Liputan6.com, Jakarta - Spons cuci piring menjadi perlengkapan penting dalam aktivitas dapur sehari-hari. Teksturnya berpori mampu mengangkat sisa makanan, minyak dan noda dari berbagai peralatan makan. Kondisi lembap setelah pemakaian membuat kebersihan alat ini perlu mendapat perhatian. Mengetahui cara membersihkan spons cuci piring agar tidak menjadi sarang bakteri, bisa membantu menjaga area dapur tetap higienis.
Kebiasaan membilas spons secara singkat dianggap sudah cukup untuk menghilangkan kotoran. Padahal, partikel makanan maupun minyak dapat tertinggal di bagian dalam spons. Air dan kelembapan juga bisa bertahan cukup lama, bila spons disimpan secara tidak tepat. Penerapan cara membersihkan spons cuci piring agar tidak menjadi sarang bakteri perlu mencakup proses pembilasan, pemerasan, hingga pengeringan.
Selain teknik mencuci, tempat penyimpanan ikut menentukan seberapa cepat spons mengering setelah digunakan. Rak terbuka atau area berventilasi dapat membantu mengurangi kelembapan tersisa pada spons. Pemilihan alat pembersih alternatif juga menjadi pilihan bagi rumah tangga tertentu. Memahami cara membersihkan spons cuci piring agar tidak menjadi sarang bakteri, membantu membangun kebiasaan perawatan alat dapur secara lebih konsisten.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (19/9/2026).
Cara Membersihkan Spons Cuci Piring
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5492356/original/075353900_1770171234-e52b65bd-db70-4db7-baea-b3aecb3a2445.png)
1. Bilas Spons Setiap Kali Selesai Digunakan
Mulailah perawatan spons dari langkah sederhana, yaitu membilasnya setelah mencuci piring. Pastikan tidak ada sisa makanan, minyak, maupun busa sabun tertinggal. Remas spons beberapa kali di bawah air mengalir agar kotoran dari bagian dalam ikut terangkat.
Hindari hanya membersihkan permukaan spons. Tekan dan lepaskan secara berulang supaya air dapat menjangkau seluruh bagian berpori.
2. Peras hingga Kandungan Air Berkurang
Setelah proses pembilasan selesai, peras spons beberapa kali sampai sebagian besar air keluar. Kondisi terlalu lembap dapat membuat spons membutuhkan waktu lebih lama untuk kering.
Jangan meletakkan spons di dalam genangan air atau wadah penampung air bekas cucian. Kondisi tersebut membuat spons terus berada dalam lingkungan basah.
3. Simpan di Tempat dengan Sirkulasi Udara Baik
Tempat penyimpanan ikut menentukan seberapa cepat spons mengering. Letakkan spons pada rak atau wadah berlubang agar udara dapat mengalir dari berbagai arah.
Hindari memasukkan spons basah ke dalam wadah tertutup. Sirkulasi udara terbatas dapat membuat kelembapan bertahan lebih lama dan menyebabkan munculnya bau tidak sedap.
4. Gunakan Sabun untuk Menghilangkan Sisa Minyak
Spons dapat terasa licin atau mengeluarkan aroma kurang sedap setelah digunakan berulang kali, terutama saat sering terkena minyak. Dalam kondisi tersebut, tuangkan sedikit sabun pencuci piring pada spons, lalu remas beberapa kali agar sabun menjangkau bagian dalamnya.
Setelah itu, bilas menggunakan air bersih hingga tidak ada busa maupun residu minyak tersisa. Langkah ini membantu menjaga spons tetap bersih sebelum digunakan kembali.
Advertisement
Bisakah Spons Cuci Piring Dibersihkan dengan Air Panas?
Air panas dapat membantu meluruhkan minyak dan kotoran dari spons, tetapi penggunaannya tidak menjamin seluruh bakteri atau mikroorganisme akan mati. Suhu air dari keran rumah tangga umumnya juga tidak cukup tinggi untuk mensterilkan spons secara efektif.
Jika ingin menggunakan air panas, pastikan terlebih dahulu bahan spons tahan terhadap suhu tinggi. Tuangkan atau siram spons sesuai petunjuk penggunaan produk, lalu bilas hingga bersih. Hindari merebus spons atau menggunakan suhu ekstrem tanpa mengetahui ketahanan materialnya, sebab panas berlebih dapat merusak struktur spons.
Setelah dibilas, peras spons hingga kandungan air berkurang dan letakkan di area terbuka agar cepat kering. Pembersihan menggunakan air panas sebaiknya tetap disertai kebiasaan mengganti spons secara berkala, terutama saat spons mulai berbau, berlendir, berubah bentuk, atau sulit dibersihkan.
Kapan Spons Cuci Piring Harus Diganti?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5328257/original/028782900_1756203037-spons.jpg)
Spons cuci piring sebaiknya diganti secara berkala, terutama saat kondisinya mulai sulit dibersihkan. Meskipun rutin dibilas dan dikeringkan, spons tetap dapat menumpuk sisa makanan, minyak, dan mikroorganisme setelah digunakan berulang kali.
Perhatikan beberapa tanda berikut sebagai pertimbangan untuk mengganti spons:
- Muncul bau tidak sedap meski sudah dicuci dan dibilas.
- Permukaan terasa berlendir atau licin secara tidak wajar.
- Warna berubah akibat penumpukan kotoran atau sisa makanan.
- Tekstur mulai rusak, robek, hancur, atau kehilangan bentuk.
- Sisa minyak sulit dihilangkan meski sudah dibersihkan.
- Spons tidak lagi dapat dibilas secara menyeluruh atau bagian dalamnya tetap kotor.
Tidak ada satu jadwal penggantian yang berlaku untuk semua spons. Frekuensinya bergantung pada intensitas pemakaian, jenis pekerjaan, serta kondisi spons. Spons untuk mencuci piring setiap hari tentu dapat membutuhkan penggantian lebih sering dibandingkan alat dengan penggunaan ringan.
Jadi, selain menerapkan cara membersihkan spons cuci piring agar tidak menjadi sarang bakteri, periksa kondisinya secara rutin. Jika sudah berbau, rusak, atau sulit dibersihkan, menggantinya merupakan pilihan lebih higienis daripada terus berusaha membersihkan spons tersebut.
Advertisement
Tips Menjaga Spons Cuci Piring Tetap Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337552/original/013650100_1788249876-2.jpg)
Menjaga spons cuci piring tetap bersih tidak hanya bergantung pada proses pencucian. Kebiasaan setelah digunakan juga berperan penting dalam mengurangi penumpukan sisa makanan, minyak, dan kelembapan. Beberapa langkah berikut dapat diterapkan setiap hari:
- Bilas spons setelah digunakan: Remas spons di bawah air mengalir hingga sisa makanan, minyak, dan sabun terangkat.
- Peras hingga tidak terlalu basah: Air berlebih dapat membuat spons lebih lama kering dan mempertahankan kondisi lembap.
- Simpan di tempat terbuka: Gunakan rak atau wadah berlubang agar udara dapat mengalir dan membantu spons cepat kering.
- Jangan merendam spons: Hindari meninggalkannya di dalam genangan air atau wadah penampung air bekas cucian.
- Pisahkan berdasarkan fungsi: Gunakan alat berbeda untuk mencuci peralatan makan dan membersihkan area seperti wastafel atau permukaan dapur.
- Bersihkan spons secara menyeluruh: Jika terdapat sisa minyak atau kotoran, gunakan sedikit sabun pencuci piring, remas, lalu bilas sampai bersih.
- Periksa kondisinya secara berkala: Spons berbau, berlendir, berubah bentuk, atau mulai rusak sebaiknya segera diganti.
- Jangan menggunakan spons terlalu lama: Pembersihan rutin membantu memperpanjang masa pakai, tetapi spons tetap perlu diganti secara berkala.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, spons dapat terjaga lebih bersih selama masa penggunaannya. Perawatan juga perlu diikuti penggantian spons saat kondisinya sudah tidak layak agar kebersihan peralatan makan tetap terjaga.
Â
Â
Â
Pertanyaan Seputar Cara Membersihkan Spons Cuci Piring
Mengapa spons cuci piring perlu dibersihkan secara rutin?
Spons sering bersentuhan langsung dengan sisa makanan, minyak, dan air. Struktur berporinya juga mudah menahan kelembapan sehingga kotoran dapat tertinggal di dalamnya. Pembersihan rutin membantu mengurangi penumpukan kotoran dan mikroorganisme.
Bagaimana cara membersihkan spons cuci piring setelah digunakan?
Bilas spons di bawah air mengalir sambil diremas beberapa kali. Pastikan sisa makanan, minyak, dan busa sabun keluar dari bagian dalam spons. Setelah itu, peras hingga tidak terlalu basah dan letakkan di tempat terbuka agar cepat kering.
Apakah membilas spons menggunakan air mengalir sudah cukup?
Membilas merupakan langkah penting, tetapi tidak menjamin spons bebas dari semua mikroorganisme. Spons juga perlu diperas dan dikeringkan secara menyeluruh. Penggantian secara berkala tetap diperlukan, terutama jika spons sudah menunjukkan tanda kerusakan.
Apakah sabun cuci piring dapat digunakan untuk membersihkan spons?
Bisa. Oleskan sedikit sabun cuci piring pada spons, remas beberapa kali, lalu bilas sampai bersih. Metode ini membantu mengangkat sisa minyak dan kotoran dari spons.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499198/original/094911300_1770779186-Spons_Cuci_Piring.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312385/original/021149100_1785489655-wadah_spons_botol_4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352538/original/077347200_1789806194-Screenshot_2026-09-19_151721.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352452/original/071171700_1789798233-509d5a52-79d7-49be-ae64-5aae6272da5d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352524/original/027640900_1789803196-Untitled0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554011/original/045183400_1776057207-cd6abecb-e824-4eea-8d9b-6751df36a3f7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352443/original/018266500_1789796723-Untitled8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352379/original/060008000_1789792042-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310252/original/082011100_1785311876-Cempedak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352456/original/087811300_1789798804-walp.jpg)