Liputan6.com, Jakarta - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung mendugaan kemunculan tapir di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, yang dibunuh oleh warga, sedang memasuki fase alami mencari wilayah jelajah baru setelah lepas dari induknya.
Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho mengatakan, kemunculan tapir di ruas jalan bukanlah kejadian yang tiba-tiba. Menurut dia, satwa tersebut kemungkinan sedang bermigrasi menuju habitat baru sebagai bagian dari siklus hidupnya.
"Ada kemungkinan tapir tersebut sedang berada pada fase alami lepas sapih dari induknya sehingga mulai mencari wilayah jelajah baru. Itu merupakan perilaku alami yang lazim terjadi pada satwa liar," ujar Agung, Senin (6/7/2026).
Advertisement
Selain faktor alami, Agung menjelaskan Jalan Lintas Sumatera yang membelah kawasan Register 45 menjadi jalur yang kerap dilintasi satwa liar saat berpindah dari satu kawasan hutan ke kawasan lainnya.
"Diduga individu tapir itu hendak menuju kawasan di seberang jalan karena Jalinsum memotong bentang alam Register 45 yang memang masih menjadi koridor pergerakan satwa liar," katanya.
Dia menambahkan, perubahan bentang alam di sekitar habitat tapir juga diduga menjadi faktor yang mendorong satwa keluar dari kawasan hutan.
Menurut Agung, Register 45 merupakan kawasan konsesi PT Silva Inhutani dan PT BNIL. Sementara di sekitarnya terdapat alih fungsi lahan menjadi perkebunan tebu maupun kebun singkong milik warga yang berpotensi mempersempit ruang jelajah satwa.
"Selain faktor alami, aktivitas di sekitar kawasan hutan juga diduga ikut memengaruhi sehingga tapir mencari habitat yang lebih nyaman," ungkapnya.
Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo mengatakan, tapir masih teridentifikasi hidup di kawasan Register 45. Temuan tersebut berdasarkan hasil survei lapangan dan laporan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
"Tapir memang masih ditemukan di kawasan Register 45. Sekitar tahun 2022 hingga 2023 juga pernah ada laporan mengenai keberadaan satwa ini di wilayah tersebut," kata Itno.
Meski demikian, BKSDA belum memiliki data pasti mengenai jumlah populasi tapir di Kabupaten Mesuji maupun di Provinsi Lampung. Pendataan masih terus dilakukan melalui survei habitat dan pemantauan lapangan.
"Hasil identifikasi menunjukkan lanskap Register 45 masih menjadi habitat penting bagi tapir di Lampung," ujarnya.
Â
Tidak Membahayakan Satwa Liar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288562/original/083761500_1783325735-1001423276.jpg)
BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang membahayakan satwa liar apabila menemukannya di sekitar jalan atau permukiman. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.
"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga dan melestarikan satwa liar beserta habitatnya. Jika mengetahui adanya dugaan tindak pidana terhadap satwa yang dilindungi, segera laporkan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Itno.
Dia berharap kasus di Mesuji menjadi pembelajaran agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak lagi berujung pada kematian satwa yang dilindungi.
Sebelumnya, seekor tapir sempat viral di media sosial setelah terekam berjalan di Jalan Lintas Sumatera, kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji. Banyak pihak berharap satwa bercorak hitam-putih tersebut dapat dievakuasi dengan selamat.
Namun setelah kembali masuk ke kawasan hutan, tapir itu diduga dikejar sejumlah warga, kemudian ditombak dan disembelih. Sebagian dagingnya dipotong, dibagikan kepada warga, bahkan sebagian lainnya dimasak menjadi rica-rica.
Polres Mesuji telah menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam pembunuhan satwa dilindungi tersebut.
Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran. Para pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya karena diduga membunuh satwa yang dilindungi.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288561/original/028754700_1783325735-1001420331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4538700/original/083963400_1692091030-WhatsApp_Image_2023-08-15_at_3.20.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288587/original/061784900_1783327073-1001433500.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288581/original/031389600_1783326707-WhatsApp_Image_2026-07-05_at_18.15.00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288542/original/090853300_1783324944-1001433271.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418083/original/074162500_1763599765-Ilustrasi_Perjalanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288484/original/093285100_1783322924-1001433239.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288457/original/051151300_1783321509-1001432828.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288415/original/033199700_1783319412-20260525_170103.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288412/original/046361300_1783319109-1001432754.jpg)