Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Mesuji bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bengkulu-Lampung resmi mencabut pengumuman sayembara mengamankan tapir (Tapirus indicus) hidup-hidup berhadiah Rp 50 juta yang sebelumnya sempat beredar di masyarakat.
Pencabutan tersebut diumumkan melalui selebaran digital yang dirilis pada Senin (6/7/2026). Dalam pengumuman itu, pemerintah daerah dan BBKSDA menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sekaligus menegaskan seluruh pamflet sayembara, termasuk yang memuat foto Gubernur Lampung, sudah tidak berlaku.
Pada selebaran terbaru, pamflet lama diberi tanda silang merah dengan tulisan "Mohon Maaf Dicabut" sebagai penanda bahwa informasi tersebut telah dibatalkan secara resmi.
Advertisement
BBKSDA Bengkulu-Lampung juga mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap, memelihara, maupun memindahkan tapir secara mandiri karena berisiko membahayakan keselamatan manusia maupun satwa.
Masyarakat yang menemukan satwa liar dilindungi memasuki permukiman, terluka, terjerat, atau terancam aktivitas manusia diminta segera melapor kepada petugas melalui Call Center Seksi KSDA Wilayah III BBKSDA Bengkulu-Lampung di nomor 0811-7997-070.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung Itno Itoyo membenarkan pencabutan pengumuman sayembara tersebut.
Menurut dia, keputusan itu diambil setelah BBKSDA berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mesuji dan mengevaluasi dampak yang dapat ditimbulkan. Keberadaan hadiah uang dikhawatirkan memancing masyarakat berbondong-bondong mencari tapir sehingga situasi di lapangan menjadi sulit dikendalikan.
Selain itu, informasi mengenai lokasi keberadaan satwa liar berpotensi dimanfaatkan pihak yang ingin melakukan perburuan ilegal terhadap tapir maupun satwa dilindungi lainnya.
"Secara prinsip memang tidak perlu ada sayembara. Kami khawatir informasi yang sifatnya sensitif diketahui publik dan menjadi ladang perburuan baru," kata Itno, Selasa (7/7/2026).
Â
Penyebab Satwa Keluar Hutan
Itno menjelaskan kemunculan tapir di luar kawasan hutan diduga berkaitan dengan musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air di habitat alaminya berkurang.
Kondisi tersebut mendorong satwa liar keluar dari kawasan hutan untuk mencari air dan sumber pakan.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan penangkapan apabila menemukan tapir dalam kondisi lemah, kehausan, terluka, atau memasuki kawasan permukiman.
"Kalau masyarakat menemukan satwa keluar kawasan, apalagi dalam kondisi kelelahan, haus, atau terluka, agar segera menyampaikan laporan kepada kami," ujarnya.
Ia menegaskan BBKSDA bersama pemerintah daerah akan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi karena populasinya terancam punah.
Warga juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri saat menemukan satwa liar di permukiman, lahan pertanian, maupun perkebunan. Masyarakat cukup mengamankan lokasi dan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dilakukan sesuai prosedur.
"Jangan langsung dilakukan tindakan sendiri. Laporkan dan jaga keamanannya. Nanti petugas dari BKSDA, pemerintah daerah, Damkar, maupun aparat setempat yang akan melakukan upaya pengamanan lebih lanjut," tandasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7676875/original/060602200_1780471869-Tugas__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1791827/original/015659300_1512525714-10321102_10205492268656460_4374129301795033883_o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483882/original/074480700_1769405806-SBY_sakit.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289024/original/020064300_1783387015-1001436571.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8709339/original/015500500_1782788430-neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929771/original/004907300_1782959836-bos3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5516473/original/017053500_1772306812-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8906115/original/073442900_1782946797-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288986/original/034116600_1783373945-000_B9FD7NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288982/original/076824500_1783372194-000_B9FD6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8919467/original/008733300_1782953589-AP26183024263579.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110961/original/003017800_1783047335-sp3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111052/original/049202100_1783054835-063_2284418867.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8634909/original/092138400_1782635479-000_B7AH3QR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288484/original/093285100_1783322924-1001433239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9226526/original/035946000_1783122008-1001423276.jpg)