Pasar Kripto Melemah, Bos Tokocrypto Optimistis Bull Market Segera Hadir

Kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen global memicu tren bearish di pasar kripto. Namun, Tokocrypto melihat kondisi ini sebagai peluang.

Diterbitkan 19 September 2026, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) berdampak pada pelemahan pasar kripto. Meski demikian, Tokocrypto memperkirakan kondisi ini tidak akan berlangsung lama.

Di tengah melemahnya pasar kripto, mayoritas investor memang memilih bermain aman, tetapi tak sedikit pula yang memanfaatkan momentum ini untuk menyerok aset pilihan.

"Kenaikan suku bunga otomatis membuat banyak investor lebih memilih aset yang lebih aman (safe haven). Efek ini sebenarnya tidak hanya terjadi di dunia kripto, tetapi di seluruh instrumen investasi. Namun, semua kembali lagi pada risk appetite dan strategi investasi masing-masing," tutur COO Tokocrypto, Dema Tio, dikutip Sabtu (19/9/2026).

Dema menambahkan, sebagian investor justru menganggap tren penurunan ini sebagai momentum tepat untuk masuk ke pasar.

"Banyak juga yang melihat, ketika orang-orang sedang takut, now is a good time to buy (sekarang adalah waktu yang tepat untuk membeli)," jelasnya.

 

Persiapan Menuju Bull Market

Pandangan senada disampaikan oleh CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. Ia menilai penaikan suku bunga justru menjadi fondasi awal sebelum pasar kembali bergairah.

"Ini saat yang tepat untuk berinvestasi. Kenaikan suku bunga itu sebenarnya bentuk persiapan menuju bull market," ungkap Calvin.

Optimisme ini didukung oleh volume transaksi kripto yang dinilai masih kuat, meskipun secara umum mengalami penurunan aktivitas dibanding biasanya. Selain kebijakan The Fed, faktor eksternal seperti tidak lolosnya rancangan undang-undang Clarity Act di Amerika Serikat turut memengaruhi penurunan pasar secara global.

"Setiap hari volume transaksi kripto di platform kami masih sangat besar. Namun, secara keseluruhan—bukan cuma di Indonesia, melainkan secara global—memang sedang menurun. Kebijakan di AS seperti tidak lolosnya Clarity Act ikut memberi efek ke pasar," terang Calvin.

Calvin menegaskan bahwa fase bearish ini bersifat sementara dan pasar diyakini bakal segera bangkit.

"Kami percaya kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Suku bunga The Fed yang mulai naik itu salah satu indikatornya. Nanti pasar akan bullish lagi. Mungkin ada potensi drop sekali lagi, tetapi setelah itu akan segera bounce back," tuturnya.

 

Rencana Strategis Menanggapi Lesunya Pasar

Calvin tidak memungkiri bahwa tekanan pada pasar kripto sudah terasa sejak awal tahun.

"Memang dari awal tahun sampai saat ini pasar sedang bearish atau tidak seseru biasanya," ujar Calvin.

Kendati demikian, Tokocrypto tetap optimistis dengan terus meluncurkan pelbagai inovasi demi menjaga gairah investasi pengguna. Salah satunya adalah diversifikasi produk investasi digital.

"Karena bergerak di industri ini, kami selalu optimistis. Makanya, kami tidak hanya menawarkan kripto. Seperti yang disebutkan Pak Dema, kami juga menghadirkan US Tokenized Stocks. Jadi, pengguna bisa mulai melirik aset digital lain di luar kripto," kata Calvin.

Selain diversifikasi aset, Tokocrypto juga menyiapkan serangkaian langkah strategis lain seperti menggelar kompetisi trading, program kampanye berhadiah (reward) kripto, pendaftaran aset kripto baru, serta pengembangan fitur-fitur investasi pendukung lainnya.

  • liputan6
    Aset kripto digunakan sebagai investasi komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
    Kripto
  • liputan6
    Mata uang kripto adalah mata uang digital.
    mata uang kripto
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    The Fed adalah salah satu bank sentral di AS yang tertua dan berdiri sejak tahun 1913 melalui kongres.
    The Fed
  • liputan6
    Persentase dari pokok utang yang dibayarkan sebagai imbal jasa (bunga) dalam suatu periode tertentu disebut suku bunga.
    suku bunga