Cara Membuat Anggur Berbuah di Cabang yang Pendek, Perhatikan Teknik Pemangkasannya

Cara membuat anggur berbuah di cabang yang pendek lewat teknik short spur pruning, lengkap dengan langkah, waktu tepat, dan tips perawatannya.

Diterbitkan 19 September 2026, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat anggur berbuah di cabang yang pendek menjadi teknik yang banyak dicari pekebun rumahan karena hasilnya lebih cepat terlihat dan tanaman jadi lebih rapi dirawat. Melansir dari University of Georgia Extension dalam publikasi berjudul Dormant Spur and Cane Pruning Bunch Grapevines (Bulletin B1505, 2022), teknik pemangkasan pendek atau short spur pruning terbukti efektif merangsang munculnya tunas produktif dari cabang tersier anggur.

Teknik ini tidak hanya membuat tanaman anggur cepat berbunga, tetapi juga membantu menjaga postur tanaman agar tidak tumbuh liar memanjang tanpa arah. Hasilnya, kebun anggur di pekarangan rumah bisa tetap terlihat rapi sekaligus produktif sepanjang tahun.

Berikut adalah cara membuat anggur berbuah di cabang yang pendek dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/2026).

Mengenal Konsep Pemangkasan Pendek pada Tanaman Anggur

Pemangkasan pendek atau short spur pruning adalah teknik memotong cabang tersier anggur dengan hanya menyisakan 1 hingga 3 mata tunas pada setiap cabang. Teknik ini berbeda dengan pemangkasan sedang (medium spur) yang menyisakan 5 sampai 7 mata tunas, maupun pemangkasan panjang (long spur atau cane pruning) yang menyisakan 10 sampai 15 mata tunas.

Pemilihan teknik pemangkasan ini sangat bergantung pada letak mata tunas produktif setiap varietas anggur. Beberapa varietas menghasilkan bunga paling subur dari mata tunas yang berada dekat pangkal cabang, sehingga pemangkasan pendek menjadi pilihan paling tepat untuk merangsang pembuahan secara maksimal.

Berikut gambaran perbandingan tiga jenis teknik pemangkasan pada anggur agar lebih mudah dipahami.

Jenis Pemangkasan Jumlah Mata Tunas yang Disisakan Peruntukan
Pemangkasan Pendek (Short Spur) 1–3 mata tunas Varietas dengan tunas produktif dekat pangkal cabang
Pemangkasan Sedang (Medium Spur) 5–7 mata tunas Varietas dengan vigor pertumbuhan sedang
Pemangkasan Panjang (Cane Pruning) 10–15 mata tunas Varietas dengan tunas produktif di tengah cabang

Kenapa Cabang Pendek Bisa Mempercepat Anggur Berbuah

Tanaman anggur yang dibiarkan tumbuh tanpa pemangkasan cenderung terus memanjangkan sulur dan menambah daun. Akibatnya, energi tanaman lebih banyak terpakai untuk pertumbuhan vegetatif ketimbang pembentukan bunga dan buah.

Dengan memangkas cabang tersier hingga tersisa beberapa mata tunas saja, aliran nutrisi dan hormon tanaman dipaksa terfokus ke tunas-tunas baru yang lebih produktif. Repositori resmi Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam publikasi Teknik Pembuahan pada Anggur Impor menjelaskan bahwa anggur pada dasarnya tumbuh merambat dan cenderung "lupa" berbunga jika pertumbuhannya dibiarkan tanpa perlakuan khusus, sehingga pemangkasan menjadi kunci untuk memicu fase generatif.

Waktu yang Tepat untuk Memangkas Anggur agar Berbuah

Pemangkasan pembuahan idealnya dilakukan saat cabang tersier sudah cukup matang, ditandai dengan warna kecokelatan dan tekstur yang mulai berkayu. Umumnya, kondisi ini tercapai sekitar enam bulan setelah masa tanam awal, meski waktunya bisa berbeda tergantung perawatan dan varietas yang digunakan.

Dalam praktiknya, pekebun di Indonesia umumnya melakukan dua kali pemangkasan pembuahan dalam setahun, yaitu sekitar Maret–April dan Juni–Agustus. Pola dua musim pangkas ini memungkinkan tanaman anggur berbuah lebih dari satu kali dalam setahun apabila diimbangi perawatan yang konsisten.

Langkah-Langkah Membuat Anggur Berbuah di Cabang yang Pendek

Berikut tahapan yang bisa diikuti secara berurutan agar hasil pemangkasan maksimal.

1. Siapkan tanaman dan alat pangkas. Pastikan gunting pangkas dalam kondisi tajam dan steril agar luka potong tidak mudah terinfeksi jamur atau bakteri. Pilih cabang tersier yang sudah berkayu dan berwarna cokelat sebagai target pemangkasan.

2. Berikan pupuk kandang sekitar satu bulan sebelum pemangkasan. Tambahkan pupuk kimia berkandungan fosfor dan kalium tinggi sekitar sepuluh hari menjelang pemangkasan untuk mendukung pembentukan bunga, bukan sekadar daun.

3. Rontokkan daun pada cabang produksi. Sebagian praktik pemangkasan mengharuskan daun pada cabang tersier dirontokkan seluruhnya sehingga yang tersisa hanya cabang produksi. Langkah ini bertujuan memaksa tanaman memasuki kondisi seolah dorman sehingga tunas baru pembawa bunga akan segera muncul.

4. Pangkas cabang tersier, sisakan 1–3 mata tunas. Inilah inti dari cara membuat anggur berbuah di cabang yang pendek. Potong cabang tersier tepat di atas mata tunas ketiga dari pangkal, lalu pastikan tidak ada sisa cabang yang terlalu panjang.

5. Kurangi penyiraman selama satu hingga dua hari setelah pemangkasan. Pengurangan air sementara ini memberi stres ringan pada tanaman yang justru merangsang pembungaan lebih cepat.

6. Pantau munculnya tunas baru. Umumnya tunas baru muncul dalam waktu 5 sampai 10 hari, kemudian diikuti kemunculan bunga sekitar 8 hingga 24 hari setelah pemangkasan.

Kombinasi Pemupukan dan Sinar Matahari agar Buah Lebih Manis

Pemangkasan saja tidak cukup tanpa dukungan nutrisi dan cahaya yang memadai. Pakar penyuluhan vitikultura dari University of Georgia Extension menekankan bahwa hasil panen anggur sangat ditentukan oleh kualitas kayu berusia satu tahun yang dipangkas dengan tepat, karena dari kayu itulah bunga dan buah akan tumbuh.

Selain pemangkasan, tanaman anggur idealnya ditanam di lokasi terbuka yang menerima sinar matahari langsung sekitar tujuh hingga delapan jam per hari. Cahaya matahari berperan besar dalam pembentukan gula pada buah, sehingga lokasi tanam yang teduh cenderung membuat buah kurang manis meski pemangkasan sudah dilakukan dengan benar.

Tanda Anggur Siap Dipangkas dan Ciri Cabang yang Ideal

Tidak semua cabang anggur bisa langsung dipangkas pendek. Cabang yang ideal untuk dipangkas biasanya sudah memiliki diameter minimal seukuran pensil dan warnanya berubah dari hijau muda menjadi cokelat tua, menandakan kayu sudah cukup matang untuk menopang pembentukan bunga.

Sebaliknya, cabang yang masih hijau dan lunak sebaiknya dibiarkan tumbuh terlebih dahulu hingga cukup matang. Memangkas cabang yang belum siap berisiko membuat tanaman stres berlebihan dan justru memperlambat proses pembuahan.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memangkas Anggur

Beberapa kesalahan umum yang membuat cara membuat anggur berbuah di cabang yang pendek gagal maksimal antara lain memangkas terlalu banyak mata tunas sekaligus, menggunakan alat pangkas yang tidak steril, serta melakukan pemangkasan saat tanaman sedang dalam kondisi kekurangan nutrisi. Ketiga hal ini dapat memicu luka pangkas terinfeksi jamur atau membuat tunas baru tumbuh lemah dan tidak produktif.

Kesalahan lain yang juga sering ditemui adalah memangkas pada musim hujan. Repositori Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pemangkasan pembuahan sebaiknya dilakukan menjelang atau di awal musim kemarau agar tunas baru tumbuh lebih maksimal dan risiko serangan hama serta penyakit dapat ditekan.

Perawatan Pascapemangkasan agar Buah Tumbuh Lebat

Setelah pemangkasan selesai, penyiraman perlu dikembalikan ke pola normal secara bertahap, disertai pemupukan yang diarahkan untuk mendukung fase pembungaan hingga pembentukan buah. Pengendalian hama dan penyakit juga wajib dilakukan secara rutin karena luka bekas potongan rentan diserang jamur maupun bakteri pada masa-masa awal setelah pemangkasan.

Ketika buah mulai terbentuk, penjarangan buah yang cacat, sakit, atau ukurannya tidak seragam perlu dilakukan agar nutrisi terfokus pada buah yang sehat. Dengan kombinasi pemangkasan pendek yang tepat, pemupukan seimbang, serta sinar matahari yang cukup, anggur di pekarangan rumah berpeluang besar berbuah lebat hanya dalam hitungan bulan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Membuat Anggur Berbuah

1. Berapa lama anggur berbuah setelah dipangkas pendek?

Umumnya tunas baru muncul dalam 5 hingga 10 hari setelah pemangkasan, diikuti kemunculan bunga sekitar 8 hingga 24 hari kemudian. Buah biasanya siap dipanen sekitar 95 hingga 135 hari setelah pemangkasan, tergantung varietas dan perawatan yang diberikan.

2. Apakah semua varietas anggur cocok dipangkas pendek?

Tidak semua varietas cocok dengan pemangkasan pendek karena letak mata tunas produktif setiap varietas berbeda-beda. Varietas dengan tunas produktif dekat pangkal cabang paling sesuai dengan teknik ini, sementara varietas lain mungkin lebih cocok dengan pemangkasan sedang atau panjang.

3. Berapa kali dalam setahun anggur bisa dipangkas untuk berbuah?

Anggur umumnya bisa dipangkas dan dipaksa berbuah sebanyak dua hingga tiga kali dalam setahun tergantung varietas dan kondisi perawatan. Pola umum yang diterapkan pekebun di Indonesia adalah pemangkasan pada Maret–April dan Juni–Agustus.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6