Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan puluhan umat Hindu Bali menggelar doa bersama di lokasi penyembelihan tapir, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 3 menit 11 detik itu rekaman tersebut, Made Kastiawan bersama puluhan warga tampak berdoa di lokasi penyembelihan tapir yang masih dipasangi garis polisi.
Made menyampaikan penyesalan atas peristiwa penyembelihan satwa dilindungi yang sempat menghebohkan publik.
Advertisement
Dia mengatakan, doa bersama digelar sebagai bentuk permohonan maaf kepada Tuhan atas matinya seekor tapir di kawasan hutan Register 45.
"Kami memohon maaf kepada Tuhan atas kesalahan yang dilakukan saudara-saudara kami sehingga mengakibatkan berkurangnya hewan langka tapir ini," ujar Made, Rabu (8/7/2026).
Menurut Made, doa bersama juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami pentingnya menjaga satwa liar yang dilindungi. Ia berharap tidak ada lagi perburuan maupun pembunuhan terhadap satwa yang dilindungi undang-undang.
"Kami ingin masyarakat lebih memahami bagaimana memperlakukan hewan langka yang dilindungi. Jangan sampai ada lagi perbuatan yang membuat populasinya berkurang dan berujung pada ancaman pidana," jelasnya.
Made mengaku prihatin sekaligus malu atas kejadian tersebut. Meski pelaku merupakan bagian dari masyarakat sekitar, ia menegaskan tindakan menyembelih satwa dilindungi tidak dapat dibenarkan.
"Kami malu, tentunya kami malu. Tetapi bagaimanapun dia tetap saudara kami. Namun perbuatan itu tidak bisa dibenarkan," ungkapnya.
Â
Dijadikan Pelajaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290951/original/003377200_1783499969-1001440856.jpg)
Ia berharap peristiwa itu menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat agar semakin peduli terhadap kelestarian satwa liar. Menurutnya, berbagai satwa langka kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat dan berkurangnya sumber pakan.
"Jangan sampai ada kejadian seperti ini lagi. Mungkin ini menjadi pesan bagi kita semua agar lebih memperhatikan satwa-satwa langka yang semakin kehilangan tempat hidup dan sumber makanannya," tuturnya.
Sebelumnya, seekor tapir sempat viral di media sosial setelah terekam berjalan di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji.
Banyak pihak berharap satwa bercorak hitam-putih tersebut dapat dievakuasi dengan selamat. Namun setelah kembali masuk ke kawasan hutan, tapir itu diduga dikejar sejumlah warga, kemudian ditombak dan disembelih. Sebagian dagingnya dipotong, dibagikan kepada warga, bahkan sebagian lainnya dimasak menjadi rica-rica.
Polres Mesuji telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan satwa dilindungi tersebut. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Para pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya karena diduga membunuh satwa yang dilindungi.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568076/original/025738900_1777349129-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-28T110443.057.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290480/original/063078400_1783482944-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-08T105431.346.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5696736/original/013814600_1778574800-cek_fakta_cpns_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290950/original/054704000_1783499968-1001440853.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290534/original/015072300_1783484497-Switzerland_goalkeeper_Gregor_Kobel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290421/original/027818600_1783480531-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290385/original/086691300_1783478548-Egypt_s_Mostafa_Zico__11__and_Egypt_s_Haissem_Hassan__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290384/original/064848900_1783478396-Argentina_s_Lionel_Messi_celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8306243/original/097675000_1782171964-000_B7XN2AD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312895/original/060240200_1782180154-000_B7XU3W8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259229/original/005106400_1781492480-AP26165671114272.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288987/original/029872300_1783373948-000_B9FD7P2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290285/original/019592500_1783448923-AP26188662265039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290283/original/065124300_1783447708-063_2285092809.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288561/original/028754700_1783325735-1001420331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288484/original/093285100_1783322924-1001433239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9226526/original/035946000_1783122008-1001423276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9135483/original/098476700_1783074609-Desain_tanpa_judul__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110942/original/018266700_1783046256-1001423276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9117834/original/093482900_1783066922-1001423115.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111206/original/012687500_1783063467-1001423811.jpg)