Cara Membuat Pohon Anggur Pendek Tapi Penuh Dompolan Buah, Ikuti 9 Langkah Jitu Ini

Ingin sukses menanam anggur di lahan sempit? Simak panduan lengkap tabulampot anggur mulai dari bibit unggul, media tanam poros, hingga teknik pemangkasan.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 10:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang pohon anggur harus tinggi dan memakan banyak tempat di halaman rumah? Dengan menggunakan teknik budidaya yang tepat dan terukur, pohon anggur dengan ukuran yang relatif pendek sekalipun terbukti mampu menghasilkan dompolan buah yang sangat lebat dan memuaskan.

Tren menanam anggur di dalam pot atau yang lebih dikenal sebagai tabulampot kini semakin populer di kalangan masyarakat perkotaan. Metode ini menjadi solusi cerdas bagi para pecinta tanaman yang memiliki keterbatasan lahan, seperti di area rooftop gedung, balkon, atau teras rumah yang sempit.

Sebagai bukti nyata dari keberhasilan metode ini, seorang praktisi anggur di kawasan Jakarta Selatan berhasil membuahkan hingga 36 klaster buah dalam pot berukuran 100 liter. Artikel ini akan mengupas tuntas dan membagikan langkah-langkah sistematis mengenai cara membuat pohon anggur pendek tapi penuh dompolan buah dari nol hingga siap panen. Simak panduan selengkapnya berikut ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (28/7/2026).

 

1. Pilih Bibit Unggul Hasil Okulasi/Grafting

Langkah awal yang paling krusial dalam budidaya ini adalah menggunakan bibit tanaman yang berasal dari hasil grafting atau sambung pucuk. Pilihlah varietas anggur impor yang memiliki sifat genjah atau sangat mudah berbuah agar hasil akhirnya bisa segera dinikmati.

Bibit hasil okulasi terbukti jauh lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan bibit yang ditanam melalui metode stek biasa. Keunggulan ini didapat karena bibit okulasi sudah memiliki sistem perakaran yang jauh lebih kuat dan mapan dari batang bawah atau rootstock yang digunakan.

Sebagai tips praktisnya, Anda dapat menanam rootstock terlebih dahulu seperti jenis Kober atau SO4 hingga tumbuh mapan selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu, lakukan proses top working atau sambung pucuk dengan varietas unggul, di mana waktu dari sambung pucuk hingga pembentukan percabangan siap buah memakan waktu sekitar tiga bulan, sehingga total waktu dari awal tanam rootstock adalah empat bulan.

2. Siapkan Media Tanam Poros dengan Perbandingan Tepat

Media tanam memegang peranan vital dalam menentukan kesuksesan pertumbuhan tanaman anggur di dalam wadah terbatas. Gunakan pot berukuran besar antara 75 hingga 100 liter dengan diameter sekitar 1 meter untuk memberikan ruang gerak yang leluasa bagi perkembangan akar tanaman.

Komposisi media tanam yang dianjurkan menggunakan perbandingan 5:1:1, yang terdiri dari 5 bagian sekam bakar agar media menjadi sangat poros, 1 bagian tanah Lembang atau tanah gembur, serta 1 bagian kotoran kambing fermentasi sebagai pupuk kandang yang matang. Anda juga bisa menambahkan sedikit TSP dan dolomit untuk menyeimbangkan tingkat keasaman tanah serta mencukupi kebutuhan kalsium tanaman.

Perlu dicatat dengan baik bahwa faktor nomor satu penyebab kematian pada tanaman anggur bukanlah kekurangan air atau kekeringan, melainkan media tanam yang buruk. Media tanam yang tidak steril atau terlalu padat justru akan memicu timbulnya berbagai hama dan penyakit berbahaya bagi akar.

3. Bentuk Batang Primer & Sekunder (Single Cordon)

Pengaturan bentuk kerangka tanaman sangat menentukan estetika serta produktivitas buah di kemudian hari. Peliharalah satu batang utama atau batang primer hingga mencapai ketinggian 1 sampai 1,5 meter, lalu belokkan ke arah kiri dan kanan untuk membentuk cabang sekunder menggunakan sistem single cordon tulang ikan.

Panjang cabang sekunder ini harus disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang Anda miliki, dengan syarat minimal terdapat 15 helai daun yang menandakan tingkat kematangan cabang tersebut. Panjang ideal untuk cabang sekunder ini biasanya berkisar antara 1 hingga 1,5 meter.

Prinsip dasar yang harus dipegang adalah semakin panjang cabang sekunder yang dipelihara, maka akan semakin banyak pula cabang tersier yang bisa ditumbuhkan. Pada akhirnya, jumlah potensi kemunculan buah yang dihasilkan juga akan menjadi semakin melimpah.

 

4. Tumbuhkan & Atur Cabang Tersier

Setelah cabang sekunder terbentuk dengan baik, tahap selanjutnya adalah menumbuhkan cabang-cabang tersier di sepanjang cabang sekunder tersebut. Atur jarak antar cabang tersier secara ideal sekitar 10 hingga 15 centi meter agar berfungsi secara optimal sebagai pemegang bakal buah.

Biarkan cabang-cabang tersier tersebut tumbuh secara vegetatif hingga benar-benar matang sepenuhnya. Kematangan ini ditandai secara visual dengan perubahan warna kulit batang yang mulanya hijau kini berubah menjadi kecoklatan dan berkayu, serta tidak adanya lagi pertumbuhan daun muda di bagian pucuknya.

Selama proses ini berlangsung, rapikan tanaman dengan cara membuang tunas-tunas air yang tidak diperlukan. Pastikan Anda hanya membiarkan tunas-tunas tertentu yang diproyeksikan akan menjadi titik kemunculan bunga pada fase pembuahan berikutnya.

5. Lakukan Pemupukan Generatif

Ketika struktur percabangan tanaman sudah terbentuk secara sempurna dan dinyatakan siap berbuah, mulailah memasuki tahap pemupukan generatif. Jenis pupuk ini dirancang khusus untuk merangsang proses pembungaan dan pembuahan secara maksimal pada tanaman anggur tabulampot Anda.

Campurkan bahan-bahan pupuk ke dalam 5 liter air dengan takaran yang pas, yang meliputi 5 gram MKP sebagai sumber Fosfor dan Kalium, 5 gram KNO₃ putih, 5 gram Boron, serta setengah sendok makan Magnesium sulfat. Larutan pupuk ini diaplikasikan dengan cara disiramkan ke media tanam secara rutin seminggu sekali.

Frekuensi pemupukan generatif ini cukup dilakukan sebanyak tiga kali aplikasi sebelum memasuki tahapan pemangkasan. Kandungan unsur hara makro seperti P dan K sangat dibutuhkan untuk mendukung pembentukan bunga yang lebat serta meningkatkan kualitas rasa manis pada buah nantinya.

6. Terapkan Teknik Stres Air

Teknik stres air merupakan salah satu kunci rahasia dalam dunia tabulampot untuk merangsang tanaman beralih dari fase vegetatif ke fase generatif. Proses ini dilakukan dengan cara menghentikan atau mengurangi penyiraman secara drastis guna memberi sinyal pada tanaman agar segera berbunga.

Lakukan pengurangan air ini selama kurang lebih 20 hari atau sampai daun tanaman menunjukkan tanda-tanda kekeringan yang cukup ekstrem. Indikator keberhasilannya adalah ketika sekitar 80 persen daun mengering dan hanya menyisakan sedikit warna hijau di bagian ujungnya saja.

Anda tidak perlu merasa khawatir atau takut pohon akan mati karena proses ini, sebab tanaman anggur pada dasarnya berasal dari wilayah kering dan sangat tahan terhadap kekeringan. Selama kondisi media tanam dan sistem perakaran di dalam pot dalam keadaan sehat, pemulihan akan terjadi dengan cepat setelah penyiraman normal dilanjutkan.

7. Lakukan Pemangkasan Pendek (Short Spur Pruning)

Setelah periode stres air selesai dilakukan dan sebagian besar daun tanaman telah mengering, saatnya melakukan pemangkasan produktif. Pangkaslah cabang-cabang tersier dengan cara hanya menyisakan 1 hingga 2 mata tunas saja dari pangkal batangnya atau yang sering disebut short spur pruning.

Secara ilmiah, unsur hara Fosfor dan Kalium yang telah dipupukkan sebelumnya akan bermuara dan menumpuk di bagian pangkal cabang. Dengan memangkasnya secara pendek, seluruh konsentrasi nutrisi tersebut akan terpusat pada 1 hingga 2 mata tunas yang tersisa, sehingga ampuh memicu pecahnya mata tunas menjadi dompolan bunga.

Setiap varietas anggur mungkin memiliki karakteristik respons yang sedikit berbeda terhadap pemangkasan pendek ini. Sebagai contoh, untuk varietas seperti Andre 53 umumnya cukup dipangkas menyisakan 1 mata tunas saja, sedangkan varietas Red Ross membutuhkan sisiran 2 hingga 3 mata tunas.

 

8. Siram Jenuh & Beri Pupuk Nitrogen

Segera setelah proses pemangkasan pendek selesai dikerjakan, langkah berikutnya adalah menyiram media tanam secara jenuh atau sebanyak-banyaknya selama tujuh hari berturut-turut. Penyiraman masif ini bertujuan untuk mengembalikan pasokan kelembaban secara instan setelah masa stres air sebelumnya.

Berikan pula tambahan pupuk dengan kandungan unsur nitrogen yang tinggi, yang bisa bersumber dari kotoran kambing fermentasi atau pupuk sintetik khusus. Pemberian nitrogen ini berfungsi untuk "membangunkan" tanaman dari masa dormansi dan mendorong tunas baru segera tumbuh subur.

Begitu tunas-tunas baru mulai bermunculan dan membawa bakal bunga, hentikan segala bentuk pemupukan kimia sampai buah berbentuk pentil atau berry jadi. Setelah ukuran berry mulai terlihat jelas, Anda bisa kembali melanjutkan pemupukan generatif rutin menggunakan campuran MKP, KNO₃, Boron, dan Magnesium sulfat seminggu sekali.

 

9. Perawatan Tambahan agar Dompolan Maksimal

A. Penjarangan Bunga/Buah

Lakukan penjarangan dengan cara membuang sebagian bunga atau buah yang tumbuh terlalu menumpuk dan padat. Hal ini bertujuan agar dompolan buah yang tersisa mendapatkan nutrisi yang cukup sehingga bisa tumbuh menjadi buah yang besar, padat, dan seragam. Untuk tanaman yang masih berusia muda, batasi hanya dengan memelihara 2 klaster buah saja per pohon agar fisik tanaman tidak kehabisan energi.

B. Penyemprotan Fungisida & Insektisida

Penyemprotan pestisida secara berkala merupakan hal yang wajib dilakukan, khususnya pada periode setelah pemangkasan selesai. Langkah preventif ini sangat penting untuk melindungi tunas-tunas muda yang baru tumbuh agar terhindar dari serangan hama penghisap serta penyakit daun keriting. Anda bisa menggunakan produk perlindungan tanaman yang direkomendasikan seperti fungisida Tandem dan insektisida Promolis.

C. Penyiraman Otomatis

Untuk menjaga efisiensi waktu dan memastikan ketersediaan air harian tetap terjaga dengan baik, Anda dapat memasang sistem irigasi tetes otomatis pada tabulampot. Dengan menggunakan instalasi ini, tanaman anggur Anda akan disiram secara otomatis setiap pagi hari menggunakan air biasa tanpa harus merepotkan kegiatan rutin Anda.

D. Hentikan Pupuk Kimia 90 HSP

Memasuki fase pematangan buah menjelang waktu panen, tepatnya pada usia 90 Hari Setelah Pollinasi (HSP), seluruh aktivitas pemupukan kimiawi harus dihentikan total. Begitu juga dengan kegiatan penyemprotan pestisida, semuanya harus dihentikan demi menjaga keamanan konsumsi buah anggur yang bersih, sehat, dan bebas dari residu zat kimia berbahaya.

 

Pertanyaan Umum Seputar Cara Membuat Pohon Anggur Pendek tapi Berbuah Lebat

Q: Berapa lama durasi waktu yang dibutuhkan dari awal tanam hingga bisa panen dengan metode ini?

A: Dari awal penanaman bibit rootstock hingga masa panen buah biasanya membutuhkan waktu sekitar 4 sampai 5 bulan secara keseluruhan. Rincian waktunya meliputi 1 bulan untuk pemapanan rootstock, 3 bulan untuk proses sambung pucuk serta pembentukan percabangan, dan sekitar 1 hingga 2 bulan untuk masa pembuahan hingga buah matang.

Q: Apakah pohon anggur peliharaan kita bisa mati akibat diterapkannya teknik stres air?

A: Tidak, pohon anggur tidak akan mati karena teknik stres air yang terukur. Tanaman anggur merupakan jenis tanaman asal wilayah beriklim kering yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kekurangan air. Kematian pada tanaman anggur umumnya justru disebabkan oleh faktor media tanam yang buruk, tidak poros, atau adanya serangan hama dan penyakit pada akar.

Q: Apakah penggunaan zat pengatur tumbuh seperti GA3 hukumnya wajib dalam metode ini?

A: Penggunaan zat pengatur tumbuh jenis GA3 sama sekali tidak wajib dalam praktik budidaya ini. Berdasarkan pengalaman empiris para praktisi tabulampot, pohon anggur tetap mampu berbuah dengan ukuran dompolan yang lebat dan besar secara alami tanpa bantuan GA3, asalkan nutrisi pupuknya tercukupi dengan baik.

Q: Berapa ukuran dimensi pot minimal yang sangat direkomendasikan untuk menanam anggur tabulampot?

A: Ukuran pot minimal yang sangat disarankan adalah berkisar antara 75 hingga 100 liter dengan diameter lingkaran atas sekitar 1 meter. Penggunaan pot yang terlalu kecil dikhawatirkan dapat membatasi ruang pertumbuhan akar, sehingga penyerapan nutrisi menjadi terganggu dan produksi buahnya tidak bisa maksimal.

Q: Varietas anggur apa saja yang terbukti paling cocok dan responsif dengan metode pemangkasan pendek ini?

A: Beberapa varietas anggur impor yang telah teruji memiliki sifat genjah serta sangat responsif terhadap teknik pemangkasan pendek di antaranya adalah varietas Red Ross, Andre 53, Cerny Kristal, MS01, dan Livia. Varietas-varietas tersebut sangat direkomendasikan bagi pemula yang ingin sukses berbudidaya tabulampot di lahan sempit.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6