Liputan6.com, Jakarta - Bareskrim Polri menyebut terdapat 32 laporan terkait konflik agraria di 12 Polda jajaran. Masalah tersebut pun ditindaklanjuti dengan berorientasi pada keadilan.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama, dengan agenda membahas konflik agraria.
Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi secara menyeluruh, terdapat 32 laporan terkait konflik agraria di 12 Polda jajaran.
Advertisement
"Terdapat 32 laporan polisi dan 5 pengaduan masyarakat yang aktif ditangani oleh 12 Polda jajaran. Serta mohon izin, ini ada satu kasus yang belum teridentifikasi," kata Syahardiantono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Bareskrim kemudian melakukan supervisi bersama 12 direktur reserse Polda jajaran. Hasilnya, dari perkara tersebut, sebanyak delapan kasus telah diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ), sedangkan 10 lainnya masih dalam proses.
"Kemudian kasus yang dalam proses untuk bisa dilaksanakan RJ, potensi dilaksanakan RJ adalah 10 kasus. Ini mungkin dalam beberapa waktu ke depan ini bisa terealisasi RJ, ada 10 kasus," kata dia.
Syahardiantono mengaku telah memberikan arahan kepada Polda dan Polres jajaran terkait penanganan sengketa lahan agar fokus menangani perkara agraria dengan berorientasi pada keadilan.
"Arahan kami ke jajaran Polda dan Polres sangat jelas, penanganan sengketa lahan harus dilakukan secara humanis, cermat dan berlandaskan kepada asas kemanusiaan yang berkeadilan," pungkasnya.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3319731/original/077185300_1607524679-agraria.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320349/original/059905900_1786345958-c3de2af6-a756-4359-8e19-41568f4252f6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291534/original/066301600_1783567841-162275.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332921/original/055949200_1787723860-85092.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332802/original/043933500_1787718734-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_09.55.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332920/original/044447800_1787723860-85094.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209819/original/057974400_1746445247-20250505-Juru_Parkir_Liar-ANG_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332889/original/030105200_1787722039-300d2d31-2474-4c00-bb43-7fbb3cf32a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332883/original/014826100_1787721604-1001600226.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5928844/original/021831100_1778826616-Parkir.jpeg)