Bakery Hits Singapura Hadirkan Menu Eksklusif Indonesia, Padukan Teknik Artisan dan Cita Rasa Lokal

Tiong Bahru Bakery membuka gerai pertama di Jakarta dengan menu artisan khas Singapura dan kreasi eksklusif yang memadukan cita rasa lokal.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Aroma mentega yang menggoda, tekstur pastry berlapis, serta secangkir kopi yang menemani percakapan menjadi pengalaman yang ingin dihadirkan Tiong Bahru Bakery saat membuka gerai pertamanya di Indonesia.

Artisan bakery ikonik asal Singapura tersebut membawa semangat baru ke kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan menghadirkan perpaduan antara teknik pembuatan roti khas Eropa, karakter Singapura, dan sentuhan rasa yang lebih dekat dengan lidah masyarakat Indonesia.

Kehadirannya tidak hanya memperkenalkan deretan menu favorit dari Negeri Singa, tapi juga menghadirkan kreasi khusus yang dirancang eksklusif untuk pasar Indonesia.

Direktur Tiong Bahru Bakery Indonesia, Elvin Rahardja, mengatakan inovasi menu tersebut menjadi cara untuk membangun kedekatan dengan konsumen lokal melalui pengalaman rasa yang tetap mempertahankan identitas artisan bakery.

"Kami ingin menghadirkan sesuatu yang memiliki akar kuat dari Tiong Bahru Bakery, tapi juga memberikan pengalaman baru bagi pelanggan Indonesia melalui kreasi yang dibuat khusus untuk mereka," kata dia melalui siaran pers pada Lifestyle Liputan6.com, Rabu (5/8/2026).

Perpaduan tersebut terlihat melalui dua menu Limited Series yang hanya tersedia di Indonesia, yakni Chik Kwa Kouign Amann dan Crispy Floss Salted Egg Shio Pan. Kouign Amann dikenal dengan lapisan renyah dan karamelisasi khas yang dipadukan dengan elemen cita rasa lokal.

Sementara itu, Shio Pan menghadirkan karakter gurih melalui kombinasi salted egg dan crispy floss. Selain keduanya, terdapat hingga 52 pilihan produk yang dibuat segar setiap hari, mulai dari bakery, sandwich, dessert, hingga racikan kopi yang melengkapi momen bersantap dari pagi hingga sore.

 

Artisan Bakery

Menu ikonik seperti Butter Croissant, Kouign Amann, dan Salted Shio Pan kini dapat dinikmati oleh pencinta kuliner Jakarta. Setiap produk dibuat menggunakan bahan pilihan dengan perhatian terhadap tekstur, rasa, dan proses pengolahan.

Tiong Bahru Bakery juga memastikan seluruh sajian yang tersedia tidak mengandung pork maupun lard. Konsep artisan bakery yang dibawa tidak berhenti pada sajian makanan.

Ruang gerai dirancang sebagai tempat yang mampu mengikuti ritme kehidupan masyarakat modern, mulai dari menikmati sarapan sebelum beraktivitas, bekerja dengan nyaman, melakukan pertemuan santai, hingga menghabiskan waktu bersama keluarga dan komunitas.

Filosofi "croissant in hand, community at heart" menjadi gambaran bagaimana mereka melihat sebuah bakery sebagai ruang yang tumbuh bersama orang-orang di sekitarnya. Setiap sudut gerai dibuat dengan suasana hangat dan terbuka agar pengunjung dapat merasakan pengalaman yang lebih personal, bukan hanya datang untuk membeli makanan.

 

Terus Bawa yang Bahru

Dalam keterangan sebelumnya, Elvin berkata, "Jakarta merupakan kota pertama kami di Indonesia dan wilayah Kelapa Gading kami pilih karena memiliki komunitas yang kuat, serta destinasi bagi banyak keluarga dan pecinta kuliner."

Konsep "Terus Bawa yang Bahru" menjadi semangat yang dibawa ke Ibu Kota. Brand ini menerjemahkannya melalui tiga gagasan, yakni Warga Bahru, Experience Bahru, dan Rasa Bahru.

Warga Bahru mengajak masyarakat menjadi bagian dari komunitas yang dapat berkumpul dan berbagi cerita. Experience Bahru menempatkan bakery sebagai ruang yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas, bukan sekadar tempat membeli makanan.

Kemudian, Rasa Bahru berfokus pada sajian yang memadukan teknik roti Prancis dengan standar kualitas yang menjadi ciri khas bakery tersebut. Konsep ini hadir melalui berbagai pilihan pastry, sourdough, dan menu yang diproduksi fresh setiap hari.

Awal dari Sejumlah Program

Setiap gerai di Singapura memiliki karakter yang disesuaikan dengan lingkungan sekitarnya. Pendekatan serupa diterapkan di Jakarta agar ruang tersebut dapat berinteraksi dengan komunitas lokal, sementara lokasinya dimaksudkan untuk membuka akses bagi pengunjung untuk menikmati sajian bakery dalam suasana yang lebih santai.

Pembukaan ini menjadi awal dari sejumlah program yang melibatkan komunitas Jakarta. Pengelola menyiapkan kolaborasi dengan seniman dan kreator lokal, keterlibatan bersama komunitas kuliner dan gaya hidup di sekitar Kelapa Gading, serta eksplorasi menu musiman.

Tiong Bahru Bakery berdiri pada 2012 di kawasan Tiong Bahru, Singapura. Berawal dari sebuah bakery di Jalan Eng Hoon Nomor 56, brand tersebut kemudian berkembang menjadi jaringan artisan toko roti dengan sejumlah gerai di berbagai wilayah di Negeri Singa.