Harga Emas Antam Minggu 20 September 2026, Termurah Rp 1,36 Juta

Satu gram emas Antam stagnan di Rp 2,638 juta dan buyback Rp 2,473 juta.

Diterbitkan 20 September 2026, 10:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas batangan yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil pada perdagangan Minggu (20/9/2026).

Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.638.000 per gram, tidak berubah jika dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.

Hal yang sama berlaku untuk harga buyback atau harga beli kembali emas Antam. Harga buyback tetap berada di angka Rp 2.473.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan nominal yang diterima pemilik emas ketika menjual kembali emas batangannya kepada Antam. Sementara itu, harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi emas Antam kepada konsumen.

Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) pada Kamis (29/1/2026), yakni sebesar Rp 3.168.000 per gram dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Perlu diingat, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Rincian Harga Emas Antam

Rincian Harga Emas Antam Minggu (20/9/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.369.000
  • 1 gram: Rp 2.638.000
  • 2 gram: Rp 5.216.000
  • 3 gram: Rp 7.799.000
  • 5 gram: Rp 12.965.000
  • 10 gram: Rp 25.875.000
  • 25 gram: Rp 64.562.000
  • 50 gram: Rp 129.045.000
  • 100 gram: Rp 258.012.000
  • 250 gram: Rp 644.765.000
  • 500 gram: Rp 1.289.320.000
  • 1.000 gram: Rp 2.578.600.000

Mengingat harga emas yang dinamis, investor dan masyarakat yang hendak bertransaksi disarankan untuk selalu memeriksa pembaruan harga terbaru secara berkala.

Harga Emas Dunia Kemarin

Sebelumnya, harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam satu minggu pada Jumat, 18 September 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas ini membawa ke jalur kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu. Lonjakan harga emas dunia ini seiring koreksi harga minyak meredakan kekhawatiran akan tekanan inflasi yang berkepanjangan meski dolar Amerika Serikat (AS) menguat membatasi kenaikan itu.

Mengutip CNBC, Sabtu (19/9/2026), harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.352,39 per ons, setelah sempat menyentuh ke level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas telah naik 0,2% pada pekan ini.

Harga emas kontrak berjangka turun tipis 0,2% menjadi US$ 4.390,30.

"Penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak telah menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga (AS) dan mengambil posisi jual (short positions) untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi-posisi tersebut kini telah ditutup dengan cepat," ujar Presdent of World Markets EverBank, Chris Gaffney.

Harga minyak mentah Brent kembali turun untuk sesi ketiga berturut-turut karena meredanya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi mengimbangi kecemasan akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan dari kekhawatiran inflasi, tetapi risiko guncangan pasokan dari Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh minggu, membuat harga emas yang diperdagangkan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6