Liputan6.com, Jakarta - Pohon nangka yang tumbuh subur tetapi lambat berbuah bisa menjadi tantangan bagi pekebun. Cara mengatasi nangka yang cepat besar tetapi lambat berbuah perlu dilakukan dengan mengenali penyebab dan memperbaiki perawatannya.
Pertumbuhan daun dan batang yang terlalu dominan dapat membuat energi tanaman lebih banyak digunakan untuk perkembangan vegetatif. Kondisi ini bisa dipengaruhi pemupukan, penyiraman, cahaya matahari, hingga kesehatan tanaman.
Agar nangka lebih produktif, perawatan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memilih varietas, mengatur pemupukan dan penyiraman, memangkas tajuk, hingga mengendalikan gulma, hama, dan penyakit. Simak ulasan lengkapnya dari Liputan6.com berikut ini, Sabtu (19/9/2026).
Advertisement
1. Pilih Varietas Nangka yang Produktif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347091/original/022635500_1789270924-3.jpg)
Pemilihan varietas dapat menjadi langkah awal untuk mendukung produksi buah. Beberapa varietas nangka, seperti nangka madu atau nangka Jepang, dikenal memiliki karakter buah yang besar dan produktif. Selain varietas, pilih bibit yang sehat dan berasal dari sumber terpercaya agar pertumbuhannya lebih optimal.
Bibit hasil perbanyakan vegetatif juga dapat dipertimbangkan karena umumnya memiliki sifat yang lebih seragam dengan induknya. Dengan bibit yang tepat, peluang tanaman memasuki fase berbuah secara optimal dapat lebih baik.
Advertisement
2. Pastikan Pohon Mendapat Cukup Sinar Matahari
Sinar matahari berperan penting dalam proses fotosintesis yang menghasilkan energi bagi pertumbuhan dan pembentukan buah. Pohon nangka sebaiknya ditanam di lokasi terbuka yang memperoleh sinar matahari langsung sekitar enam jam atau lebih setiap hari.
Jika terlalu ternaungi, tanaman dapat tumbuh dengan banyak daun tetapi kurang optimal dalam pembentukan bunga. Karena itu, perhatikan jarak dengan bangunan atau pohon lain yang dapat menghalangi cahaya agar tajuk nangka tetap memperoleh pencahayaan yang cukup.
3. Gunakan Media Tanam dengan Drainase yang Baik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352028/original/092447600_1789723520-f4e959c8-d425-4dd0-ba7e-ef7af26d41c6.jpg)
Tanah yang subur perlu didukung dengan drainase yang baik agar akar dapat berkembang tanpa terus-menerus terendam air. Genangan dapat membuat kondisi perakaran terlalu lembap dan meningkatkan risiko pembusukan akar. Pilih area dengan tanah yang mampu mengalirkan kelebihan air, terutama saat hujan deras.
Tanah aluvial, liat berlempung, atau liat berpasir dapat digunakan selama memiliki kondisi yang sesuai. Pengelolaan tanah yang baik membantu tanaman menyerap air dan nutrisi secara lebih optimal untuk mendukung pertumbuhan serta pembuahan.
Advertisement
4. Berikan Pupuk Secara Seimbang
Pemupukan perlu dilakukan secara seimbang agar pertumbuhan daun dan batang tidak terlalu dominan dibandingkan pembentukan bunga dan buah. Pemberian nitrogen berlebihan dapat membuat pohon tumbuh sangat rimbun, tetapi belum tentu mempercepat pembuahan.
Karena itu, kebutuhan unsur hara perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman dan fase pertumbuhannya. Pupuk organik dapat digunakan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, sedangkan pupuk dengan unsur hara makro dan mikro dapat diberikan sesuai kebutuhan agar tanaman tetap sehat dan produktif.
5. Atur Penyiraman agar Tidak Berlebihan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558173/original/074769500_1776408778-Siram_Setiap_Hari_untuk_Menjaga_Kelembaban.jpg)
Penyiraman yang tidak tepat dapat membuat pohon mengalami stres dan mengganggu proses pembungaan. Tanaman muda membutuhkan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan, terutama saat cuaca panas dan kering.
Namun, penyiraman berlebihan perlu dihindari karena dapat menyebabkan tanah terlalu basah dan memicu masalah pada akar. Periksa kondisi tanah sebelum menyiram dan sesuaikan frekuensinya dengan cuaca. Pastikan pula air dapat mengalir dengan baik sehingga tidak terjadi genangan di sekitar pangkal pohon.
Advertisement
6. Lakukan Pemangkasan Secara Tepat
Pemangkasan membantu mengatur bentuk tajuk sekaligus mengurangi bagian tanaman yang tidak produktif. Cabang yang mati, sakit, rusak, atau tumbuh terlalu rapat dapat dibuang agar sirkulasi udara di dalam tajuk lebih baik.
Pemangkasan pucuk juga dapat dilakukan ketika tanaman sudah cukup kuat untuk membantu mengendalikan tinggi pohon dan mendorong pertumbuhan cabang samping. Hindari pemangkasan berlebihan dan pilih waktu yang tepat, terutama ketika tanaman tidak sedang aktif tumbuh atau menghadapi kondisi cuaca yang terlalu basah.
7. Lakukan Penyayatan Batang dengan Hati-Hati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558172/original/025587300_1776408778-Lakukan_Penyayatan_Batang_Secara_Hati-hati.jpg)
Penyayatan batang merupakan teknik yang kadang digunakan untuk merangsang tanaman memasuki fase reproduktif. Tujuannya adalah memengaruhi distribusi hasil fotosintesis sehingga sebagian sumber daya tanaman lebih diarahkan untuk mendukung pembentukan bunga dan buah.
Namun, teknik ini tidak boleh dilakukan sembarangan karena luka pada batang dapat menjadi pintu masuk patogen jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, penyayatan sebaiknya dilakukan secara hati-hati dan hanya pada tanaman yang sudah cukup kuat serta dalam kondisi sehat.
Advertisement
8. Kendalikan Gulma, Hama, dan Penyakit
Gulma yang tumbuh di sekitar pohon dapat bersaing dalam mendapatkan air dan unsur hara. Bersihkan area sekitar tanaman secara rutin agar pertumbuhan pohon tidak terganggu. Selain gulma, periksa daun, batang, dan buah secara berkala untuk mendeteksi hama atau penyakit sejak awal.
Gangguan seperti kutu putih dan penyakit tertentu dapat menurunkan kesehatan tanaman sehingga produksi buah ikut terdampak. Penanganan sebaiknya dilakukan sesuai jenis gangguan agar pohon tetap sehat dan mampu mengalokasikan energi untuk pertumbuhan serta pembuahan.
9. Lindungi Buah dari Serangan Hama
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257583/original/002867900_1781248889-cb3d51a1-cbe4-44dd-9310-ee45f17644b0.jpg)
Ketika pohon mulai menghasilkan buah, perlindungan terhadap buah yang berkembang juga penting dilakukan. Buah nangka dapat mengalami kerusakan akibat serangan serangga, termasuk lalat buah. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah membungkus buah ketika ukurannya sudah memungkinkan untuk dilindungi.
Selain mengurangi risiko serangan hama, pembungkusan membantu menjaga kondisi permukaan buah hingga mendekati waktu panen. Periksa buah secara berkala dan segera tangani jika ditemukan tanda serangan agar kerusakan tidak semakin meluas.
Advertisement
10. Lakukan Penjarangan Buah
Jika pohon sudah mulai menghasilkan banyak buah, penjarangan dapat dilakukan untuk membantu mengatur beban tanaman. Buah yang berukuran sangat kecil, bentuknya kurang baik, rusak, atau perkembangannya tidak optimal dapat dipilih untuk dibuang.
Dengan demikian, sumber daya tanaman dapat lebih terfokus pada buah yang sehat dan memiliki peluang berkembang dengan baik. Penjarangan juga membantu mengurangi persaingan antarbbuah dalam memperoleh nutrisi. Lakukan secara selektif agar jumlah buah yang dipertahankan tetap sesuai dengan kemampuan pohon.
Pertanyaan Seputar Cara Mengatasi Nangka yang Cepat Besar tetapi Lambat Berbuah
Apa penyebab pohon nangka cepat besar tapi lambat berbuah?
Pohon nangka yang cepat besar tapi lambat berbuah umumnya disebabkan oleh fokus pertumbuhan vegetatif, usia tanaman yang belum matang (di bawah 3-4 tahun), pemupukan nitrogen berlebihan, kondisi lingkungan ekstrem, penyiraman tidak tepat, serta serangan hama dan penyakit.
Berapa usia ideal pohon nangka mulai berbuah?
Pohon nangka umumnya mulai berbuah setelah mencapai usia 3-4 tahun.
Pupuk seperti apa yang cocok untuk merangsang pembuahan nangka?
Untuk merangsang pembuahan, gunakan pupuk yang seimbang, bukan hanya tinggi nitrogen. Pupuk organik (sekitar 650 gram per pohon untuk lahan kurang subur) dan pupuk NPK Phonska (100 gram setiap 3 bulan setelah panen) direkomendasikan. Pupuk organik cair khusus (booster) yang mengandung multivitamin, mineral, unsur hara makro dan mikro lengkap, asam amino, serta hormon pertumbuhan juga dapat digunakan.
Bagaimana cara memangkas pohon nangka agar berbuah lebat?
Pemangkasan penting untuk mengoptimalkan pembuahan. Buanglah cabang yang mati, sakit, atau tumbuh terlalu rapat. Pangkas pucuk utama setelah tanaman cukup kuat untuk mengerdilkan pohon dan merangsang cabang samping. Waktu terbaik adalah setelah musim berbuah atau saat pohon tidak aktif tumbuh, hindari musim hujan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5491146/original/066985700_1770086696-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-03T094228.234.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310252/original/082011100_1785311876-Cempedak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352054/original/004309900_1789724675-Gemini_Generated_Image_o4noq5o4noq5o4no.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567822/original/032235000_1777340869-Gemini_Generated_Image_mspfwbmspfwbmspf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483970/original/082254600_1769410021-Jambu_Air_Varietas_Kerdil__Kesan_Tropis_yang_Teduh.jpg)