Cara Menanam Nanas di Pot agar Cepat Mengeluarkan Anakan, Begini Perawatan yang Tepat

Pelajari cara menanam nanas di pot agar cepat mengeluarkan anakan dengan media, penyiraman, dan pupuk tepat.

Diterbitkan 20 September 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menanam nanas di pot bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin memiliki tanaman buah di halaman rumah dengan lahan terbatas. Selain tidak membutuhkan area luas, nanas juga memiliki bentuk daun yang unik sehingga dapat berfungsi sebagai tanaman penghias sekaligus menghasilkan buah. Namun, jika tujuan utamanya adalah mendapatkan anakan nanas, perawatan tanaman perlu dilakukan dengan tepat agar pertumbuhannya sehat dan memiliki energi cukup untuk membentuk tunas baru.

Anakan biasanya muncul dari bagian pangkal tanaman setelah nanas memasuki fase tertentu dalam pertumbuhannya. Karena itu, cara menanam nanas di pot tidak hanya berfokus pada penanaman awal, tetapi juga pemilihan bibit, ukuran pot, media tanam, penyiraman, pemupukan, hingga pencahayaan. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan agar tanaman nanas tumbuh subur dan lebih berpeluang cepat menghasilkan anakan, dirangkum Liputan6.com pada Minggu (20/9/2026). 

1. Pilih Bibit Nanas yang Sehat

Langkah pertama dalam cara menanam nanas di pot adalah memilih bibit yang memiliki kondisi sehat. Bibit dapat berasal dari mahkota buah atau anakan yang sudah memiliki akar, tetapi untuk mendapatkan tanaman yang lebih cepat berkembang, anakan nanas yang sehat biasanya menjadi pilihan praktis. Pilih bibit dengan daun hijau, kokoh, tidak menunjukkan tanda busuk, serta memiliki bagian pangkal yang kuat.

Jika menggunakan mahkota nanas dari buah yang dibeli, potong bagian mahkota dengan hati-hati lalu bersihkan sisa daging buah yang menempel. Sisa daging buah yang terlalu banyak dapat meningkatkan risiko pembusukan ketika ditanam. Setelah itu, biarkan bagian pangkal mahkota mengering selama beberapa hari di tempat teduh sebelum ditanam.

Bibit yang sehat akan memiliki peluang lebih baik untuk membentuk sistem perakaran dan beradaptasi dengan media pot. Hindari bibit yang daunnya sudah banyak menguning, pangkalnya lembek, atau mengeluarkan bau tidak sedap karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya pembusukan.

2. Gunakan Pot dengan Drainase yang Baik

Pemilihan pot juga penting karena nanas tidak menyukai media yang terus-menerus tergenang air. Gunakan pot yang memiliki beberapa lubang drainase di bagian bawah sehingga kelebihan air setelah penyiraman dapat segera keluar. Ukuran pot sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bibit, kemudian dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar ketika tanaman berkembang.

Jangan langsung menggunakan pot yang terlalu besar untuk bibit kecil karena volume media yang terlalu banyak dapat membuat kelembapan bertahan lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi membuat akar kekurangan udara dan meningkatkan risiko busuk akar, terutama jika penyiraman dilakukan terlalu sering.

Pastikan bagian bawah pot tidak terhalang oleh tanah atau benda lain yang membuat air sulit mengalir. Anda dapat meletakkan pot di atas tatakan yang memungkinkan air keluar dengan bebas, tetapi jangan membiarkan pot terus berdiri dalam genangan air.

3. Buat Media Tanam yang Gembur

Media tanam menjadi salah satu faktor penting dalam cara menanam nanas di pot karena akar membutuhkan media yang cukup porous. Campuran tanah, kompos matang, dan sekam bakar dapat digunakan untuk menghasilkan media yang relatif gembur dan memiliki drainase baik.

Kompos membantu menyediakan bahan organik yang mendukung pertumbuhan tanaman, sementara sekam bakar dapat membantu membuat media tidak terlalu padat. Perbandingan bahan bisa disesuaikan dengan kondisi tanah yang tersedia, dengan prinsip utama membuat media tidak mudah memadat dan tidak menahan air secara berlebihan.

Sebelum digunakan, pastikan kompos benar-benar matang dan tidak masih mengalami proses pembusukan aktif. Media yang terlalu basah atau kompos yang belum matang dapat mengganggu perkembangan akar dan membuat kondisi pot kurang ideal bagi pertumbuhan nanas.

4. Tanam Bibit Nanas dengan Kedalaman yang Tepat

Setelah pot dan media siap, buat lubang tanam yang ukurannya cukup untuk menempatkan bagian pangkal bibit. Masukkan bibit secara tegak, kemudian tutup bagian akar atau pangkalnya dengan media secukupnya. Jangan menimbun bagian tengah tanaman atau titik tumbuh daun karena dapat meningkatkan risiko pembusukan.

Tekan media secara perlahan agar bibit berdiri kokoh, tetapi jangan memadatkannya terlalu kuat. Akar tetap membutuhkan ruang udara untuk berkembang dan menyerap air serta unsur hara dari media.

Setelah penanaman selesai, berikan air secukupnya untuk membantu media menempel pada akar. Penyiraman awal tidak perlu dilakukan sampai pot benar-benar basah kuyup karena kondisi terlalu lembap justru dapat menghambat proses adaptasi bibit.

5. Letakkan Pot di Tempat yang Mendapat Sinar Matahari

Nanas termasuk tanaman yang membutuhkan cahaya matahari cukup untuk mendukung pertumbuhan. Letakkan pot di area terbuka yang mendapatkan sinar matahari, terutama pada pagi hingga siang hari. Pencahayaan yang memadai membantu tanaman menghasilkan energi untuk pertumbuhan daun, akar, dan perkembangan keseluruhan tanaman.

Jika tanaman baru saja dipindahkan dari tempat teduh, berikan kesempatan untuk beradaptasi terhadap paparan matahari secara bertahap. Perubahan mendadak dari kondisi minim cahaya ke panas yang sangat terik dapat membuat daun mengalami stres.

Setelah tanaman sudah beradaptasi, usahakan mendapatkan pencahayaan yang konsisten. Tanaman yang tumbuh dengan cahaya cukup cenderung memiliki daun lebih kokoh sehingga mampu mendukung pertumbuhan vegetatif yang baik sebelum memasuki fase pembentukan buah dan anakan.

6. Siram Secukupnya, Jangan Terlalu Sering

Penyiraman dalam cara menanam nanas di pot harus dilakukan berdasarkan kondisi media, bukan sekadar mengikuti jadwal tetap. Periksa bagian atas media sebelum menyiram kembali. Jika permukaannya masih sangat lembap, penyiraman dapat ditunda sampai media mulai mengering.

Nanas relatif lebih toleran terhadap kondisi agak kering dibandingkan media yang selalu tergenang. Karena itu, kesalahan berupa terlalu sering menyiram justru dapat memberikan dampak buruk bagi akar. Pot dengan drainase baik akan membantu mengurangi risiko tersebut.

Ketika menyiram, arahkan air ke media di sekitar tanaman dan pastikan kelebihan air dapat keluar melalui lubang drainase. Setelah penyiraman, jangan meninggalkan pot dalam genangan air karena kondisi tersebut dapat membuat akar terlalu lama berada dalam lingkungan yang jenuh air.

7. Berikan Pupuk untuk Mendukung Pertumbuhan

Tanaman nanas membutuhkan nutrisi agar dapat tumbuh dengan baik dan memiliki cadangan energi untuk membentuk tunas baru. Pupuk organik matang dapat diberikan secara berkala sebagai sumber bahan organik, sementara pupuk yang mengandung unsur hara makro dapat digunakan sesuai kebutuhan tanaman.

Jangan memberikan pupuk dalam jumlah berlebihan dengan harapan anakan akan muncul lebih cepat. Konsentrasi pupuk yang terlalu tinggi justru dapat menyebabkan masalah pada akar atau membuat tanaman mengalami stres. Lebih baik berikan nutrisi secara bertahap sesuai kondisi tanaman dan petunjuk penggunaan produk.

Pertumbuhan daun yang sehat merupakan salah satu indikator bahwa tanaman memperoleh kondisi yang cukup baik. Namun, pemupukan bukan satu-satunya faktor penentu munculnya anakan karena umur tanaman, varietas, kondisi akar, cahaya, air, dan fase pertumbuhan juga berpengaruh.

8. Rawat Tanaman agar Tidak Terganggu Hama

Tanaman nanas dalam pot tetap dapat mengalami gangguan hama, terutama jika ditempatkan di area terbuka. Periksa daun dan bagian pangkal tanaman secara rutin untuk mengetahui adanya serangga, bercak, perubahan warna, atau tanda kerusakan lainnya.

Daun yang mengalami kerusakan parah dapat dibersihkan jika memang sudah tidak berfungsi dengan baik, tetapi jangan memangkas daun sehat secara berlebihan. Daun tetap dibutuhkan tanaman untuk melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi bagi pertumbuhan.

Selain memeriksa tanaman, jaga area di sekitar pot tetap bersih dan tidak terlalu lembap. Kondisi lingkungan yang terawat membuat perubahan pada tanaman lebih mudah diamati sehingga gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

9. Tunggu Tanaman Cukup Dewasa untuk Menghasilkan Anakan

Hal yang perlu dipahami dalam cara menanam nanas di pot adalah anakan tidak selalu muncul dalam waktu singkat setelah bibit ditanam. Pembentukan tunas merupakan bagian dari siklus pertumbuhan tanaman sehingga umur dan tingkat kematangan tanaman sangat berpengaruh.

Anakan dapat berkembang dari bagian tertentu di sekitar pangkal atau batang tanaman. Ketika tanaman sudah memasuki fase yang mendukung pembentukan tunas, perawatan yang konsisten akan membantu menjaga kondisi tanaman agar tetap memiliki energi untuk menghasilkan pertumbuhan baru.

Karena itu, jangan terlalu sering mengutak-atik bagian pangkal tanaman hanya untuk mencari tanda anakan. Berikan ruang bagi tanaman untuk berkembang secara alami sambil mempertahankan kondisi media, cahaya, air, dan nutrisi yang sesuai.

10. Pisahkan Anakan Setelah Ukurannya Cukup

Jika anakan sudah muncul, jangan terburu-buru memisahkannya ketika ukurannya masih sangat kecil. Biarkan tunas berkembang hingga cukup kuat sehingga memiliki kemampuan lebih baik untuk bertahan setelah dipindahkan ke pot baru.

Saat anakan sudah cukup besar, pisahkan dengan hati-hati menggunakan alat yang bersih dan tajam. Usahakan bagian pangkal anakan tidak mengalami kerusakan parah karena bagian tersebut penting untuk membantu proses pembentukan akar dan pertumbuhan berikutnya.

Anakan yang sudah dipisahkan dapat ditanam pada pot baru menggunakan media yang gembur dan memiliki drainase baik. Dengan cara tersebut, satu tanaman nanas dapat dikembangkan menjadi beberapa tanaman baru secara bertahap tanpa membutuhkan lahan yang luas.

Tips agar Nanas di Pot Cepat Mengeluarkan Anakan

Beberapa hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah cahaya matahari yang cukup, media tidak tergenang, nutrisi seimbang, dan kondisi tanaman yang sehat. Jangan mengejar pertumbuhan anakan dengan menyiram atau memberikan pupuk secara berlebihan karena justru dapat mengganggu kesehatan tanaman.

Selain itu, gunakan pot yang sesuai dengan ukuran tanaman dan jangan terlalu sering memindahkannya. Nanas membutuhkan waktu untuk membangun akar dan menghasilkan pertumbuhan vegetatif sebelum akhirnya membentuk anakan. Perawatan yang stabil biasanya lebih penting daripada perlakuan yang terlalu sering.

Jika tanaman sudah tumbuh besar tetapi belum menghasilkan anakan, tetap perhatikan kondisi keseluruhannya. Tidak munculnya anakan dalam waktu tertentu tidak selalu berarti tanaman bermasalah karena varietas dan umur tanaman juga dapat memengaruhi waktu pembentukan tunas.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menanam Nanas di Pot

1. Apakah nanas bisa tumbuh subur di dalam pot?

Bisa. Nanas dapat tumbuh di pot selama memperoleh sinar matahari cukup, media gembur, dan drainase yang baik.

2. Bagaimana agar nanas cepat mengeluarkan anakan?

Rawat tanaman secara konsisten dengan cahaya cukup, nutrisi seimbang, dan penyiraman yang tidak berlebihan.

3. Apakah nanas harus sering disiram?

Tidak. Penyiraman dilakukan saat media mulai mengering dan air tidak menggenang.

4. Kapan anakan nanas dapat dipisahkan?

Anakan sebaiknya dipisahkan setelah tumbuh cukup besar dan kuat untuk ditanam secara mandiri.

5. Apakah pupuk bisa membuat anakan nanas cepat muncul?

Pupuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi kemunculan anakan juga dipengaruhi umur dan varietas tanaman.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6