Ketangguhan Gregor Kobel Jadi Penentu Lolosnya Swiss

Gregor Kobel menjadi pahlawan Swiss lewat adu penalti kontra Kolombia dan kini bersiap menghadapi Argentina di perempat final.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gregor Kobel menjadi sosok paling menentukan saat Swiss mengamankan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti. Penampilan gemilang penjaga gawang berusia 28 tahun itu menjaga mimpi Swiss tetap hidup di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Laga babak 16 besar berlangsung ketat hingga waktu normal dan perpanjangan waktu gagal menghasilkan pemenang. Nasib kedua tim akhirnya ditentukan dari titik putih dalam pertandingan yang digelar di Vancouver.

Momen penentu hadir ketika penendang keempat Kolombia, Cucho Hernandez, gagal menaklukkan Kobel. Kiper Swiss itu bergerak ke sisi kanan dan menggagalkan eksekusi lawannya sebelum Ruben Vargas memastikan kemenangan Swiss lewat tendangan kelima.

Gregor Kobel Percaya Swiss Masih Bisa Melangkah Lebih Jauh

Kobel menilai pencapaian Swiss memiliki arti besar bagi perkembangan sepak bola negaranya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa negara dengan populasi kecil tetap mampu bersaing di level tertinggi.

"Sungguh luar biasa melihat apa yang mungkin diraih oleh negara kecil di olahraga sebesar ini dan di turnamen sebesar ini. Ini pencapaian yang sangat besar bagi kami sebagai tim dan setiap pemain yang ada di skuad ini."

"Berada di posisi kami sekarang membuat kami sangat bangga. Ini pencapaian luar biasa, tetapi perjalanan belum selesai karena kami masih memiliki pertandingan berikutnya."

Kobel juga mengungkapkan pendekatannya saat menghadapi adu penalti. Ia mengaku memadukan persiapan dengan intuisi ketika membaca arah tendangan lawan.

"Sejujurnya, itu perpaduan keduanya. Ada kiper yang lebih matang dalam persiapan dibanding saya, tetapi perasaan juga menjadi bagian penting dalam situasi seperti ini."

"Saya melihat bentuk tubuh penendang, pergerakan mereka, arah pandangan mata, semuanya menjadi kombinasi. Pada akhirnya saya mengikuti insting dan bergerak ke arah yang saya rasakan."

Argentina Sudah Menanti Swiss

Kapten Swiss, Granit Xhaka, mengaku timnya memiliki keyakinan penuh kepada Kobel ketika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Pengalaman sang kiper saat latihan membuat seluruh pemain percaya diri menghadapi situasi tersebut.

"Dia juga membuat hidup kami sulit saat latihan penalti! Kami tahu jika pertandingan berakhir dengan adu penalti, kami memiliki penjaga gawang yang mampu melakukan penyelamatan, ditambah para penendang yang berkualitas."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Ruben Vargas yang menjadi eksekutor penentu kemenangan juga memberikan apresiasi kepada rekan setimnya tersebut. Ia menilai Kobel kembali menunjukkan kualitasnya pada momen yang paling menentukan. "Saya rasa kami semua tahu kemampuan Gregor dan hari ini dia memperlihatkannya di panggung besar ketika tim benar-benar membutuhkannya. Rasanya menyenangkan memiliki penjaga gawang seperti dia." Swiss kini bersiap menghadapi Argentina pada babak perempat final. Kobel mengakui lawannya berstatus unggulan, tetapi ia tetap yakin peluang selalu terbuka selama pertandingan belum dimainkan. "Dengan semua yang telah Lionel Messi capai, tidak ada yang salah jika banyak orang menempatkannya di puncak. Sekarang tugas saya adalah menghentikannya karena mereka memang difavoritkan." "Mereka jelas menjadi unggulan utama, tetapi pada akhirnya ini adalah sepak bola. Kami harus memainkan pertandingannya lebih dulu, lalu melihat apa yang akan terjadi. Kami juga memiliki kualitas dan rasa percaya diri yang tinggi." Sumber: FIFA

Halaman
Show All
Gia Yuda PradanaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan