Pengungsi Gempa NTT Capai 179.037, Warga Alami Ketakutan

BNPB mengungkap alasan di balik tingginya jumlah pengungsi NTT.

Diterbitkan 26 Agustus 2026, 14:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 179.037 pengungsi di NTT, sebagian besar karena takut gempa susulan dan isu tsunami.
  • 105 meninggal, 1.678 luka, 81.436 rumah rusak; Manggarai, Manggarai Timur terparah.
  • Bantuan logistik didistribusikan; 19 puskesmas belum beroperasi, dibantu kapal rumah sakit.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima laporan jumlah pengungsi terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 179.037 orang per Rabu (26/8/2026). Namun, tidak seluruhnya terdampak langsung gempa bermagnitudo 7 pada 15 Agustus 2026 tersebut.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan, banyak masyarakat berada di posko pengungsian karena takut terhadap gempa susulan yang mengguncang NTT sejak 15 Agustus. Selain itu, masyarakat juga khawatir dengan kabar adanya tsunami.

"Tetapi ini (gempa susulan) mengakibatkan masyarakat itu banyak yang mengungsi karena ketakutan. Jadi sebetulnya jumlah pengungsi yang nanti yang banyak ini bukan karena terdampak gempa secara langsung, tetapi karena gempa susulannya banyak, mereka ketakutan," kata Suharyanto saat rapat penanganan gempa NTT di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026).

"Dan juga ada beberapa isu dari media sosial yang menyatakan bahwa akan ada gempa susulan yang lebih besar, bahkan ada tsunami," sambungnya.

Dia menyampaikan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 105 orang, sedangkan korban luka-luka sebanyak 1.678 orang. Sementara itu, jumlah rumah yang rusak akibat gempa tercatat 81.436 unit. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, masjid, hingga kantor pemerintah juga mengalami kerusakan.

"Alhamdulillah untuk jembatan-jembatan tidak ada yang rusak parah, hanya ada beberapa yang longsor. Ini jumlahnya 1.951 unit. Yang terparah ada dua kabupaten yaitu Manggarai dan Manggarai Timur, tetapi juga Nagekeo ini juga termasuk kabupaten yang cukup parah, kalau dibuat ranking adalah nomor tiga Bapak Presiden," jelasnya.

 

Bantuan Logistik

Suharyanto memastikan bantuan logistik terus didistribusikan ke wilayah dan warga terdampak gempa. Pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara, darat, maupun laut.

"Untuk barang logistik yang masuk lewat Halim ada 2.032 ton. Yang masuk sudah distribusi ini 1.539 ton Bapak Presiden. Ini kami bagi dua: Labuan Bajo 1.035 ton, Maumere 504 ton. Kami juga mengoperasikan baik dari pemerintah ini ada jalur udara TNI AU 34  sortie 445 ton, kemudian untuk komersil 61 sortie 915 ton. Kemudian dari jalur laut juga sudah dikirimkan sebanyak 179 ton," tutur Suharyanto.

Selanjutnya, Prabowo menerima laporan bahwa masih ada 19 puskesmas yang belum beroperasi penuh karena kekhawatiran terhadap gempa susulan. Suharyanto menuturkan petugas lapangan telah membangun 122 tenda di depan puskesmas.

"Kemudian dari Angkatan Laut juga mengirimkan dua kapal rumah sakit: yang pertama adalah KRI dr. Soeharso, ini sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Manggarai; kemudian rumah sakit kapal Kesatria Airlangga, ini pun sudah melaksanakan kegiatan di Manggarai Timur," pungkas Suharyanto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6