Anak Krakatau Siaga, Nelayan dan Wisatawan Diminta Menjauh

Imbauan itu disampaikan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Diterbitkan 08 Juli 2026, 09:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Status aktivitas Gunung Anak Krakatau naik menjadi Level III (Siaga). Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mengimbau masyarakat tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK). Imbauan itu ditujukan kepada seluruh warga, termasuk nelayan dan pelaku wisata.

Egi meminta masyarakat mematuhi rekomendasi otoritas vulkanologi dengan tidak beraktivitas dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

"Ini menjadi perhatian kami. Sekarang statusnya sudah Level III atau Siaga. Sesuai rekomendasi, dalam radius 3 sampai 5 kilometer dari kawah aktif tidak boleh ada aktivitas. Hari ini kami juga terus memonitor perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau," kata Egi kepada wartawan, Rabu (8/7/2026).

Menurut Egi, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

"Keselamatan warga harus menjadi prioritas selama aktivitas vulkanik masih tinggi," ujarnya.

 

Perintah ke Biro Travel

Egi juga meminta nelayan dan operator perjalanan wisata menghentikan sementara seluruh aktivitas menuju Gunung Anak Krakatau hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

"Kami mengimbau nelayan maupun pihak yang membuka trip wisata ke sana untuk sementara tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Ini demi keselamatan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau mulai meningkat sejak 2 Juli 2026. Berdasarkan hasil evaluasi aktivitas vulkanik, status gunung api di Perairan Selat Sunda itu dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Masyarakat diminta mematuhi seluruh rekomendasi pemerintah dan tidak memasuki zona larangan demi menghindari risiko akibat aktivitas erupsi.