Liputan6.com, Jakarta - Punya pohon kelengkeng di halaman rumah tetapi pertumbuhannya justru menjulang tinggi dan sulit dipanen? Kondisi seperti ini cukup sering terjadi ketika pohon dibiarkan tumbuh tanpa pembentukan tajuk sejak awal.
Padahal, pohon kelengkeng bisa dirawat agar tetap pendek dengan bentuk tajuk yang lebih melebar. Bukan cuma lebih mudah dipanen, cara ini juga membuat cabang produktif lebih mudah mendapatkan sinar matahari. Lantas, bagaimana cara membuat pohon kelengkeng pendek tapi cepat berbuah lebat?
Kuncinya bukan sekadar memangkas bagian atas pohon, tetapi mengatur bentuk tajuk, mencukupi kebutuhan nutrisi, memberikan sinar matahari, serta menjaga tanaman dari serangan hama. Berikut ulasan lengkap Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber.
Advertisement
1. Mulai dengan Memilih Bibit Kelengkeng yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7442614/original/018149400_1780218533-4ba80797-b15e-4ced-ad4a-109d04b632c7.jpg)
Keinginan memiliki pohon kelengkeng pendek dan cepat berbuah sebaiknya dimulai sejak memilih bibit.
Jika menanam dari biji, tanaman membutuhkan waktu cukup panjang untuk mencapai fase berbuah dan sifat tanaman juga tidak selalu sama dengan induknya. Untuk halaman rumah, bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau sambung pucuk bisa menjadi pilihan.
Pilih bibit yang batangnya sehat, kokoh, tidak menunjukkan bekas serangan hama, serta memiliki pertumbuhan daun yang baik. Bibit yang berkualitas akan memudahkan proses pembentukan tanaman ketika mulai tumbuh di lahan.
2. Jangan Biarkan Pohon Tumbuh Lurus ke Atas
Kesalahan yang sering dilakukan adalah membiarkan satu batang utama terus tumbuh tinggi.
Jika tujuan Anda adalah mendapatkan pohon yang mudah dipanen, pertumbuhan vertikal perlu dikendalikan. Saat tanaman sudah cukup kuat, lakukan pemangkasan untuk membentuk beberapa cabang utama yang menyebar ke samping.
Cabang yang tumbuh terlalu tegak dapat dipangkas secara bertahap. Dengan begitu, energi pertumbuhan tanaman diarahkan untuk membentuk tajuk yang lebih melebar.
Bentuk seperti ini juga membuat proses pemanenan kelengkeng jauh lebih praktis, terutama jika pohon ditanam di halaman rumah.
3. Pangkas Cabang yang Terlalu Rapat
Pemangkasan bukan berarti memotong sebanyak-banyaknya. Justru, pohon yang dipangkas terlalu berat dapat mengalami pertumbuhan tunas baru secara berlebihan.
Prioritaskan cabang yang:
- Saling bertumpuk.
- Saling bersilangan.
- Tumbuh ke bagian dalam tajuk.
- Kering atau rusak.
- Terserang penyakit.
- Tumbuh terlalu tegak dan tidak diperlukan untuk membentuk tajuk.
Cabang yang sehat dan memiliki posisi baik sebaiknya tetap dipertahankan.
Tujuannya adalah mendapatkan tajuk yang terbuka sehingga sinar matahari dapat masuk ke bagian dalam tanaman.
Advertisement
4. Pastikan Kelengkeng Mendapat Sinar Matahari Penuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675775/original/006133800_1780470909-Pohon_Kelengkeng.jpeg)
Salah satu hal yang tidak boleh diabaikan dalam perawatan kelengkeng adalah cahaya. Tanaman kelengkeng membutuhkan sinar matahari penuh untuk mendukung pertumbuhan dan produktivitasnya. Karena itu, jangan menanamnya terlalu dekat dengan pohon besar atau bangunan yang membuat tanaman terus berada di tempat teduh.
Menurut informasi dari Kementerian Pertanian, lengkeng dapat tumbuh pada suhu sekitar 20-33 derajat Celsius dengan kelembapan relatif 65-90 persen. Tanaman ini juga cocok pada pH tanah sekitar 5,5-6,5. Artinya, selain memangkas pohon agar pendek, kondisi tempat tumbuh juga harus diperhatikan.
5. Gunakan Tanah yang Gembur
Akar yang sehat menjadi salah satu modal penting untuk menghasilkan tanaman yang produktif. Lengkeng menyukai tanah yang gembur, memiliki lapisan cukup tebal, serta mampu menyimpan air dengan baik. Beberapa jenis tanah yang sesuai antara lain andosol, vertisol, latosol, dan tanah laterit.
Untuk tanaman di halaman rumah, tanah dapat dicampur dengan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang yang sudah matang. Yang tidak kalah penting, pastikan lokasi penanaman memiliki drainase baik. Tanah yang terus tergenang dapat mengganggu kondisi akar.
6. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman
Pupuk memang penting, tetapi pemberiannya tidak boleh asal banyak. Pada fase pertumbuhan, tanaman membutuhkan nutrisi untuk membentuk akar, batang, dan daun. Ketika tanaman sudah dewasa dan mulai diarahkan untuk berbuah, keseimbangan nutrisi perlu diperhatikan.
Pemberian nitrogen secara berlebihan pada tanaman yang sudah ditargetkan untuk berbunga dapat membuat pertumbuhan vegetatif terlalu dominan.
Karena itu, jangan hanya mengejar pohon dengan daun yang sangat rimbun. Perhatikan juga keseimbangan antara pertumbuhan vegetatif dan fase generatif.
7. Atur Penyiraman, Jangan Membuat Tanah Selalu Basah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315454/original/059068900_1782182889-Perawatan_Pohon_Kelengkeng.jpeg)
Pohon kelengkeng membutuhkan air, tetapi bukan berarti tanah harus selalu basah. Kementerian Pertanian menyarankan penyiraman dilakukan teratur 2 kali sehari saat baru ditanam dan selanjutnya sesuai kondisi tanaman.
Saat musim kemarau, penyiraman perlu disesuaikan dengan kondisi tanah dan umur tanaman. Sebaliknya, ketika hujan turun cukup sering, penyiraman tambahan mungkin tidak diperlukan.
Perhatikan juga drainase di sekitar pohon. Air yang menggenang terlalu lama dapat membuat akar bermasalah. Jika pohon kelengkeng ditanam dalam pot atau tabulampot, kondisi media perlu lebih sering diperiksa karena volume tanahnya terbatas.
8. Bentuk Tajuk Rendah agar Buah Lebih Mudah Dipanen
Jika pohon sudah mulai membentuk cabang, arahkan pertumbuhannya agar tidak hanya menuju ke atas. Cabang yang menyebar ke samping akan membentuk tajuk yang lebih rendah dan melebar. Saat dilakukan secara rutin, metode ini dapat membantu menjaga pohon tetap berada pada ketinggian yang lebih mudah dijangkau.
Inilah salah satu bagian penting dalam cara membuat pohon kelengkeng pendek tapi cepat berbuah lebat.
Pohon pendek juga memberikan keuntungan lain. Anda akan lebih mudah memeriksa kondisi daun, bunga, buah, dan batang tanpa harus menggunakan tangga terlalu tinggi.
9. Jangan Sembarangan Memberikan Perangsang Bunga
Pohon kelengkeng yang sudah besar tetapi belum berbunga memang bisa membuat pemiliknya tidak sabar. Namun, jangan langsung menggunakan bahan perangsang pembungaan tanpa mengetahui varietas dan kondisi tanaman. Respons setiap tanaman dapat berbeda.
Sebelum melakukan perlakuan pembungaan, periksa terlebih dahulu apakah tanaman mendapatkan cahaya cukup, kondisi akar sehat, nutrisi seimbang, dan pertumbuhannya sudah memasuki fase yang sesuai. Dengan kata lain, perangsangan bunga bukan pengganti perawatan dasar.
Advertisement
10. Waspadai Kelelawar Saat Buah Mulai Muncul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564673/original/007064200_1776992964-unnamed__1_.jpg)
Masalah tidak berhenti ketika bunga berhasil menjadi buah. Kelengkeng yang mulai matang justru memiliki ancaman lain, salah satunya kelelawar.
Berdasarkan informasi dari Pusat Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian, kelelawar termasuk hama utama tanaman lengkeng. Buah yang masih muda maupun sudah matang dapat mengalami kerusakan karena dimakan.
Untuk mengurangi serangan, buah dapat dilindungi dengan pembungkusan atau menggunakan jaring pengaman. Kementerian Pertanian menjelaskan ada beberapa metode pengalihan aroma, seperti menggantung ikan asin atau terasi dalam plastik berlubang serta menanam buah kersen yang disukai kelelawar.
Untuk pohon kelengkeng di pekarangan, penggunaan jaring pelindung dapat menjadi pilihan yang relatif praktis.
11. Periksa Batang dari Serangan Ulat Penggerek
Selain buah, batang juga perlu diperiksa secara berkala. Ulat penggerek batang (Zeuzera coffeae) membuat lubang gerekan pada batang. Serangan tersebut dapat mengganggu distribusi air dan nutrisi sehingga bagian tanaman dari titik gerekan hingga pucuk dapat mengalami kematian.
Batang yang terserang dapat dipotong dan dimusnahkan. Kementerian Pertanian juga menyebut penggunaan patogen serangga Beauveria bassiana pada lubang gerekan sebagai salah satu metode pengendalian. Jika insektisida diperlukan, gunakan produk yang terdaftar dan ikuti dosis serta petunjuk penggunaannya pada label.
12. Kumbang Pengisap Bunga dan Buah Juga Perlu Diwaspadai
Ketika pohon mulai berbunga dan berbuah, periksa bagian cabang serta bunga secara rutin.
Kumbang pengisap bunga dan buah (Tessarotoma sp.) termasuk hama yang dapat merusak tanaman kelengkeng.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah menjaga keberadaan musuh alami seperti Anastatus sp., Micropanurus sp., dan Eupelmid sp.
Penanaman refugia di sekitar tanaman juga dapat membantu menyediakan habitat bagi organisme yang bermanfaat.
Ekstrak daun gamal atau mimba juga disebut sebagai salah satu pilihan pengendalian.
13. Jangan Biarkan Kutu Putih Berkembang di Tajuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310872/original/091773200_1785378352-watermarked_img_9606818118915072403.jpg)
Kutu putih atau dompolan (Planococcus citri) biasanya ditemukan bergerombol pada daun, ranting, bunga, maupun buah. Hama ini mengisap cairan tanaman dan menghasilkan embun madu. Cairan tersebut dapat menjadi media tumbuh cendawan jelaga dan juga disukai semut.
Karena itu, jika menemukan banyak semut pada bagian tanaman yang dipenuhi kutu putih, kondisi tersebut perlu segera diperiksa.
Salah satu cara pengendalian yang disebutkan Kementerian Pertanian adalah mengatur kerapatan tajuk agar cahaya matahari bisa masuk dan kelembapan berkurang. Area di bawah tajuk juga sebaiknya dibersihkan dari sarang semut.
Untuk membantu meluruhkan lapisan lilin pada kutu putih, sumber Kementerian Pertanian mencantumkan penggunaan detergen atau sabun pencuci piring dengan konsentrasi 1 ml per liter air.
Pengendalian biologis juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan predator Curinus coeruleus, patogen serangga Beauveria bassiana, serta menanam refugia. Jika serangan sudah berat, insektisida terdaftar dapat digunakan sesuai aturan dan dosis pada label.
14. Pangkas Lagi Setelah Panen
Perawatan tidak selesai setelah buah dipanen. Setelah panen, periksa kembali kondisi tajuk. Cabang yang kering, rusak, terserang penyakit, atau tumbuh terlalu rapat dapat dirapikan.
Pemangkasan setelah panen juga menjadi kesempatan untuk mempertahankan bentuk pohon agar tidak kembali tumbuh terlalu tinggi.
Jangan menunggu pohon sudah menjulang baru melakukan pemangkasan. Perawatan secara berkala akan jauh lebih mudah dibandingkan memangkas banyak cabang sekaligus.
15. Kesalahan yang Membuat Pohon Kelengkeng Sulit Berbuah
Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari jika ingin mendapatkan pohon kelengkeng yang pendek dan produktif.
- Membiarkan batang utama terus tumbuh ke atas.
- Memangkas terlalu banyak dalam satu waktu.
- Memberikan pupuk nitrogen secara berlebihan.
- Menanam kelengkeng di tempat yang kurang cahaya.
- Membiarkan air menggenang di sekitar akar.
- Tidak memeriksa batang dari lubang penggerek.
- Membiarkan tajuk terlalu rapat.
- Tidak melindungi buah dari kelelawar.
- Menggunakan zat perangsang bunga tanpa mengetahui kondisi tanaman.
Pada akhirnya, cara membuat pohon kelengkeng pendek tapi cepat berbuah lebat perlu dilakukan dengan menggabungkan pembentukan tajuk dan perawatan tanaman secara konsisten. Pohon yang pendek akan lebih mudah dipantau, sementara tajuk yang sehat dan mendapatkan cahaya cukup memberi kondisi yang lebih baik untuk pertumbuhan bunga dan buah.
Pertanyaan Seputar Cara Membuat Pohon Kelengkeng Pendek tapi Cepat Berbuah Lebat
Apakah pohon kelengkeng bisa dibuat pendek?
Bisa. Pemangkasan bentuk dapat dilakukan secara bertahap untuk mengurangi pertumbuhan terlalu tinggi dan mengarahkan cabang agar menyebar ke samping. Jangan memangkas secara berlebihan dalam satu waktu.
Mengapa pohon kelengkeng sudah besar tetapi belum berbuah?
Penyebabnya bisa beragam, seperti varietas, umur tanaman, kurangnya sinar matahari, ketidakseimbangan nutrisi, kondisi air, atau tanaman belum memasuki fase pembungaan. Periksa kondisi tanaman secara menyeluruh sebelum memberikan perlakuan khusus untuk merangsang bunga.
Bagaimana agar pohon kelengkeng tetap pendek dan buahnya mudah dipanen?
Lakukan pemangkasan bentuk secara rutin, pertahankan beberapa cabang utama yang menyebar, dan pangkas cabang yang tumbuh terlalu tegak atau terlalu rapat. Dengan tajuk yang lebih rendah dan melebar, pohon lebih mudah dirawat sekaligus dipanen.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489908/original/070071700_1769946135-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-01T182051.705.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5260255/original/062425500_1750565237-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323057/original/029470100_1786598614-cek_fakta_-_jusuf_kalla_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629942/original/031884900_1778227485-kelengkeng_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329377/original/025129800_1787276759-722f8caa-874f-46fc-a841-0422d7fe4fe1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310820/original/078698300_1785373848-d3b8eeb6-3620-4076-8f28-b7f8a77f251e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305812/original/057403400_1784803611-b73c493b-cdfd-49e9-98d4-37afb0070b18.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294472/original/059503800_1783838125-Pohon_Kelengkeng_yang_Pendek_Tapi_Berbuah_Lebat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7441494/original/076205800_1780217359-35733463-93f1-4f03-9b22-73cb35397d20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569423/original/090136500_1777442007-Berikan_ke_Ayam_Secara_Rutin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6285918/original/059444500_1779160685-unnamed__45_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629936/original/033893000_1778227483-kele.jpg)