Analisis Terhentinya Langkah Kolombia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Kolombia gagal lolos ke perempat final Piala Dunia 2026 usai kalah adu penalti dari Swiss.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 22:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kolombia harus mengakhiri langkah mereka di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah adu penalti dari Swiss. Kedua tim bermain imbang tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss memastikan tiket ke perempat final.

Hasil ini terasa pahit bagi Kolombia karena mereka tampil cukup solid sepanjang turnamen. Bahkan, mereka hanya kebobolan satu gol sejak fase grup hingga babak gugur.

Di atas kertas, Kolombia juga memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh. Mereka finis sebagai juara grup di atas Portugal dan sebelumnya menyingkirkan Ghana pada babak 32 besar.

Namun, keunggulan itu tidak mampu diterjemahkan menjadi kemenangan saat menghadapi Swiss. Penyelesaian akhir yang buruk menjadi faktor terbesar yang membuat Los Cafeteros gagal memanfaatkan dominasi mereka.

Finishing Jadi Titik Lemah Kolombia

Kolombia sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan. Luis Diaz dan James Rodriguez berusaha membongkar pertahanan Swiss sejak babak pertama, tetapi serangan mereka gagal menghasilkan gol.

Ketika laga memasuki babak tambahan, Kolombia justru tampil lebih agresif. Mereka melepaskan delapan tembakan di perpanjangan waktu, lebih banyak dibandingkan tujuh percobaan selama waktu normal.

Jaminton Campaz dan Juan Quintero yang masuk dari bangku cadangan memberikan energi baru bagi lini serang. Namun, peluang emas yang gagal dimanfaatkan Campaz pada akhir babak tambahan menjadi momen yang paling disesali kubu Kolombia.

Catatan sepanjang turnamen menunjukkan masalah utama Kolombia memang berada di lini depan. Mereka hanya mampu mencetak lima gol meski sudah melepaskan total 94 tembakan. Efektivitas mereka sangat rendah.

Kolombia Bayar Mahal Peluang yang Terbuang

Swiss juga tidak tampil dalam kondisi terbaik karena kehilangan Johan Manzambi akibat cedera. Absennya pemain yang telah mencetak tiga gol dan dua assist itu membuat serangan Swiss kehilangan kecepatan dan kreativitas.

Meski demikian, Swiss mampu bertahan dengan disiplin hingga adu penalti. Ruben Vargas, yang baru masuk pada akhir pertandingan, kemudian menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti yang sukses.

Menariknya, Swiss tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran setelah menit ke-32. Namun, mereka tetap berhasil lolos karena mampu memaksimalkan momen-momen penting yang gagal dimanfaatkan Kolombia.

"Kolombia tidak memanfaatkan peluang mereka ketika mereka unggul. Jaminton Campaz mengira dia akan mencetak gol. Itulah peluang yang perlu Anda manfaatkan, Anda tidak bisa terus melewatkan peluang di tahap ini," ucap pandit BBC Sport, Dion Dublin.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Misteri Tanda 'X' dari Pelatih Mesir di Laga Lawan Argentina

Asad ArifinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan