Kolintang Tembus Paris, Bawa Musik Minahasa ke Panggung Dunia

Kolintang, alat musik tradisional Minahasa, setelah diakui UNESCO, kini siap menggebrak panggung dunia di Paris.

Diterbitkan 19 September 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Musik Kolintang memasuki babak baru setelah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 5 Desember 2025. Momentum bersejarah tersebut kemudian ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI sebagai Hari Kolintang Nasional.

Pengakuan dunia itu bukanlah hasil perjuangan singkat. Upaya membawa Kolintang ke tingkat nasional hingga internasional berlangsung panjang dan menjadi bagian dari dinamika sosial serta budaya masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, sebagai daerah asal alat musik tersebut.

Pengusulan Kolintang ke UNESCO berawal dari komunitas Kolintang di Minahasa. Kini, setelah pengakuan tersebut diraih, Kolintang akan kembali dibawa ke panggung internasional.

Pada 27 September-2 Oktober 2026, grup Kolintang Rhythm of Minahasa (RoM) mendapat undangan dari KBRI dan kantor pusat UNESCO di Paris untuk menampilkan musik Kolintang di ibu kota Prancis.

Dari Minahasa ke Kota Menara Eiffel

Selama di Paris, RoM akan tampil dalam acara yang digelar KBRI serta acara khusus UNESCO. Mereka juga mendapat undangan dari Wali Kota Paris untuk tampil di Place des Muguets, ruang terbuka yang menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Kesempatan tersebut menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa Kolintang bukan sekadar alat musik tradisional yang dimainkan untuk lagu-lagu daerah.

RoM menyiapkan repertoar yang dirancang untuk memperlihatkan luasnya kemampuan musik Kolintang. Lagu nasional dan daerah akan dimainkan berdampingan dengan musik jazz hingga karya klasik Eropa, termasuk Alla Turca.

Pilihan repertoar tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan kemampuan para pemain Kolintang Indonesia dalam memainkan beragam genre musik menggunakan alat musik yang berasal dari Minahasa.

 

Membawa Kolintang ke Panggung Dunia

Pengakuan UNESCO menjadi momentum penting bagi Kolintang untuk semakin dikenal di luar Indonesia. Penampilan di Paris diharapkan membuka pandangan dunia terhadap kekayaan musik tradisional Indonesia.

Kolintang ingin ditunjukkan bukan hanya sebagai bagian dari warisan budaya Minahasa, tetapi juga sebagai musik yang mampu hadir di tengah beragam tradisi musik dunia.

Dari Minahasa hingga Paris, perjalanan Kolintang kini memasuki panggung yang lebih luas. Musik tradisional Indonesia itu akan dimainkan di kota yang menjadi salah satu pusat kebudayaan dunia, dengan membawa pesan bahwa Indonesia memiliki kekayaan musik asli yang dapat berdampingan dengan jazz maupun musik klasik Eropa.