Liputan6.com, Jakarta - Cara ternak ikan mujair di ember bekas menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang ingin membudidayakan ikan meski memiliki lahan terbatas. Metode ini tidak membutuhkan kolam permanen sehingga cocok diterapkan di halaman rumah, teras, maupun pekarangan sempit. Selain hemat biaya, budidaya ikan mujair dalam ember juga relatif mudah dilakukan oleh pemula.
Ikan mujair termasuk ikan air tawar yang terkenal tangguh, mudah beradaptasi, dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat. Dengan perawatan yang tepat, hasil panennya bisa dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari langkah-langkah lengkap mulai dari persiapan ember, pemilihan benih, pemberian pakan, hingga tips agar ikan mujair cepat besar dan siap dipanen. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (9/7/2026).Â
Advertisement
Alat dan Bahan yang Harus Disiapkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5462215/original/074466600_1767516011-Metode_Tradisional__Budidaya_Ikan_Nila_di_Ember_Tanpa_Aerator.jpg)
Sebelum mulai beternak ikan mujair, siapkan perlengkapan berikut:
- Ember bekas berkapasitas 80–120 liter.
- Benih ikan mujair berkualitas.
- Air bersih.
- Aerator dan selang udara (opsional).
- Batu aerasi.
- Pelet ikan.
- Jaring panen.
- Tutup jaring atau kawat ram agar ikan tidak melompat.
- Pastikan ember tidak pernah digunakan untuk menyimpan cairan kimia, pestisida, oli, atau bahan berbahaya lainnya.
Advertisement
Cara Menyiapkan Ember Bekas
Persiapan wadah menjadi salah satu tahap paling penting dalam budidaya.
Berikut langkah-langkahnya:Â
 1. Bersihkan Ember
Cuci ember menggunakan air bersih hingga tidak ada sisa kotoran maupun bau.
2. Isi ember sekitar 70–80 persen dari kapasitasnya.
Jangan langsung menggunakan air ledeng yang baru diambil karena masih mengandung kaporit.
3. Endapkan Air
Diamkan air selama 24–48 jam agar kualitasnya lebih aman bagi benih ikan.
4. Pasang Aerator
Jika memungkinkan, gunakan aerator agar oksigen terlarut dalam air tetap tinggi.
5. Letakkan di Tempat yang Tepat
Posisikan ember pada area yang mendapat sinar matahari pagi namun tidak terkena panas terik sepanjang hari.
Cara Memilih Benih Ikan Mujair yang Berkualitas
Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas benih.
Pilih benih dengan ciri-ciri berikut.
- Ukuran seragam.
- Tubuh tidak cacat.
- Sisik mengilap.
- Gerakannya lincah.
- Tidak terdapat bercak putih.
- Responsif saat diberi pakan.
Benih yang sehat memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi dan pertumbuhannya lebih cepat.
Berapa Kepadatan Tebar yang Ideal?
Salah satu kesalahan pemula adalah memasukkan terlalu banyak ikan ke dalam ember. Untuk ember berkapasitas sekitar 100 liter, jumlah idealnya berkisar 15-25 benih mujair. Jika terlalu padat, ikan akan berebut oksigen dan pakan sehingga pertumbuhannya melambat.
Advertisement
Cara Menjaga Kualitas Air
Kualitas air menentukan kesehatan ikan.
Lakukan beberapa langkah berikut.
Ganti Air Sebagian
Ganti sekitar 20–30 persen air setiap minggu.
Buang Sisa Pakan
Sisa pelet yang mengendap dapat menghasilkan amonia sehingga air cepat keruh.
Perhatikan Warna Air
Air yang terlalu pekat, berbau, atau berbusa sebaiknya segera diganti sebagian.
Tambahkan Aerasi
Jika populasi ikan cukup banyak, aerator sangat membantu menjaga kadar oksigen.
Cara Mencegah Penyakit
Beberapa penyakit dapat muncul akibat lingkungan yang kurang bersih.
Pencegahannya meliputi:
- Â Jangan memberi pakan berlebihan.
- Â Hindari kepadatan ikan terlalu tinggi.
- Â Pisahkan ikan yang sakit.
- Bersihkan ember secara berkala.
- Gunakan benih yang sehat sejak awal.
Ikan yang sehat biasanya aktif berenang dan memiliki nafsu makan yang baik.
Tips Agar Ikan Mujair Cepat Besar
Jika ingin hasil panen maksimal, terapkan beberapa tips berikut.
- Gunakan benih unggul.
- Berikan pakan berkualitas.
- Disiplin memberi makan sesuai jadwal.
- Ganti air secara berkala.
- Gunakan aerator bila memungkinkan.
- Hindari ember terkena sinar matahari berlebihan.
- Â Pantau kesehatan ikan setiap hari.
- Jangan mencampur ikan dengan ukuran yang terlalu berbeda.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Pemula
- Agar budidaya berhasil, hindari beberapa kesalahan berikut.
- Menggunakan ember bekas bahan kimia.
- Menebar benih terlalu padat.
- Memberi pakan berlebihan.
- Jarang mengganti air.
- Tidak melakukan adaptasi benih.
- Mengabaikan ikan yang sakit.
Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan lambat bahkan meningkatkan angka kematian ikan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Ternak Ikan Mujair di Ember Bekas
1. Berapa ukuran ember yang paling ideal untuk ternak ikan mujair?
Ember berkapasitas 80–120 liter menjadi pilihan yang paling umum karena mampu menampung 15–25 ekor benih dengan ruang gerak yang cukup.
2. Apakah ikan mujair bisa dipelihara tanpa aerator?
Bisa, tetapi jumlah ikan sebaiknya tidak terlalu padat dan kualitas air harus lebih sering dipantau. Penggunaan aerator tetap disarankan agar kadar oksigen dalam air stabil.
3. Berapa kali ikan mujair harus diberi makan?
Idealnya 2–3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore, dengan jumlah yang cukup agar tidak menyisakan pakan di dasar ember.
4. Mengapa air ember cepat keruh?
Penyebabnya bisa berasal dari sisa pakan yang berlebihan, kepadatan ikan terlalu tinggi, atau jarangnya mengganti air. Karena itu, lakukan penggantian sekitar 20–30 persen air setiap minggu.
5. Apakah budidaya ikan mujair di ember menguntungkan?
Ya. Selain biaya awal yang rendah, metode ini cocok untuk konsumsi keluarga maupun usaha skala kecil. Jika dikelola dengan baik, hasil panennya dapat memberikan nilai ekonomi tambahan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291655/original/029171400_1783572083-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T113921.353.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259169/original/004992200_1781489946-18205254943629927025.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4251091/original/011186900_1670306483-latihanspanyol2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288083/original/090522600_1783298244-nor10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259009/original/093710600_1781434062-gabriel_magalhaes_ismael_saibari_brasil_maroko_ap_matt_slocum.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339733/original/047775700_1757121903-MAROKO_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710894/original/015901700_1782791233-000_B8QK288.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8380798/original/058541300_1782259430-Didier_Deschamps.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288075/original/063090000_1783298243-nor2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261560/original/020942400_1781744954-AP26168812020257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290414/original/058282700_1783480422-ko2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292023/original/062072300_1783582646-8e1f3596-a07b-456a-84aa-521b88bd4ee5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483819/original/030958000_1769404041-Jenis_Pohon_Kecil_untuk_Teras_Rumah_yang_Sejuk_dan_Tidak_Mengganggu_Fondasi_Bunga_Kertas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291857/original/005303200_1783579439-f25a1df9-1f43-4e50-8cff-5ab083ba4c8b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292013/original/059655600_1783582467-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291878/original/079975800_1783579688-35594a55-dd0c-48d1-b663-94475a784f0c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291991/original/029103300_1783581812-b3f7451b-ba0b-494b-87ee-832fc70be3e1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290614/original/020601900_1783487274-Gemini_Generated_Image_qz5mdlqz5mdlqz5m.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291848/original/085662800_1783579031-Material_Meja_Dapur_yang_Tidak_Mudah_Kusam__Bikin_Tetap_Terlihat_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291869/original/000954000_1783579526-kolam_koi.jpeg)