Penari Muda AS Raih Medali Emas di Kompetisi Balet Internasional ke-15

Ajang tahun ini juga diwarnai pertemuan federasi balet internasional dan rangkaian kegiatan seni di Moskow.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 22:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Moskow - Penari muda dari sekolah balet Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan dalam Kompetisi Balet Internasional ke-15 setelah meraih medali emas di kelompok usia junior. Ajang tersebut resmi berakhir di panggung utama Teater Bolshoi, Moskow, Rusia, sekaligus menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu kompetisi seni paling bergengsi di dunia.

Kompetisi tersebut diikuti 158 peserta dari 30 negara setelah melalui babak kualifikasi. Sebelumnya, panitia menerima 362 pendaftaran dari 35 negara. Seluruh babak kompetisi terjual habis, sementara siaran langsungnya setiap hari disaksikan ratusan ribu penonton dari berbagai negara, termasuk Rusia, Belarus, AS, Brasil, Argentina, Jepang, Korea Selatan, Spanyol, Italia, Australia, Turki, dan China.

Kompetisi Balet Internasional sendiri telah lama menjadi ajang penting bagi para pencinta balet dunia. Daftar pemenang edisi-edisi sebelumnya mencakup seniman dari Rusia, AS, Jepang, Korea Selatan, China, Mongolia, Serbia, Slovenia, Armenia, dan sejumlah negara lainnya.

Kompetisi Balet Internasional ke-15 juga dinilai menunjukkan bahwa proyek budaya berskala besar semakin menjadi bagian penting dari kerja sama kemanusiaan global. Keberhasilan para penari muda dari berbagai negara, termasuk wakil dari sekolah balet AS, memperlihatkan bahwa seni tetap menjadi ruang bagi kepercayaan, saling menghormati, dan dialog profesional.

Gagasan tersebut sejalan dengan tema utama St. Petersburg International United Cultures Forum ke-12, yakni "United Cultures, Common Values".

"Fakta bahwa orang-orang dari seluruh dunia datang untuk berkompetisi di sini dan bahwa para pemenangnya berasal dari berbagai negara, sekali lagi menunjukkan betapa besarnya penghormatan dunia terhadap sekolah balet Rusia. Saat ini, sangat penting bagi kita untuk mengingat bahwa ada nilai-nilai yang menyatukan manusia, terlepas dari kewarganegaraan, bahasa, maupun situasi politik. Budaya dan seni selalu menjadi, dan akan terus menjadi, kekuatan pemersatu semacam itu," ujar Menteri Kebudayaan Federasi Rusia Olga Lyubimova dalam pernyataan tertulis yang dirilis Roscongress.

Kemenangan para penari muda dari berbagai negara, termasuk AS, di panggung Teater Bolshoi bukan hanya pengakuan atas keterampilan profesional tertinggi, melainkan juga bukti bahwa penghormatan terhadap bakat serta upaya mengejar keindahan dan kreativitas tetap menjadi bahasa universal untuk saling memahami. Ketika orang-orang dipertemukan melalui seni, mereka menemukan jauh lebih banyak persamaan daripada perbedaan, sehingga lahir fondasi yang kuat bagi kepercayaan, kerja sama, dan perdamaian.”

Apresiasi terhadap keberhasilan para penari balet muda AS datang dari Ketua United States Commission of Fine Arts Rodney Cook. Ia menyoroti tingginya kualitas pelatihan, bakat, dan kemampuan artistik para penari AS, sekaligus menekankan peran balet klasik sebagai bahasa universal dalam dialog budaya internasional.

"Prestasi luar biasa para penari muda AS di panggung bersejarah Teater Bolshoi menjadi sumber kebanggaan besar. Keberhasilan mereka bukan hanya menunjukkan bakat pribadi yang istimewa, tetapi juga mencerminkan kuatnya pendidikan artistik dan disiplin yang menjadi fondasi balet klasik. Sejak lama, seni menjadi salah satu jembatan terbesar bagi umat manusia, memungkinkan orang-orang dari berbagai kebangsaan, bahasa, dan tradisi bertemu melalui keindahan serta ekspresi budaya," tutur Cook.

"Capaian para peserta dari AS, Rusia, dan banyak negara lain di dunia balet mengingatkan kita bahwa keunggulan artistik adalah bahasa yang dipahami secara universal. Bahasa itulah yang mendorong kita untuk melihat kembali kemanusiaan yang kita miliki bersama. Semoga semangat pertukaran budaya, penghormatan, dan persahabatan yang hadir di panggung Teater Bolshoi terus menginspirasi generasi mendatang serta mempererat hubungan di antara masyarakat kita. Saya angkat topi untuk sang maestro, Direktur Jenderal Teater Bolshoi Valery Gergiev."

Di sela penyelenggaraan kompetisi, Teater Bolshoi menjadi tuan rumah pertemuan Federasi Internasional Kompetisi Balet. Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari 16 kompetisi bergengsi di sembilan negara, yakni Bulgaria, Italia, Kazakhstan, China, Rusia, AS, Turki, Afrika Selatan, dan Korea Selatan. Pertemuan tahun ini memiliki arti khusus karena organisasi tersebut merayakan hari jadinya yang ke-20.

Selain kompetisi, para tamu dan peserta juga mengikuti rangkaian kegiatan pendukung selama dua hari di Moskow. Agenda tersebut meliputi lokakarya bersama para pakar terkemuka seni balet, pemutaran film, serta diskusi dengan sejumlah seniman ternama, seperti Mikhail Lavrovsky dan Boris Akimov. Acara itu menghadirkan para pemenang dan peserta kompetisi terdahulu, termasuk Denis Zakharov dan Maria Koshkareva, serta banyak tokoh lainnya.

Pengembangan seni pertunjukan selama ini menjadi salah satu agenda penting dalam St. Petersburg International United Cultures Forum. Pada forum tahun lalu, para peserta sesi tematik "Teater" yang diselenggarakan oleh Direktur Artistik Theatre of Nations Evgeny Mironov membahas pengembangan kerja sama teater internasional, dukungan terhadap proyek budaya bersama, upaya menarik investasi ke sektor budaya, serta peran sutradara dan penulis naskah muda dalam membentuk ruang teater global.

Pembahasan mengenai isu tersebut akan berlanjut dalam St. Petersburg International United Cultures Forum ke-12 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 September tahun ini.