Liputan6.com, Jakarta - Bagi para penggemar kuliner tradisional Indonesia, pepes tahu adalah hidangan yang selalu menggoda selera dengan aroma khas daun pisang dan kekayaan bumbu rempahnya. Namun, tantangan umum yang sering dihadapi adalah menghasilkan pepes tahu dengan tekstur yang padat, tidak lembek, dan bebas air. Memahami cara mengukus pepes tahu agar tidak lembek dan berair menjadi penting untuk menikmati kelezatan hidangan ini secara maksimal.
Hal itu karena tekstur yang lembek dan berair dapat mengurangi kenikmatan serta membuat bumbu kurang meresap optimal. Artikel Liputan6.com ini akan mengupas panduan langkah demi langkah untuk memastikan setiap sajian pepes tahu Anda lezat sempurna.Â
1. Persiapan Tahu, Kunci Mengurangi Kadar Air
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887736/original/089033000_1720582537-sliced-white-cheese-bowl-with-green-olives.jpg)
Salah satu penyebab utama pepes tahu menjadi lembek dan berair adalah kandungan air yang tinggi pada tahu itu sendiri. Kondisi ini bisa terjadi karena tahu masih mengandung banyak air atau telah disimpan terlalu lama sebelum diolah. Pepes tahu yang berair dapat membuat teksturnya lembek dan bumbunya kurang meresap.
Untuk mengatasi hal ini, pemilihan tahu berkualitas dan penanganan yang tepat sangatlah penting. Disarankan menggunakan tahu putih yang masih segar dan bertekstur padat. Tahu jenis ini lebih mudah menyerap bumbu dan tidak mudah hancur saat diolah.
Setelah tahu dihancurkan menggunakan garpu atau ulekan, langkah krusial berikutnya adalah mengurangi kadar airnya. Peras tahu yang sudah dihaluskan menggunakan kain bersih atau tisu dapur hingga kandungan airnya berkurang signifikan. Proses penirisan tahu ini membantu adonan menjadi lebih padat, sehingga tekstur pepes akan lebih kokoh dan tidak berair.
Advertisement
2. Racikan Bumbu dan Adonan yang Meresap Sempurna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316359/original/000624700_1785923181-37437d6f-c309-4cbf-bfa0-e1c3da51e001.jpg)
Kualitas bumbu dan cara pencampurannya turut memengaruhi tekstur serta cita rasa pepes tahu. Penggunaan bumbu yang melimpah akan memberikan kekayaan rasa pada pepes. Bumbu umum yang digunakan meliputi bawang merah, bawang putih, cabai, kemiri, kunyit, dan jahe.
Pastikan bumbu dihaluskan dengan sempurna agar rasanya meresap optimal ke dalam tahu. Setelah bumbu halus siap, campurkan dengan tahu yang sudah dihaluskan. Tambahkan telur ayam (opsional) untuk membantu memadatkan adonan, daun kemangi, garam, dan gula pasir. Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan bumbu meresap sempurna ke dalam tahu.
Selain itu, penambahan air jeruk nipis dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri, menjadikan pepes tahu lebih tahan lama tanpa mengubah cita rasa gurihnya. Jeruk nipis juga kaya akan vitamin C dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan.
3. Pembungkusan Rapat dan PengukusanÂ
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316360/original/006565900_1785923181-581fa67a-99a8-4ee9-9421-20e4126ceb04.jpg)
Teknik pembungkusan yang benar adalah bagian integral dari cara mengukus pempek. Gunakan daun pisang yang segar dan tidak sobek. Agar lebih mudah dibentuk dan tidak mudah sobek saat membungkus, layukan daun pisang terlebih dahulu dengan cara dipanaskan sebentar di atas api atau dijemur.
Ambil selembar daun pisang, letakkan adonan tahu secukupnya, lalu bungkus adonan dengan rapi. Semat kedua ujungnya dengan lidi atau tusuk gigi. Pastikan bungkusnya rapat agar adonan tidak tumpah saat dikukus. Pembungkus daun pisang juga berperan dalam menjaga kelembapan dan mencegah pepes menjadi berair, serta memberikan aroma khas yang menggugah selera.
Proses pengukusan yang tepat sangat memengaruhi tekstur akhir pepes tahu. Panaskan kukusan hingga air mendidih sebelum memasukkan bungkusan pepes tahu. Kukus pepes tahu selama kurang lebih 20-30 menit hingga matang dan aromanya keluar, menggunakan api sedang. Beberapa sumber juga menyarankan waktu pengukusan 30-40 menit, tergantung ukuran pepes. Hindari mengukus terlalu lama karena dapat membuat tekstur tahu menjadi lembek dan mudah hancur. Penting juga untuk tidak terlalu sering membuka tutup panci agar tidak banyak air yang menetes pada bagian atas adonan.
Advertisement
4. Diamkan Pepes Setelah Dikukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316361/original/011664000_1785923181-2ef37d5a-116c-44d8-bdc5-4d83af45c535.jpg)
Setelah matang, jangan langsung membuka semua bungkus pepes. Diamkan beberapa menit agar uap panas berkurang dan tekstur pepes menjadi lebih stabil.
Jika ingin aroma lebih kuat, pepes juga bisa dipanggang sebentar setelah dikukus agar daun pisang mengeluarkan aroma khas.
Tips Tambahan agar Pepes Tahu Lebih Enak
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316362/original/018084300_1785923181-bfb37d1e-30c0-44f6-bbe2-dece0ba033d1.jpg)
- Gunakan tahu segar agar rasa lebih gurih dan tidak mudah berubah aroma.
- Tambahkan daun kemangi, cabai, atau jamur untuk variasi rasa.
- Jangan terlalu banyak menggunakan minyak karena pepes sudah memiliki tekstur lembut alami.
- Simpan pepes dalam wadah tertutup jika belum langsung dikonsumsi agar tetap segar.
Advertisement
Resep Lengkap Pepes Tahu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316363/original/024239800_1785923181-4067b86b-650b-4356-9396-0ab90ae46429.jpg)
Bahan:
- 500 gram tahu putih padat
- 2 butir telur ayam
- 5 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 3 buah cabai merah
- 5 buah cabai rawit (sesuai selera)
- 2 batang daun bawang, iris tipis
- 1 ikat daun kemangi
- 1 batang serai, iris halus
- Garam secukupnya
- Gula secukupnya
- Lada secukupnya
- Daun pisang untuk membungkus
 Tahap Membuat:
- Siapkan tahu: Pilih tahu putih yang padat, lalu hancurkan dan peras menggunakan kain bersih atau saringan untuk mengurangi kadar air.
- Buat bumbu halus: Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, garam, gula, dan lada hingga tercampur rata.
- Campurkan bahan: Masukkan tahu yang sudah diperas, telur, daun bawang, serai, dan daun kemangi ke dalam bumbu, lalu aduk hingga semua bahan menyatu.
- Siapkan daun pisang: Bersihkan daun pisang, layukan sebentar agar lebih lentur, lalu potong sesuai ukuran untuk membungkus pepes.
- Bungkus adonan: Ambil adonan secukupnya, letakkan di atas daun pisang, lalu bungkus rapat dan sematkan dengan tusuk lidi.
- Kukus pepes: Panaskan kukusan terlebih dahulu, kemudian kukus pepes selama sekitar 20–30 menit hingga matang sempurna.
- Panggang sebentar (opsional): Setelah dikukus, panggang pepes di atas teflon atau bara api sebentar agar aroma daun pisang semakin harum.
- Sajikan: Diamkan beberapa menit setelah matang agar tekstur pepes lebih stabil, lalu sajikan bersama nasi hangat.Â
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengukus Pepes Tahu agar Tidak Lembek dan Berair
1. Apa penyebab utama pepes tahu menjadi lembek dan berair?
Penyebab utamanya adalah tahu yang masih mengandung banyak air sebelum diolah.
2. Bagaimana cara mengurangi kadar air pada tahu sebelum dicampur bumbu?
Tahu harus dihancurkan lalu diperas menggunakan kain bersih atau tisu dapur hingga airnya berkurang signifikan.
3. Mengapa penting membungkus pepes tahu dengan rapat menggunakan daun pisang?
Pembungkusan rapat menjaga kelembapan, mencegah adonan tumpah, dan membantu bumbu terkunci di dalamnya, serta mencegah pepes menjadi berair.
4. Berapa lama waktu ideal mengukus pepes tahu agar matang sempurna dan tidak lembek?
Waktu ideal mengukus adalah sekitar 20-30 menit dengan api sedang. Beberapa sumber lain menyebutkan 30-40 menit.
5. Apa manfaat tambahan jika pepes tahu dibakar atau dipanggang setelah dikukus?
Pembakaran atau pemanggangan setelah dikukus dapat membuat tekstur lebih padat, aroma lebih kuat, dan mengeringkan sisa cairan alami dari pepes.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315988/original/057519300_1785907171-Screenshot_2026-08-05_115928.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316358/original/094829800_1785923180-d1220e06-9909-4fc3-9529-ff725fb13cd3.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316392/original/009109500_1785925309-f2b005ca-c9ee-4549-a821-ceee76672957.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4533817/original/069069700_1691709756-aldino-hartan-putra-KOwX-po4dJ4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298854/original/031762900_1784184566-WhatsApp_Image_2026-07-16_at_13.31.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290456/original/063952700_1783482040-lee-milo-N0lnO0gZlW8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3944384/original/017346500_1645681782-20220224-PENGUSAHA-TAHU-TEMPE-MULAI-KEMBALI-PRODUKSI-FANANI-11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493900/original/029057900_1770271595-2.jpg)