7 Cara Memanfaatkan Ampas Teh untuk Tanaman Sayur di Rumah agar Makin Subur

Cari tahu cara memanfaatkan ampas teh untuk tanaman sayur di rumah. Panduan sederhana untuk pemula agar ampas teh bisa digunakan dengan lebih aman dan praktis.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 13:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Berkebun di rumah tidak selalu membutuhkan pupuk mahal. Bahan yang biasanya langsung dibuang, seperti ampas teh, juga dapat dimanfaatkan sebagai tambahan bahan organik untuk tanaman.

Namun, ampas teh sebaiknya tidak digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tidak justru mengganggu pertumbuhan tanaman sayur.

Berikut Liputan6.com ulas cara memanfaatkan ampas teh yang bisa dicoba oleh pemula.

1. Keringkan ampas teh terlebih dahulu

Setelah membuat teh, pisahkan ampas dari airnya. Jangan langsung menaburkannya dalam jumlah banyak ke media tanam karena ampas yang terlalu basah dapat membuat media lebih lembap dan berpotensi berjamur.

Sebarkan ampas teh tipis-tipis di atas wadah atau nampan, kemudian keringkan di tempat yang terkena udara atau sinar matahari.

Setelah kering, ampas teh bisa disimpan atau langsung digunakan untuk tanaman lain.

2. Campurkan dengan media tanam

Cara paling sederhana adalah mencampurkan sedikit ampas teh kering ke dalam media tanam sebelum menanam sayuran.

Untuk pemula, jangan menjadikan ampas teh sebagai pengganti seluruh media tanam. Campurkan dengan tanah dan bahan organik lain seperti kompos.

Misalnya, ampas teh dapat ditambahkan dalam jumlah kecil ke campuran tanah dan kompos untuk tanaman sayur dalam pot.

3. Gunakan sebagai tambahan bahan organik di permukaan tanah

Ampas teh kering juga dapat digunakan sebagai bahan organik yang diletakkan tipis di permukaan media tanam.

Caranya, taburkan sedikit ampas teh di sekitar tanaman, tetapi jangan menumpuknya di dekat batang. Setelah itu, campurkan tipis dengan lapisan tanah bagian atas.

Cara ini lebih praktis bagi orang yang sudah memiliki tanaman sayur dalam pot dan ingin memanfaatkan sisa teh di rumah.

4. Masukkan ke dalam kompos

Jika memiliki banyak ampas teh, cara yang lebih aman dan praktis adalah memasukkannya ke tempat pembuatan kompos.

Ampas teh dapat menjadi salah satu bahan organik dalam campuran kompos bersama sisa sayuran, daun kering, dan bahan organik lainnya.

Setelah kompos matang, hasilnya dapat digunakan sebagai campuran media tanam sayuran.

Cara ini juga cocok untuk pemula karena tidak perlu mengandalkan ampas teh sebagai pupuk utama tanaman.

5. Pastikan teh tidak mengandung tambahan gula atau susu

Ini merupakan hal penting yang sering terlewat. Jika menggunakan ampas teh untuk tanaman, pilih ampas dari teh tanpa gula, susu, krimer, atau bahan tambahan lainnya.

Ampas dari teh manis atau teh susu sebaiknya tidak langsung diberikan ke tanaman karena sisa bahan tersebut dapat mengundang semut, serangga, atau mikroorganisme yang tidak diinginkan.

6. Jangan memberikan ampas teh terlalu banyak

Ampas teh tetap bukan pengganti pupuk lengkap untuk tanaman sayur. Penggunaannya sebaiknya secukupnya sebagai tambahan bahan organik. Terlalu banyak bahan organik yang belum terurai di dalam pot juga dapat mengganggu kondisi media tanam.

Untuk tanaman dalam pot berukuran kecil, lebih baik mulai dari jumlah sedikit dan perhatikan kondisi media serta pertumbuhan tanaman.

7. Cocok digunakan untuk kebun sayur rumahan

Ampas teh bisa dimanfaatkan pada berbagai tanaman sayur yang ditanam di pot atau wadah, seperti kangkung, bayam, sawi, pakcoy, dan selada.

Namun, kebutuhan nutrisi setiap tanaman berbeda. Karena itu, tetap gunakan media tanam yang baik dan pupuk yang sesuai jika tanaman membutuhkannya.

Bagi pemula, prinsipnya sederhana: gunakan ampas teh sebagai bahan tambahan, bukan sebagai satu-satunya sumber nutrisi tanaman.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari

Ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari ketika memanfaatkan ampas teh untuk tanaman.

  • Pertama, jangan menaburkan ampas teh basah dalam jumlah banyak di sekitar batang.
  • Kedua, jangan menggunakan ampas teh yang sudah bercampur gula atau susu.
  • Ketiga, jangan menganggap ampas teh dapat menggantikan pupuk lengkap.

Jika ampas teh mulai berbau tidak sedap, muncul jamur berlebihan, atau media menjadi terlalu basah, hentikan sementara penggunaannya dan perbaiki kondisi media tanam.

Kandungan Ampas Teh yang Bermanfaat untuk Tanaman Sayur

Ampas teh masih mengandung bahan organik serta sejumlah unsur hara, seperti nitrogen (N), fosfor (P), kalium (K), kalsium (Ca), dan magnesium (Mg), yang dibutuhkan tanaman dalam proses pertumbuhan. Setelah terurai, kandungan tersebut dapat berkontribusi terhadap kesuburan media tanam.

Penelitian tentang pemanfaatan limbah teh sebagai bahan vermikompos yang diterbitkan di BMC Plant Biology juga menunjukkan bahwa produk berbasis limbah teh dapat meningkatkan ketersediaan dan serapan sejumlah unsur hara, termasuk N, P, K, Ca, Mg, Zn, Cu, dan Mn pada tanaman.

Namun, ampas teh sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pupuk lengkap. Kandungan nutrisinya dapat berbeda-beda dan ampas teh bekas seduhan tidak sama dengan limbah teh yang telah melalui proses pengomposan atau vermikomposting. Karena itu, untuk berkebun di rumah, ampas teh lebih tepat dimanfaatkan sebagai tambahan bahan organik atau bahan kompos.

Pertanyaan Seputar Ampas Teh untuk Tanaman

Apakah ampas teh bisa langsung ditaburkan ke tanaman?

Bisa digunakan dalam jumlah sedikit, tetapi lebih baik ampas teh dikeringkan terlebih dahulu. Hindari membuat lapisan tebal di permukaan tanah.

Apakah ampas teh bisa menjadi pupuk tanaman sayur?

Ampas teh dapat menjadi tambahan bahan organik, tetapi sebaiknya tidak dianggap sebagai pupuk lengkap. Tanaman sayur tetap membutuhkan media tanam dan nutrisi yang sesuai.

Apakah teh manis bekas bisa digunakan untuk tanaman?

Sebaiknya tidak langsung digunakan. Ampas dari teh yang sudah diberi gula, susu, atau krimer lebih baik tidak ditaburkan ke media tanam karena sisa bahan tersebut dapat menarik serangga dan mengganggu kondisi media.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6