Cara Menanam Kangkung di Toples Bekas Susu Bubuk, Hemat dan Ramah Lingkungan

Cara menanam kangkung di toples bekas susu bubuk tawarkan solusi praktis bagi lahan terbatas.

Diterbitkan 10 Juli 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Cara menanam kangkung di toples bekas susu bubuk menjadi salah satu alternatif berkebun sederhana yang dapat dilakukan di rumah dengan memanfaatkan barang bekas. Metode ini cocok bagi pemula karena tidak membutuhkan lahan luas, sekaligus membantu mengurangi limbah kemasan.

Menanam sayuran sendiri kini semakin mudah dengan teknik sederhana yang dapat diterapkan di area terbatas. Melalui cara menanam kangkung di toples bekas susu bubuk, wadah bekas dapat diubah menjadi tempat tumbuh tanaman yang praktis, hemat biaya, dan mampu menghasilkan sayuran segar untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain mudah dirawat, kangkung termasuk tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat sehingga cocok dijadikan pilihan untuk berkebun rumahan. Dengan memahami cara menanam kangkung di toples bekas susu bubuk, siapa pun dapat menciptakan kebun mini yang produktif.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara menanam kangkung di toples bekas susu bubuk, Kamis (9/7/2026).

1. Bersihkan Toples Bekas Susu Bubuk

Langkah pertama adalah membersihkan toples bekas susu bubuk hingga benar-benar bersih dari sisa susu, debu, maupun kotoran yang menempel. Setelah dicuci, keringkan wadah lalu buat beberapa lubang drainase di bagian bawah menggunakan paku atau bor kecil. Lubang ini berfungsi untuk mengalirkan kelebihan air sehingga media tanam tidak terlalu basah dan akar kangkung dapat tumbuh dengan sehat tanpa risiko membusuk.

2. Pilih dan Rendam Benih Kangkung

Gunakan benih kangkung yang masih baru dan berkualitas agar tingkat perkecambahannya lebih tinggi. Sebelum ditanam, rendam benih dalam air bersuhu ruang selama sekitar 6–12 jam. Benih yang tenggelam umumnya memiliki kualitas lebih baik dan siap ditanam, sedangkan benih yang mengapung sebaiknya dipisahkan karena kemungkinan kecil untuk tumbuh dengan optimal.

3. Siapkan Media Tanam yang Tepat

Media tanam menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan kangkung. Jika menggunakan metode tanah, campurkan tanah, kompos, sekam mentah, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1:1 agar media menjadi gembur dan kaya nutrisi. Sementara itu, untuk sistem hidroponik, Anda dapat menggunakan media seperti cocopeat, arang sekam, pasir, atau floral foam yang mampu menjaga kelembapan sekaligus mendukung perkembangan akar.

4. Isi Toples dan Tanam Benih

Masukkan media tanam ke dalam toples hingga sekitar tiga perempat bagian agar masih tersedia ruang untuk penyiraman. Setelah itu, taburkan sekitar lima hingga delapan benih kangkung secara merata pada permukaan media, kemudian tutup tipis menggunakan media tanam. Hindari menanam benih terlalu dalam agar proses perkecambahan berlangsung lebih cepat.

5. Lakukan Penyiraman Awal

Setelah benih ditanam, lakukan penyiraman secara perlahan menggunakan semprotan atau gembor berlubang halus agar benih tidak berpindah posisi. Pastikan media tetap lembap, tetapi tidak tergenang air. Jika menggunakan sistem hidroponik, pastikan sumbu selalu menyentuh larutan nutrisi sehingga tanaman dapat menyerap air dan unsur hara secara optimal sejak awal pertumbuhan.

6. Letakkan di Area yang Mendapat Sinar Matahari

Tempatkan toples di lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari, seperti teras, balkon, atau halaman rumah. Cahaya matahari sangat dibutuhkan untuk mendukung proses fotosintesis sehingga batang dan daun kangkung dapat tumbuh lebih subur, hijau, dan tidak mudah layu.

7. Lakukan Perawatan Secara Rutin

Perawatan rutin sangat menentukan keberhasilan budidaya kangkung. Untuk metode tanah, lakukan penyiraman setiap hari sesuai kondisi cuaca agar media tetap lembap. Sementara pada sistem hidroponik, periksa volume larutan nutrisi setiap tiga hingga empat hari dan tambahkan jika mulai berkurang. Selain itu, bersihkan gulma atau daun yang menguning agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.

8. Pantau Pertumbuhan hingga Masa Panen

Amati perkembangan tanaman secara berkala untuk memastikan kangkung tumbuh sehat dan bebas dari gangguan hama. Jika dirawat dengan baik, kangkung biasanya mulai siap dipanen dalam waktu sekitar 20–25 hari setelah tanam. Panen dapat dilakukan dengan memotong batang bagian atas atau mencabut tanaman beserta akarnya sesuai kebutuhan.

9. Manfaatkan Toples Bekas untuk Berkebun yang Lebih Hemat

Menanam kangkung menggunakan toples bekas susu bubuk merupakan cara sederhana untuk memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai menjadi wadah tanam yang bermanfaat. Selain menghemat biaya karena tidak perlu membeli pot baru, metode ini juga membantu mengurangi limbah rumah tangga. Ukurannya yang praktis membuat toples mudah dipindahkan ke area yang mendapat sinar matahari, sehingga sangat cocok diterapkan oleh pemula maupun penghuni rumah dengan lahan terbatas.

Alat dan Bahan Menanam Kangkung di Toples Bekas Susu Bubuk

Alat

  • Toples bekas susu bubuk yang sudah dibersihkan
  • Paku atau bor kecil untuk membuat lubang drainase
  • Sekop tangan atau sendok taman
  • Gunting atau cutter (jika diperlukan)
  • Gembor atau botol semprot untuk penyiraman
  • Ember atau wadah untuk merendam benih
  • Sarung tangan berkebun (opsional)

Bahan

  • Benih kangkung berkualitas
  • Tanah gembur
  • Kompos atau pupuk kandang yang sudah matang
  • Sekam mentahArang sekam
  • Air bersih
  • Pupuk cair organik atau pupuk NPK cair (opsional untuk menyuburkan tanaman)

Alternatif bahan untuk metode hidroponik:

  • Cocopeat
  • Arang sekam
  • Pasir halus
  • Floral foam (busa tanam)
  • Sumbu kain flanel
  • Larutan nutrisi AB Mix khusus sayuran daun

Keunggulan Menanam Kangkung di Toples Bekas

1. Hemat Ruang

Toples bekas susu bubuk memiliki ukuran yang ringkas sehingga mudah ditempatkan di teras, balkon, halaman sempit, maupun dekat jendela. Cara ini sangat cocok bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan berkebun yang luas.

2. Ramah Lingkungan

Memanfaatkan toples bekas sebagai wadah tanam membantu mengurangi limbah plastik atau kaleng yang masih layak digunakan. Selain mendukung konsep daur ulang, kebiasaan ini juga menjadi langkah sederhana dalam menjaga lingkungan.

3. Lebih Hemat Biaya

Karena menggunakan wadah bekas, Anda tidak perlu membeli pot baru. Biaya yang dikeluarkan pun menjadi lebih ekonomis, sehingga metode ini cocok bagi siapa saja yang ingin mulai berkebun dengan anggaran terbatas.

4. Cocok untuk Pemula

Proses penanamannya cukup sederhana dan tidak memerlukan peralatan yang rumit. Kangkung juga termasuk tanaman yang mudah tumbuh, sehingga cocok bagi pemula yang ingin belajar berkebun di rumah.

5. Mudah Dipindahkan

Toples bekas memiliki bobot yang relatif ringan sehingga mudah dipindahkan ke lokasi yang mendapatkan sinar matahari lebih optimal atau dipindahkan saat cuaca kurang mendukung.

6. Kangkung Cepat Dipanen

Kangkung dikenal sebagai salah satu sayuran yang memiliki masa panen singkat. Dengan perawatan yang baik, tanaman ini umumnya sudah dapat dipanen dalam waktu sekitar 20–25 hari setelah tanam sehingga hasilnya bisa segera dinikmati.

7. Perawatan Sederhana

Tanaman kangkung tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Penyiraman secara rutin, pencahayaan yang cukup, serta pemberian nutrisi sesuai kebutuhan sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman agar tetap subur.

8. Cocok untuk Metode Hidroponik

Toples bekas susu bubuk juga dapat dimanfaatkan sebagai wadah hidroponik sederhana. Pada metode ini, air dan larutan nutrisi tetap bersih karena tidak bercampur dengan tanah, sehingga lebih praktis dan efisien, terutama di daerah dengan ketersediaan air yang terbatas.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kangkung di Toples Bekas Susu Bubuk

Apa saja keunggulan menanam kangkung di toples bekas susu bubuk?

Metode ini hemat ruang, ramah lingkungan karena mendaur ulang limbah, hemat biaya karena tidak perlu membeli pot baru, mudah dilakukan untuk pemula, praktis, serta menjanjikan panen cepat. Untuk metode hidroponik, juga dapat menghemat air.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memanen kangkung setelah ditanam dengan metode ini?

Kangkung umumnya bisa dipanen dalam waktu 20 hingga 25 hari setelah tanam, tergantung pada perawatan dan kondisi lingkungan.

Bagaimana cara mempersiapkan toples bekas susu bubuk sebagai wadah tanam?

Toples harus dibersihkan secara menyeluruh. Penting juga untuk membuat lubang drainase di bagian bawah toples agar air tidak menggenang dan mencegah akar membusuk, menjaga media tanam tetap lembap namun tidak becek.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6