Liputan6.com, Jakarta - Kegiatan bercocok tanam kini semakin diminati oleh banyak orang, terutama bagi masyarakat perkotaan. Cara menanam kangkung hidroponik menjadi solusi praktis, untuk menghasilkan sayuran segar dari rumah tanpa membutuhkan area luas. Metode ini cocok diterapkan pada halaman kecil, balkon, maupun ruang terbatas.
Perkembangan teknik pertanian modern juga membuat cara menanam kangkung hidroponik semakin mudah dipelajari oleh pemula. Sistem ini memanfaatkan air sebagai media utama pertumbuhan tanaman melalui pemberian nutrisi tambahan. Hasil panen kemudian bisa dinikmati dalam waktu relatif singkat melalui perawatan rutin.
Banyak orang mulai mencari informasi tentang cara menanam kangkung hidroponik, untuk memenuhi kebutuhan sayuran harian secara mandiri. Proses budidayanya tidak memerlukan peralatan rumit, sehingga dapat dilakukan memakai bahan sederhana seperti botol plastik bekas, wadah air, maupun media penyerap.
Advertisement
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).
Alat dan Bahan untuk Menanam Kangkung Hidroponik
Sebelum memulai proses budidaya, persiapkan terlebih dahulu alat dan bahan untuk menanam kangkung hidroponik. Perlengkapan yang digunakan tidak harus mahal atau rumit. Banyak bahan sederhana di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk membuat sistem hidroponik skala kecil.
- Benih kangkung: pilih benih berkualitas agar tanaman tumbuh sehat.
- Wadah tanaman: gunakan gelas plastik, botol bekas, atau pot kecil.
- Wadah penampung air: bisa memakai ember atau botol plastik berukuran lebih besar.
- Kain flanel, sumbu, atau spons: berfungsi menyerap air menuju akar tanaman.
- Air bersih: sebagai media utama dalam sistem hidroponik.
- Nutrisi hidroponik: membantu memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman.
Beberapa alat tambahan yang dapat membantu proses penanaman antara lain:
- Gunting atau pisau untuk memotong botol plastik.
- Bor kecil atau benda tajam untuk membuat lubang wadah.
- Gelas ukur untuk mencampurkan nutrisi.Sarung tangan agar proses penanaman tetap bersih.
Dengan alat dan bahan sederhana tersebut, Anda sudah dapat membuat sistem hidroponik rumahan untuk menanam kangkung.
Advertisement
Cara Membuat Wadah Hidroponik Sederhana untuk Kangkung
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5542208/original/029732600_1774936425-Gemini_Generated_Image_da13u4da13u4da13.jpg)
Membuat wadah hidroponik sederhana dapat dilakukan menggunakan bahan bekas yang mudah ditemukan di rumah. Salah satu metode paling praktis adalah memanfaatkan botol plastik sebagai tempat tanaman dan penampung air. Sistem ini menggunakan prinsip hidroponik sederhana, yaitu memberikan nutrisi melalui air yang diserap oleh akar tanaman.
Berikut langkah-langkah membuat wadah hidroponik sederhana untuk menanam kangkung:
- Pilih botol plastik berukuran sedang hingga besar yang masih layak digunakan. Bersihkan botol terlebih dahulu agar tidak ada sisa minuman, kotoran, atau zat lain yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
- Potong botol plastik menjadi dua bagian. Bagian atas digunakan sebagai tempat tanaman, sedangkan bagian bawah berfungsi sebagai wadah penampung air nutrisi.
- Lubangi tutup botol atau bagian bawah wadah tanaman agar akar kangkung dapat tumbuh dan media penyerap bisa mengalirkan air dari penampung menuju tanaman.
- Masukkan kain flanel, sumbu, atau spons pada bagian lubang wadah tanaman. Media ini berfungsi menyerap air bernutrisi dan mengantarkannya ke akar kangkung secara perlahan.
- Tuangkan air bersih yang sudah dicampur nutrisi hidroponik ke bagian bawah botol. Pastikan jumlah air cukup untuk membasahi sebagian kain flanel atau sumbu tanpa membuat seluruh media tanam terendam.
- Pasang bagian atas botol secara terbalik ke dalam bagian bawah botol. Pastikan posisi media penyerap menyentuh air agar tanaman tetap mendapatkan suplai nutrisi.
- Pastikan air dalam wadah penampung tidak habis dan media penyerap tetap berfungsi dengan baik. Jika diperlukan, tambahkan air atau nutrisi agar pertumbuhan kangkung tetap optimal.
Wadah hidroponik sederhana ini dapat menjadi pilihan bagi pemula yang ingin mulai menanam kangkung di rumah. Selain hemat biaya, penggunaan botol bekas juga membantu mengurangi limbah plastik sekaligus menciptakan kebun kecil yang bermanfaat.
Cara Menanam Kangkung Hidroponik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332651/original/081218300_1787714391-12455452252843268674.jpeg)
Setelah wadah hidroponik selesai dibuat, tahap berikutnya adalah proses penanaman kangkung. Cara menanam kangkung hidroponik cukup mudah dilakukan, bahkan bagi pemula yang belum pernah mencoba bercocok tanam. Kunci keberhasilan budidaya ini terletak pada pemilihan benih, proses penyemaian, pemberian nutrisi dan perawatan tanaman secara rutin.
Berikut langkah-langkah menanam kangkung hidroponik yang dapat diterapkan di rumah:
1. Pilih Benih Kangkung Berkualitas
Langkah pertama adalah memilih benih kangkung unggul agar tanaman dapat tumbuh sehat. Gunakan benih yang memiliki ukuran seragam, tidak rusak, dan memiliki kemampuan tumbuh baik. Benih berkualitas akan membantu menghasilkan tanaman kangkung dengan pertumbuhan lebih optimal.
2. Lakukan Penyemaian Benih
Sebelum dipindahkan ke wadah hidroponik, benih kangkung sebaiknya disemai terlebih dahulu. Rendam benih dalam air selama beberapa jam untuk membantu proses perkecambahan.
Setelah itu, letakkan benih pada media semai seperti rockwool, spons, atau media hidroponik lainnya. Tunggu hingga benih mulai tumbuh menjadi tunas dan memiliki beberapa daun kecil.
3. Pindahkan Bibit ke Wadah Hidroponik
Bibit kangkung dapat dipindahkan ke wadah hidroponik setelah memiliki daun sejati. Letakkan bibit pada lubang tanam yang sudah disiapkan, lalu pastikan bagian akar mendapatkan akses menuju air bernutrisi.
Jika menggunakan sistem hidroponik sederhana dari botol bekas, pastikan kain flanel atau sumbu tetap menyentuh air agar kebutuhan tanaman tetap terpenuhi.
4. Berikan Larutan Nutrisi
Tanaman kangkung membutuhkan nutrisi tambahan untuk mendukung pertumbuhan akar, batang, dan daun. Campurkan nutrisi hidroponik sesuai aturan penggunaan, lalu masukkan ke dalam wadah penampung air.
Hindari pemberian nutrisi secara berlebihan karena dapat mengganggu perkembangan akar tanaman.
5. Letakkan Tanaman di Tempat yang Tepat
Tempatkan kangkung hidroponik pada lokasi yang mendapatkan sinar matahari cukup, seperti halaman rumah, balkon, atau dekat jendela. Cahaya matahari membantu proses fotosintesis sehingga tanaman dapat tumbuh lebih kuat dan subur.
Pastikan lokasi penanaman juga memiliki sirkulasi udara yang baik agar tanaman tetap sehat.
6. Lakukan Perawatan Secara Rutin
Periksa kondisi tanaman setiap hari untuk memastikan air, nutrisi, dan lingkungan tumbuh tetap sesuai. Tambahkan air apabila volume mulai berkurang dan bersihkan wadah jika terdapat kotoran atau lumut.
Dengan perawatan yang tepat, kangkung hidroponik dapat tumbuh cepat dan siap dipanen dalam waktu sekitar 25–30 hari setelah penanaman.
Â
Advertisement
Cara Merawat Kangkung Hidroponik agar Cepat Tumbuh
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332652/original/030119500_1787714392-3684230165392125864.jpeg)
Perawatan kangkung hidroponik sebenarnya cukup mudah. Agar tanaman tumbuh subur, lakukan beberapa hal berikut:
- Tanaman hidroponik membutuhkan nutrisi tambahan karena tidak mendapatkan unsur hara dari tanah. Gunakan nutrisi hidroponik atau pupuk cair sesuai kebutuhan tanaman.
- Kangkung membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Letakkan tanaman di tempat yang terkena sinar matahari, seperti halaman rumah, balkon, atau dekat jendela.
- Periksa kondisi air secara rutin. Jangan biarkan wadah penampung kosong karena akar tanaman membutuhkan air untuk menyerap nutrisi.
- Tempatkan tanaman di lokasi yang memiliki sirkulasi udara baik agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.
Kangkung hidroponik umumnya dapat dipanen setelah berumur sekitar 25–30 hari, tergantung kondisi tanaman dan perawatannya. Saat panen, potong bagian batang atau daun muda kangkung tanpa mencabut seluruh akar. Cara panen seperti ini memungkinkan tanaman untuk tumbuh kembali sehingga dapat menghasilkan panen berikutnya.
Â
Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kangkung Hidrooponik
Apa itu kangkung hidroponik?
Kangkung hidroponik adalah tanaman kangkung yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik, yaitu teknik menanam tanpa media tanah. Tanaman memperoleh nutrisi melalui air yang telah diberi larutan nutrisi khusus agar dapat tumbuh secara optimal.
Mengapa banyak orang memilih menanam kangkung secara hidroponik?
Banyak orang memilih metode hidroponik karena dapat dilakukan pada lahan terbatas, seperti halaman rumah, balkon, atau area kecil lainnya. Selain itu, proses perawatannya relatif mudah dan hasil panennya dapat dinikmati dalam waktu singkat.
Apa saja alat yang diperlukan untuk menanam kangkung hidroponik?
Alat yang diperlukan cukup sederhana, antara lain botol plastik bekas atau gelas plastik, wadah penampung air, kain flanel atau sumbu, benih kangkung, air, dan nutrisi hidroponik.
Apakah menanam kangkung hidroponik membutuhkan lahan yang luas?
Tidak. Salah satu kelebihan hidroponik adalah dapat diterapkan pada area sempit. Tanaman kangkung dapat diletakkan di tempat kecil asalkan mendapatkan cahaya matahari dan sirkulasi udara yang cukup.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556097/original/001048500_1776231675-kangkung.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289454/original/045027800_1783405246-3a4c9648-8b60-4fca-bed6-8b36e4874852.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8316532/original/053227700_1782184160-Menanam_Kangkung_Menggunakan_Air_Kolam_Ikan.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6828166/original/028155700_1779617238-Gemini_Generated_Image_70v9kw70v9kw70v9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554095/original/068416600_1776059267-kangkung_hidroponik.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305925/original/025857800_1784808592-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332726/original/061152700_1787716967-03fd7059-8618-44c3-98b8-0f33a1ea9272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4589360/original/016391200_1695725396-pexels-keira-burton-6147143.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5548565/original/073325100_1775544080-Memanen_Stroberi_Hidroponik.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332531/original/024083800_1787709994-Gemini_Generated_Image_v5vdzav5vdzav5vd.jpg)