Resep Pisang Goreng Crispy yang Tidak Menyerap Banyak Minyak, Renyah dan Lebih Sehat

Jangan sampai salah adonan. Ini resep pisang goreng crispy yang tidak menyerap banyak minyak dengan hasil warna keemasan sempurna dan rasa yang menggugah selera

Diterbitkan 19 September 2026, 16:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menikmati camilan sore hari memang paling pas dengan sajian hangat, namun sering kali kita ragu karena kandungan lemak berlebih, sehingga mencari resep pisang goreng crispy yang tidak menyerap banyak minyak menjadi solusi cerdas bagi penikmat gorengan. Tantangan terbesar dalam membuat kudapan ini adalah menjaga tekstur luarnya agar tetap garing dan renyah dalam waktu lama tanpa membuat tenggorokan terasa tidak nyaman akibat minyak yang tertinggal. Dengan teknik yang tepat, Anda bisa menyajikan hidangan lezat ini tanpa rasa bersalah.

Kunci utama dari keberhasilan gorengan yang kering terletak pada manipulasi suhu dan komposisi adonan tepung yang digunakan untuk membalut buah pisang. Perbedaan suhu yang ekstrem antara adonan dingin dan minyak panas akan menciptakan kejutan termal, yang secara instan membentuk lapisan pelindung atau crust sehingga minyak tidak sempat meresap jauh ke dalam pori-pori makanan. Selain itu, pemilihan jenis tepung yang rendah protein atau bebas gluten juga sangat berpengaruh dalam mengurangi daya serap minyak pada hasil akhir.

Berikut resep pisang goreng crispy yang tidak menyerap banyak minyak dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026).

 

Bahan-Bahan Pisang Goreng Crispy 

Bahan Utama:

  • 10 buah pisang kepok kuning atau pisang raja (kupas, belah bentuk kipas namun jangan sampai putus)
  • Minyak goreng kelapa atau kanola secukupnya (minyak padat atau minyak dengan titik asap tinggi lebih disarankan)

Bahan Adonan Kering (Campur Rata):

  • 120 gram tepung terigu protein rendah (kunci agar tidak alot)
  • 60 gram tepung beras (kunci kerenyahan)
  • 30 gram tepung maizena (kunci tekstur ringan)
  • 1/2 sendok teh garam halus
  • 1/2 sendok teh vanili bubuk (opsional, untuk aroma)
  • 1 sendok makan gula pasir (jangan terlalu banyak agar tidak cepat gosong)
  • 1 sendok teh baking powder (pastikan masih aktif)

Bahan Adonan Basah:

  • 200–220 ml air es (air dari kulkas atau dicampur es batu)
  • 1 sendok makan margarin cair (lelehkan dan biarkan suhu ruang)

Cara Membuat Pisang Goreng Crispy 

  1. Persiapan Minyak: Panaskan minyak dalam wajan cekung (wok) dengan api sedang. Pastikan jumlah minyak cukup untuk merendam seluruh bagian pisang (deep frying). Suhu minyak ideal adalah 175°C–180°C. Jika Anda tidak memiliki termometer masak, tes dengan meneteskan sedikit adonan; jika adonan langsung naik ke permukaan dan mendesis riuh, minyak sudah siap. Minyak yang kurang panas adalah penyebab utama gorengan berminyak karena adonan akan "meminum" minyak sebelum mengeras.
  2. Pembuatan Adonan: Siapkan wadah bersih. Campurkan semua Bahan Adonan Kering (terigu, tepung beras, maizena, gula, garam, vanili, baking powder). Aduk rata menggunakan pengocok telor (whisk).
  3. Pencampuran Cairan: Tuangkan air es sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil diaduk perlahan. Jangan mengaduk terlalu kuat atau terlalu lama (overmix) karena akan mengaktifkan gluten yang membuat adonan menjadi liat/alot seperti roti, bukan renyah. Cukup aduk sampai tepung basah rata meski masih ada sedikit gumpalan kecil (lumpy batter). Terakhir, masukkan margarin cair, aduk pelan hingga rata.
  4. Pelapisan Pisang: Ambil satu buah pisang yang sudah dibelah. Celupkan ke dalam adonan hingga seluruh permukaan tertutup rata. Biarkan sisa adonan menetes sebentar agar lapisan tidak terlalu tebal. Lapisan yang terlalu tebal cenderung menahan uap air dan membuat gorengan cepat lembek.
  5. Proses Penggorengan: Masukkan pisang perlahan ke dalam minyak panas. Jangan memasukkan terlalu banyak pisang sekaligus (overcrowding) karena akan menurunkan suhu minyak secara drastis. Jika suhu turun, pori-pori adonan akan terbuka dan menyerap minyak. Goreng 3–4 buah saja sekali jalan.
  6. Teknik Siram (Kremesan Opsional): Jika menginginkan tekstur ekstra kriuk, Anda bisa mencipratkan sedikit adonan cair ke atas pisang yang sedang digoreng menggunakan jari atau sendok garpu, biarkan menempel pada pisang.
  7. Pematangan: Goreng hingga pisang berwarna kuning keemasan (golden brown) dan terasa kokoh saat disentuh sutil. Proses ini memakan waktu sekitar 3–5 menit. Balik pisang cukup satu kali saja untuk meminimalkan penyerapan minyak.
  8. Penirisan: Angkat pisang dan tiriskan dengan posisi berdiri di atas rak kawat (wire rack) atau peniris besi. Jangan menumpuk pisang yang baru matang di atas tisu penyerap secara langsung dalam keadaan menumpuk, karena uap panas yang terperangkap akan membuat lapisan bawah menjadi lembek kembali (soggy). Gunakan tisu penyerap hanya untuk menepuk-nepuk permukaan luar setelah minyak menetes habis.
 

Tips dan Trik Agar Tidak Berminyak (Anti Gagal)

Untuk memastikan hasil resep pisang goreng crispy yang tidak menyerap banyak minyak Anda sempurna, perhatikan detail berikut:

  • Pilih Minyak yang Tepat: Hindari menggunakan minyak bekas pakai yang sudah berwarna gelap. Minyak bekas memiliki viskositas (kekentalan) yang lebih tinggi dan titik asap yang lebih rendah, yang menurut jurnal Deep‐frying impact on food and oil chemical composition (2024, Wiley), cenderung lebih mudah terdegradasi dan menempel pada makanan. Minyak kelapa (coconut oil) atau minyak bekatul (rice bran oil) sangat direkomendasikan karena titik asapnya tinggi dan stabil.
  • Jangan Tutup Wajan: Selama menggoreng, biarkan wajan terbuka agar uap air bisa lepas bebas ke udara. Menutup wajan akan membuat uap air menetes kembali ke minyak, menurunkan suhu, dan membuat gorengan lembek.
  • Sajikan Segera: Gorengan jenis batter (adonan basah) memiliki waktu emas (golden time) sekitar 15–20 menit setelah diangkat. Pada rentang waktu ini, tekstur masih sangat renyah.

Secara ilmiah, sebagian besar penyerapan minyak justru terjadi bukan saat makanan sedang digoreng, melainkan saat makanan mulai mendingin atau saat diangkat dari penggorengan. Fenomena ini dijelaskan sebagai "mekanisme penggantian air" (water replacement mechanism). Saat digoreng, air di dalam makanan menguap keluar, menciptakan jalur kosong menyerupai pipa kapiler.

Menurut studi dalam jurnal Influence of ingredients that reduce oil absorption during immersion frying of battered and breaded foods (2026, Brannan et al.), ketika makanan diangkat dan mulai mendingin, uap air berhenti keluar, tekanan internal menurun, dan efek vakum menarik minyak masuk ke dalam rongga yang ditinggalkan air tersebut. Oleh karena itu, strategi utama kita adalah menciptakan lapisan kulit yang cepat mengeras (impermeable crust) untuk memblokir jalur masuknya minyak ini.

Panduan Rasio Tepung dan Air Berdasarkan Jumlah Pisang

Kunci agar lapisan kulit tetap crispy dan menolak minyak adalah menjaga konsistensi kekentalan adonan basah (batter density). Jika adonan terlalu encer, tepung tidak akan melekat sempurna dan pisang langsung bersentuhan dengan minyak, sehingga menyerap banyak lemak. Sebaliknya, jika adonan terlalu kental, lapisan luar akan menjadi tebal dan menyimpan uap air yang memicu gorengan cepat lembek setelah dingin.

Melansir panduan kuliner dari laman Food Network, rasio standar adonan pelapis yang ideal adalah memadukan total tepung dengan air es dalam perbandingan berat berkisar 1 : 1,1 hingga 1 : 1,2. Agar memudahkan Anda di dapur, berikut adalah tabel konversi takaran komprehensif untuk penggunaan kelipatan 5, 10, 15, hingga 20 buah pisang ukuran sedang (misal pisang kepok/raja seberat ±60–70 gram per buah):

Kategori Bahan 5 Buah Pisang 10 Buah Pisang 15 Buah Pisang 20 Buah Pisang
Tepung Terigu 60 Gram 120 Gram 180 Gram 240 Gram
Tepung Beras 30 Gram 60 Gram 90 Gram 120 Gram
Tepung Maizena 15 Gram 30 Gram 45 Gram 60 Gram
Kebutuhan Air Es 100 – 110 ml 200 – 220 ml 300 – 330 ml 400 – 440 ml
Margarin Cair ½ Sendok Makan 1 Sendok Makan 1½ Sendok Makan 2 Sendok Makan
Baking Powder ½ Sendok Teh 1 Sendok Teh 1½ Sendok Teh 2 Sendok Teh

Catatan: Jika ukuran pisang yang Anda gunakan jauh lebih besar (seperti pisang tanduk), gunakan acuan berat total campuran tepung di atas sebagai patokan utama, bukan jumlah fisiknya.

Pertanyaan dan Jawaban Pisang Goreng Renyah

Mengapa pisang goreng saya cepat lembek setelah dingin?

Pisang goreng menjadi lembek biasanya karena kadar air dalam adonan terlalu tinggi atau penggunaan tepung terigu protein tinggi yang terlalu banyak. Tepung terigu menarik kelembapan dari udara. Untuk mengatasinya, pastikan menggunakan kombinasi tepung beras dan maizena seperti dalam resep di atas, serta tiriskan pisang di rak kawat agar uap panas tidak terperangkap di bawah gorengan.

Apakah bisa menggunakan baking soda sebagai pengganti baking powder?

Sebaiknya tidak. Baking soda memerlukan asam (seperti jeruk nipis atau yogurt) untuk bereaksi dan mengembang. Tanpa asam, baking soda tidak akan bekerja maksimal dan justru bisa meninggalkan rasa getir atau sabun pada pisang goreng Anda. Gunakanlah baking powder karena sudah mengandung komponen asam dan basa yang siap bereaksi hanya dengan air dan panas.

Bolehkah adonan disimpan di kulkas untuk digoreng besok?

Adonan tepung basah sebaiknya langsung digunakan habis. Jika disimpan terlalu lama, baking powder akan kehilangan daya kembangnya (gasnya hilang), dan gluten dalam terigu akan semakin terbentuk, membuat hasil gorengan menjadi keras dan alot, bukan renyah. Jika ingin menyiapkannya lebih awal, campurkan bahan kering saja dan tambahkan air es sesaat sebelum menggoreng.