Liputan6.com, Jakarta - Riset terbaru dari Acoustical Society of America mengungkap bahwa memanaskan telur rebus utuh di microwave dapat memicu ledakan sonik hingga 133 desibel akibat kantong air superpanas di dalam kuning telur. Fenomena ini membuktikan bahwa cara memanaskan telur dengan aman bukan hanya soal mencegah keracunan bakteri Salmonella, tetapi juga menghindari risiko fisik akibat tekanan uap yang terperangkap di struktur protein.
Badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (FDA) secara spesifik menegaskan bahwa setiap olahan telur sisa harus dipanaskan kembali hingga mencapai suhu internal minimum 74°C (165°F) untuk memastikan patogen berbahaya benar-benar mati. Mengabaikan ambang batas suhu ini dapat meningkatkan risiko infeksi Salmonella Enteritidis, yang gejalanya meliputi diare, demam, dan kram perut yang parah.
Selain faktor suhu, metode pemanasan harus disesuaikan dengan jenis olahan—seperti telur ceplok, orak-arik, atau rebus, agar tekstur tidak berubah menjadi karet dan nutrisinya tetap terjaga. Berikut cara memanaskan telur dengan aman dari berbagai sumber, Rabu (26/8/2026).
Advertisement
Prinsip Dasar Keamanan Pangan: Suhu dan Waktu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332939/original/063967800_1787724770-pexels-followfauzia-10756661.jpg)
Kunci utama dalam memanaskan kembali hidangan telur adalah pengendalian suhu yang presisi. Menurut panduan USDA, sisa makanan yang mengandung telur harus dikonsumsi dalam waktu 3 hingga 4 hari jika disimpan di kulkas dengan suhu di bawah 4°C. Jika dibiarkan di suhu ruang (zona bahaya 4°C–60°C) lebih dari 2 jam, bakteri dapat berkembang biak dengan sangat cepat, sehingga makanan tersebut sebaiknya langsung dibuang.
Sebuah studi dalam Journal of Food Protection menyoroti bahwa pemanasan ulang yang tidak merata—sering terjadi pada microwave—dapat menyisakan “titik dingin” (cold spots) tempat bakteri bertahan hidup. Oleh karena itu, penggunaan termometer makanan sangat disarankan untuk memverifikasi bahwa bagian terdalam telur telah mencapai 74°C sebelum dikonsumsi.
Advertisement
Bahaya Tersembunyi: Mengapa Telur Bisa Meledak?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332940/original/070755200_1787724770-pexels-almapapi-2402495.jpg)
Salah satu risiko paling unik dan berbahaya adalah ledakan telur rebus di microwave. Penelitian oleh Anthony Nash dan Lauren von Muggenthaler yang dipresentasikan pada pertemuan Acoustical Society of America (2017) menjelaskan mekanismenya secara ilmiah: matriks protein dalam kuning telur memerangkap kantong-kantong air mikroskopis. Saat dipanaskan di microwave, air ini menjadi superheated (melebihi titik didih 100°C) tanpa berubah menjadi uap karena tekanan tinggi.
Ketika telur tersebut ditusuk garpu atau digigit, kantong-kantong superpanas ini mendidih serentak dalam hitungan milidetik, melepaskan energi masif yang menyebabkan ledakan. Untuk menghindari cedera serius, jangan pernah memanaskan telur rebus utuh (kupas maupun belum) di dalam microwave.
Teknik Memanaskan Berdasarkan Jenis Olahan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332941/original/084247800_1787724770-pexels-mithulvarshan-5092568.jpg)
Setiap jenis masakan telur memerlukan pendekatan berbeda untuk menjaga keamanan sekaligus kualitas rasa.
1. Telur Rebus (Hard-Boiled Eggs)
Alih-alih menggunakan microwave yang berisiko, gunakan metode “rendam air panas” yang direkomendasikan para ahli kuliner dan keamanan pangan:
- Letakkan telur rebus yang sudah dikupas dalam mangkuk tahan panas.
- Tuangkan air mendidih dari ketel hingga seluruh telur terendam.
- Tutup mangkuk dan biarkan selama 10 menit.
Metode ini memanaskan telur secara perlahan hingga ke inti tanpa risiko ledakan atau membuat putih telur menjadi keras seperti karet.
2. Telur Orak-Arik (Scrambled Eggs)
Tantangan utama telur orak-arik adalah teksturnya yang mudah kering dan mengeluarkan cairan (sineresis).
Microwave: Masukkan telur ke wadah, tambahkan sedikit air atau susu untuk menjaga kelembapan. Panaskan dalam interval pendek 20–30 detik, aduk setiap kali berhenti, hingga mencapai suhu 74°C.
Kompor: Panaskan sedikit mentega di wajan anti lengket dengan api sedang-kecil. Masukkan telur dan aduk perlahan hingga panas merata. Hindari api besar agar protein tidak overcooked.
3. Telur Mata Sapi dan Dadar (Fried Eggs & Omelets)
Memanaskan telur mata sapi sangat sulit karena kuning telurnya bisa matang berlebihan.
Metode Uap (Steam-Basting): Panaskan wajan dengan sedikit minyak. Masukkan telur, lalu tambahkan 1 sendok makan air ke sisi wajan dan segera tutup rapat. Uap panas akan memanaskan telur dengan lembut tanpa mematangkan kuningnya secara ekstrem, meski untuk keamanan maksimal, FDA menyarankan kuning telur harus padat.
Oven: Untuk quiche atau frittata tebal, oven adalah pilihan terbaik. Panggang pada suhu 176°C (350°F) selama 15–20 menit agar panas merata hingga ke tengah.
4. Telur Rebus Tanpa Kulit (Poached Eggs)
Situs kuliner berbasis sains, Serious Eats, merekomendasikan metode simmering untuk hasil terbaik:
- Didihkan air dalam panci, lalu matikan api atau kecilkan hingga air tidak lagi bergolak.
- Masukkan telur poached dingin ke dalam air panas tersebut selama 1–2 menit.
- Angkat dan tiriskan. Teknik ini mengembalikan suhu telur tanpa merusak tekstur lembutnya.
Pasteurisasi Rumahan dengan Sous Vide
Bagi kelompok rentan (ibu hamil, lansia, atau individu dengan kekebalan tubuh lemah), memanaskan telur setengah matang berisiko tinggi. Namun, teknik sous vide menawarkan solusi unik yang jarang dibahas artikel umum.
Anda dapat melakukan pasteurisasi sendiri dengan merendam telur dalam penangas air (water bath) bersuhu konstan 57°C (135°F) selama minimal 75 menit (tergantung ukuran). Proses ini mematikan bakteri Salmonella tanpa mematangkan protein telur, sehingga telur tetap cair namun aman dikonsumsi atau digunakan untuk resep mentah seperti mayones. Studi dari SafeConsume di Eropa juga mendukung penggunaan telur terpasteurisasi sebagai standar emas keamanan pangan untuk menghindari wabah bakteri.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Memanaskan Telur
Apakah aman memanaskan telur rebus dengan kulitnya di microwave?
Tidak, sangat berbahaya. Tekanan uap yang terperangkap di dalam cangkang atau bahkan di dalam kuning telur yang sudah dikupas dapat menyebabkan telur meledak secara eksplosif saat dipanaskan atau saat Anda memotongnya setelah dikeluarkan. Selalu kupas dan gunakan metode rendam air panas.
Berapa kali saya boleh memanaskan ulang hidangan telur?
Secara teknis, Anda bisa memanaskan ulang beberapa kali selama suhu internal mencapai 74°C setiap kali. Namun, kualitas rasa dan tekstur akan menurun drastis, telur akan menjadi keras, kering, dan alot. Demi kualitas dan keamanan optimal, panaskan hanya porsi yang akan dimakan satu kali saja.
Bisakah saya membekukan sisa olahan telur untuk dipanaskan nanti?
Bisa, tetapi tidak semua jenis cocok. Putih telur rebus matang akan menjadi kenyal dan berair jika dibekukan. Sebaliknya, hidangan campuran seperti quiche, casserole, atau telur orak-arik mentah membeku dengan baik. Cairkan di kulkas semalaman sebelum dipanaskan kembali hingga 74°C.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5112171/original/087854200_1738118537-cek_fakta_hotel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4704369/original/091227400_1704193573-PulauGalang1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332664/original/083950800_1787714967-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-26T102837.135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332938/original/044633200_1787724770-pexels-laualessia-20792224.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292097/original/092828900_1783584913-IMG_1921.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327633/original/051396300_1787117162-Jogja_-_Yogyakarta_International_Airport_Rail_Link__2025__-_img_05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3187033/original/003171100_1595400533-makkah-kaaba-hajj-muslims_21730-6508.jpg)