Saat Gaya Ikonik Putri Diana Direka Ulang dengan Ribuan Bunga

Terdapat 15 manekin bunga segar yang terinspirasi dari penampilan ikonik Putri Diana.

Diterbitkan 19 September 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
  • Gaya ikonik Putri Diana kembali mendapat sorotan lewat sebuah pameran unik di pusat Kota London. Kali ini, busana yang pernah dikenakan mendiang anggota keluarga kerajaan Inggris itu tidak dihadirkan dalam bentuk aslinya. Para seniman justru menerjemahkan penampilannya ke dalam karya floral menggunakan ribuan bunga segar.

Liputan6.com, Jakarta - Pameran bertajuk "Diana" berlangsung di Somerset House, dan digelar Fleurs de Villes, penyelenggara pameran bunga yang dikenal secara internasional. Koleksi tersebut menelusuri perjalanan hidup, sekaligus evolusi gaya Putri Diana melalui rangkaian manekin yang dirancang menyerupai sejumlah penampilannya yang paling dikenang.

Sebanyak 15 manekin bunga segar menjadi bagian utama pameran yang mendukung The Diana Award. Setiap karya mengambil inspirasi dari momen berbeda dalam kehidupan Diana, termasuk kunjungan luar negeri pertamanya ke Australia, serta penampilannya ketika berjalan melintasi area proyek pembersihan ranjau milik HALO Trust pada Januari 1997.

Karya lain menampilkan kembali apa yang dikenal sebagai "gaun kepedulian" yang dikenakan Diana saat mengunjungi rumah sakit anak. Gaun rancangan Catherine Walker yang dipakainya ketika bertemu pasien AIDS di Rio de Janeiro juga mendapat interpretasi floral.

Begitu pula gaun sutra biru dari desainer yang sama yang dikenakan Diana saat menghadiri Festival Film Cannes 1987. Melansir People, Jumat, 18 September 2026, CEO The Diana Award Tessy Ojo mengatakan pameran ini menjadi kesempatan mengenalkan kembali nilai yang diwariskan Diana pada generasi muda.

"Salah satu hal yang dia lakukan adalah selalu ingin menyoroti orang lain," ujar Tessy. Ia menyebut nilai kepedulian, kasih sayang, dan keberanian terus diteruskan anak muda melalui kontribusi mereka pada masyarakat.

4 Tema dalam Pameran

Pameran "Diana" terbagi dalam empat tema yang menggambarkan kehidupan dan warisan Putri Diana. "A Global Icon" menyoroti sosoknya sebagai figur yang dikenal di berbagai penjuru dunia, sementara "Cultural Diplomacy" mengulas bagaimana pilihan busananya turut berperan dalam membangun hubungan dengan beragam komunitas.

Tema "Championing Change" mengangkat kepedulian dan keberanian yang diperlihatkan Diana. Sementara "A Wardrobe with Purpose" menampilkan sisi filantropi yang menjadi bagian penting dari warisannya.

Salah satu pendiri Fleurs de Villes, Karen Marshall, mengatakan tim florist meneliti ribuan penampilan Diana sebelum memilih 15 gaya untuk direka ulang menggunakan bunga. Beberapa busana ikonik sengaja tidak dipilih karena pameran ingin menonjolkan warisan positif Diana.

Rambut pirangnya pun dibuat menyerupai wig berbahan tumbuhan dengan memanfaatkan jerami dan berbagai jenis rumput.

Reka Ulang Busana Diana

Tak hanya busana, aksesori yang pernah dikenakan Putri Diana juga direka ulang menggunakan material tumbuhan. Detail seperti cincin hingga Spencer Tiara hadir pada sejumlah manekin, tapi seluruhnya dibuat dari elemen alami.

Marshall mengatakan, tim florist turut mempertimbangkan karakter busana Diana yang kerap menonjolkan siluet tubuh. Gaun dengan rok lebih lebar kemudian menjadi pilihan karena menyediakan ruang lebih luas untuk dekorasi bunga.

Pemilihan tersebut tetap mempertahankan cerita di balik gaya Diana, termasuk perannya menggunakan fashion untuk mendukung berbagai tujuan dan kegiatan. Sebagai instalasi seni sementara, rangkaian bunga dalam pameran membutuhkan perawatan khusus.

Para florist harus memantau kondisi bunga, serta struktur yang tersembunyi di balik gaun. Sejumlah bunga bahkan diperkirakan terus mekar selama pameran berlangsung, sehingga tampilan manekin dapat berubah seiring waktu.

Waktu Pameran

Pameran Fleurs de Villes "Diana" berlangsung hampir tiga pekan, yakni pada 16 September hingga 6 Oktober 2026. Pameran ini turut menjadi bagian dari upaya mengenang warisan Putri Diana menjelang 30 tahun peringatan wafatnya pada 2027.

Tessy mengenang suasana Kensington High Street setelah Diana meninggal pada Agustus 1997. Area di sekitar Istana Kensington saat itu dipenuhi bunga yang ditinggalkan masyarakat sebagai bentuk penghormatan.

Pameran tersebut menghadirkan kembali nuansa itu melalui karya floral yang lebih meriah, dengan kehidupan dan gaya Diana sebagai sumber inspirasi.

Tiket pameran dibanderol 34,25 pound sterling atau sekitar Rp 780 ribu. Sebagian hasil penjualan tiket akan disumbangkan pada The Diana Award, lembaga amal yang meneruskan warisan Diana dengan mendukung serta memberdayakan generasi muda.