Cara Mengeringkan Pakaian di Dalam Ruangan, Ini Tips Agar Tak Bau Apek

Cara mengeringkan pakaian di dalam ruangan tanpa bau apek. Simak tips sirkulasi udara, jemuran, dan kebersihan mesin cuci di sini.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara mengeringkan pakaian di dalam ruangan kini jadi kebutuhan banyak keluarga di perkotaan, bukan cuma solusi musiman saat musim hujan tiba. Tinggal di apartemen, cuaca dingin, balkon yang sempit, hingga jadwal harian yang padat membuat rak jemuran dalam ruangan jadi pilihan paling praktis. Masalahnya, kalau pakaian dibiarkan lembap terlalu lama di ruangan dengan sirkulasi udara buruk, hasilnya bisa mengecewakan.

Pakaian yang tampak sudah kering di pagi hari, ternyata masih menyisakan bau asam atau apek yang mengganggu. Kondisi ini terjadi karena kelembapan yang terjebak di serat kain menciptakan lingkungan yang nyaman bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak lebih cepat.

Kabar baiknya, masalah ini bisa diatasi dengan sirkulasi udara yang lebih baik, cara mencuci yang tepat, pengurangan kelembapan yang efektif, dan mesin cuci yang terjaga kebersihannya. Berikut penjelasan lengkapnya yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, mulai dari penyebab sampai kebiasaan harian yang bisa diterapkan. 

Kenapa Pakaian yang Dikeringkan di Dalam Ruangan Jadi Bau Apek?

Kain basah membutuhkan udara di sekitarnya untuk mengeluarkan kelembapan secara efisien. Di luar ruangan, angin dan sinar matahari biasanya mempercepat proses ini. Namun saat dikeringkan di dalam ruangan, kelembapan dari pakaian basah cenderung tertahan di dalam ruangan, apalagi kalau jendela tertutup atau ada banyak cucian yang dijemur bersamaan. Akibatnya, kain jadi lebih lama kering.

Kondisi lembap yang berkepanjangan inilah yang membuat bakteri dan spora jamur lebih mudah berkembang di permukaan kain. Mikroorganisme ini sebenarnya sudah ada di lingkungan rumah tangga sehari-hari, tapi paparan kelembapan yang lama memberi mereka kesempatan lebih besar untuk tumbuh. Itulah yang sering jadi penyebab utama pakaian bau apek setelah proses pengeringan dalam ruangan yang lambat.

Peran Rak Jemuran dan Kelembapan Ruangan

Rak jemuran itu sendiri bisa memperparah masalah kalau tidak digunakan dengan tepat. Ketika kemeja, celana, handuk, dan pakaian lain digantung terlalu berdekatan, udara tidak bisa bergerak leluasa di antara tiap potong kain. Bagian pinggang yang tebal atau bagian dalam kemeja yang terlipat bisa saja tetap basah, meski bagian luarnya sudah terasa hampir kering. Pengeringan yang tidak merata ini sering luput diperhatikan.

Kelembapan ruangan menambah masalah baru. Semakin banyak air yang menguap dari cucian, udara di sekitarnya jadi makin lembap. Kalau udara lembap ini tidak bisa keluar dari ruangan, proses pengeringan justru makin lambat. Kondisi ini menciptakan lingkaran dan pakaian lembap meningkatkan kelembapan ruangan, sementara kelembapan yang tinggi membuat pakaian butuh waktu lebih lama untuk kering.

Cara Terbaik Mengeringkan Pakaian di Dalam Ruangan

Pengeringan dalam ruangan yang efektif dimulai dari cara menata jemuran, bukan dari peralatan mahal. Beberapa penyesuaian sederhana berikut bisa membantu mempercepat waktu kering sekaligus menurunkan risiko bau tak sedap:

  • Beri jarak yang cukup antar-pakaian supaya udara bisa bersirkulasi di tiap helai kain.
  • Letakkan rak jemuran dekat jendela atau pintu yang terbuka agar udara segar bisa masuk.
  • Gunakan kipas langit-langit atau kipas meja untuk memperlancar sirkulasi udara di sekitar pakaian tebal saat kondisi lembap.
  • Pakai dehumidifier kalau kelembapan ruangan cenderung tinggi dalam waktu lama, terutama di ruangan kecil dengan ventilasi terbatas.
  • Jemur handuk, celana jeans, dan kain tebal lain secara terpisah, karena jenis pakaian ini melepaskan lebih banyak kelembapan saat proses pengeringan.
  • Bentangkan kemeja dan celana sepenuhnya, jangan biarkan bagian yang tebal tetap terlipat di atas rak.
  • Mulai proses mencuci lebih pagi kalau memungkinkan, supaya ada lebih banyak waktu mengering sebelum kelembapan udara naik di sore hari.

Tidak perlu dibuat rumit. Tujuan utamanya tetap sama: mengeluarkan kelembapan dari kain sebelum bakteri dan jamur sempat berkembang.

Cara Mencegah Bau Apek Sebelum Proses Pengeringan

Tahap pengeringan hanyalah sebagian dari keseluruhan masalah. Kalau pakaian diangkat dari mesin cuci dalam kondisi masih terlalu basah atau masih menyisakan residu deterjen, proses pengeringan di dalam ruangan jadi jauh lebih sulit sejak awal.

Supaya bau apek tidak sempat muncul, pakaian sebaiknya langsung dikeluarkan begitu siklus cuci selesai, jangan dibiarkan menumpuk di dalam drum. Cucian basah yang dibiarkan di dalam drum tertutup bisa mulai berbau sebelum sempat dipindahkan ke rak jemuran.

Putaran spin yang lebih kencang juga membantu mengeluarkan lebih banyak air sejak awal, sehingga waktu pengeringan di dalam ruangan bisa lebih singkat.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Mesin Cuci

Kebersihan mesin cuci sering jadi faktor yang kurang diperhatikan. Kelembapan, sisa deterjen, serat kain, dan kotoran cenderung menumpuk di sekitar drum, karet pintu, dan laci deterjen seiring waktu pemakaian. Area-area ini pada akhirnya bisa menimbulkan baunya sendiri, yang kemudian berpindah ke pakaian yang baru saja dicuci bersih.

Penggunaan deterjen melebihi takaran yang dianjurkan juga sebaiknya dihindari. Deterjen berlebih tidak serta-merta membuat hasil cucian lebih bersih, justru residunya bisa tertinggal di serat kain maupun menumpuk di dalam mesin. Membersihkan karet pintu, laci deterjen, dan drum secara rutin membantu menjaga lingkungan mencuci tetap bersih.

Kebiasaan Harian agar Pakaian Tetap Segar

Beberapa kebiasaan harian bisa sangat membantu proses perawatan cucian di dalam ruangan. Beberapa hal sederhana yang bisa mulai diterapkan:

  • Keluarkan pakaian dari drum segera setelah siklus cuci selesai, jangan dibiarkan terlalu lama.
  • Hindari memasukkan cucian terlalu penuh, karena pakaian yang terlalu padat membuat proses cuci dan spin jadi kurang efektif.
  • Bersihkan karet pintu dan laci deterjen secara rutin, terutama kalau mesin cuci sering dipakai.
  • Biarkan pintu atau tutup mesin cuci terbuka setelah dipakai, supaya sisa kelembapan di dalamnya bisa menguap keluar.
  • Hindari menjemur pakaian di sudut gelap yang minim pergerakan udara.
  • Balik posisi kain tebal secara berkala kalau salah satu sisinya terasa jauh lebih basah dari sisi lain.

Perhatikan juga kondisi ruangannya sendiri. Munculnya embun di jendela atau udara yang terasa lembap terus-menerus jadi tanda kalau ventilasi ruangan perlu diperbaiki. Menjemur pakaian tanpa sirkulasi udara yang memadai hanya akan memperlama keseluruhan proses.

Pertanyaan Seputar Mengeringkan Pakaian di Dalam Ruangan

Kenapa pakaian yang dikeringkan di dalam ruangan bisa bau apek?

Kelembapan yang terjebak di dalam kain terlalu lama menciptakan kondisi ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang, sehingga muncul bau apek meski pakaian terlihat sudah kering.

Berapa lama sebaiknya pakaian didiamkan di dalam mesin cuci setelah selesai mencuci?

Pakaian sebaiknya langsung dikeluarkan begitu siklus cuci selesai, karena membiarkannya di dalam drum yang tertutup bisa memicu bau tidak sedap sebelum sempat dijemur.

Apakah kipas angin membantu mempercepat pengeringan pakaian di dalam ruangan?

Ya, kipas angin atau kipas langit-langit dapat meningkatkan sirkulasi udara di sekitar pakaian, terutama untuk bahan tebal yang butuh waktu pengeringan lebih lama saat kondisi lembap.

Apakah mesin cuci yang kotor bisa membuat pakaian bau meski sudah dicuci bersih?

Bisa, karena sisa deterjen, kotoran, dan kelembapan yang menumpuk di drum, karet pintu, dan laci deterjen dapat menimbulkan bau tersendiri yang berpindah ke pakaian yang baru dicuci.

Apakah menambah takaran deterjen membuat pakaian lebih bersih dan cepat kering?

Tidak, deterjen berlebih tidak membuat cucian lebih bersih dan justru bisa meninggalkan residu pada kain maupun di dalam mesin cuci.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6