka sekitar 30 menit hingga 2 jam. Cara ini memungkinkan sisa air menguap dan udara segar masuk ke dalam tabung. Jika memungkinkan, buka juga laci tempat deterjen agar kedua bagian tersebut dapat mengering secara bersamaan.

Langkah sederhana ini merupakan salah satu cara paling efektif untuk menjaga kebersihan mesin cuci tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Dengan sirkulasi udara yang baik, kelembapan akan berkurang sehingga jamur lebih sulit tumbuh dan mesin cuci tetap terasa segar setiap kali digunakan.

6. Bersihkan Laci Deterjen Secara Berkala

Meskipun fokus utama berada pada pintu mesin cuci, kebersihan laci deterjen juga memiliki pengaruh besar terhadap munculnya noda dan bau di area pintu. Sisa deterjen cair, pelembut pakaian, dan endapan mineral sering menumpuk di dalam laci, kemudian terbawa ke tabung saat proses pencucian. Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat memicu pertumbuhan jamur dan membuat bagian dalam mesin cuci menjadi kurang higienis.

Lepaskan laci deterjen sesuai petunjuk pada buku manual mesin cuci, lalu rendam dalam air hangat yang telah dicampur sedikit sabun atau cuka. Gunakan sikat kecil untuk membersihkan setiap sudut hingga tidak ada lagi endapan yang menempel. Setelah bersih, bilas menggunakan air mengalir dan keringkan sebelum dipasang kembali.

Membersihkan laci deterjen setidaknya satu kali setiap bulan akan membantu menjaga aliran deterjen tetap lancar sekaligus mengurangi risiko munculnya bau tidak sedap. Dengan begitu, pintu dan bagian dalam mesin cuci pun akan lebih mudah dijaga kebersihannya.

7. Jalankan Program Pembersihan Tabung Secara Rutin

Selain membersihkan bagian luar, penting juga untuk menjaga kebersihan bagian dalam mesin cuci. Banyak mesin cuci front loading modern telah dilengkapi fitur Tub Clean atau Drum Clean yang dirancang untuk membersihkan tabung dari sisa deterjen, kotoran, dan bakteri. Program ini membantu mencegah penumpukan residu yang dapat menyebabkan bau dan memengaruhi kebersihan pintu mesin cuci.

Jika mesin cuci tidak memiliki fitur tersebut, Anda tetap bisa menjalankan siklus pencucian kosong menggunakan air panas dengan tambahan cuka putih atau pembersih khusus mesin cuci sesuai petunjuk penggunaan. Proses ini membantu melarutkan kerak sabun, mengurangi bakteri, dan membersihkan bagian dalam tabung yang tidak dapat dijangkau secara langsung.

Melakukan pembersihan tabung setiap satu hingga dua bulan sekali akan membantu menjaga seluruh sistem mesin cuci tetap higienis. Hasilnya, pintu mesin cuci lebih mudah dipertahankan kebersihannya, bau tidak sedap dapat diminimalkan, dan performa mesin cuci tetap optimal dalam jangka panjang.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Membersihkan Pintu Mesin Cuci Front Loading

1. Seberapa sering pintu mesin cuci front loading perlu dibersihkan?

Idealnya, kaca pintu dan karet seal dibersihkan ringan setiap selesai mencuci dengan cara dilap hingga kering. Sementara itu, pembersihan menyeluruh menggunakan cuka, baking soda, atau pembersih khusus sebaiknya dilakukan setiap 1–2 minggu sekali, tergantung frekuensi penggunaan mesin cuci.

2. Mengapa karet pintu mesin cuci front loading mudah berjamur?

Karet seal memiliki lipatan yang sering menampung sisa air, deterjen, serat kain, rambut, dan kotoran. Kondisi yang lembap membuat area tersebut menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang jika tidak dibersihkan serta dikeringkan secara rutin.

3. Apakah cuka aman digunakan untuk membersihkan pintu mesin cuci?

Ya, cuka putih umumnya aman digunakan untuk membersihkan kaca pintu dan membantu menghilangkan noda, kerak sabun, serta bau tidak sedap. Namun, sebaiknya jangan digunakan terlalu sering dalam konsentrasi tinggi pada bagian karet seal. Selalu encerkan dengan air dan ikuti petunjuk perawatan dari produsen mesin cuci.

4. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada pintu mesin cuci?

Bau apek dapat dikurangi dengan membersihkan karet seal, mengelap pintu hingga kering setelah digunakan, membiarkan pintu tetap terbuka selama beberapa saat setelah mencuci, serta menjalankan program pembersihan tabung secara berkala agar tidak ada sisa deterjen dan kotoran yang menumpuk.

5. Apakah baking soda efektif menghilangkan noda pada pintu mesin cuci?

Ya. Baking soda dapat membantu mengangkat noda membandel, kerak sabun, dan bercak pada kaca maupun area sekitar pintu. Selain itu, baking soda juga mampu menyerap bau tidak sedap sehingga bagian dalam mesin cuci terasa lebih segar.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6