Deretan Hoaks Menerpa Sandiaga Uno Beredar di Media Sosial, Simak Faktanya

Hoaks seputar pemberian bantuan kembali menerpa mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 17:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno tidak luput menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Salah satu hoaks yang menerpa adalah video mengumumkan pemberian bantuan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan.

Faktanya, video pengumuman diambil dari kegiatan Sandiaga yang telah lama berlalu dan melalui proses penyuntingan.

Lalu apa saja hoaks yang menerpa Sandiaga Uno? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Cek Fakta: Hoaks Video Sandiaga Uno Bagikan Bantuan Langsung Tunai dan Modal Usaha

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 21 Juni 2026.

Berikut isi unggahannya:

"Alhamdulillah hari ini pembagian bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako kepada yang membutuhkan berjalan dengan baik dan tidak hanya berlaku di Pulau Jawa saja kita akan cari di luar Pulau Jawa yang benar benar yang membutuhkan namun diganti dengan bantuan tunai.

Semoga bantuan ini dapat meringankan dan bermanfaat, jadi langsung saja menghubungi saya di Whatsapp, untuk menerimanya, ini ril bukan hoaks saya memberikan bukti bukan sekedar janji silakan dibuktikan dan saya akan"

Unggahan disertai caption:

"Jalin tautan dengan Sandiaga Salahuddin uno"

Terdapat menu kirim pesan dalam postingan yang beredar.

Lalu benarkah klaim video Sandiaga Uno membagikan bantuan langsung tunai, modal usaha, dan sembako? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

2. Cek Fakta: Hoaks Tautan Pendaftaran Bantuan Modal Usaha Sandiaga Uno

Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan yang mengklaim tautan pendaftaran bantuan modal usaha dari Sandiaga Uno. Postingan itu beredar dari pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 19 Mei 2026.

Dalam postingannya terdapat video Sandiaga Uno dengan narasi sebagai berikut:

"Alhamdulillah hari ini kami bisa berbagi dengan memberikan bantuan modal usaha semoga menjadi langkah awal untuk berkembang, mandiri, dan meraih kesuksesan.

Karena setiap usaha besar dimulai dari langkah kecil dan tujuan pembagian bantuan ini bukan untuk cari nama apalagi untuk kepentingan pribadi saya hanya membantu.

Yang belum menerima bantuan ini langsung saja menghubungi WA saya untuk diproses dan ditindaklanjuti. Ini bukanlah dari pemerintah pusat karena saya sudah tidak dalam pemerintahan lagi ini dari saya pribadi.

Semoga saja dengan adanya program bantuan ini dapat membantu saudara kita yang benar-benar membutuhkan."

Postingan itu disertai narasi:

"BANTUAN SOSIAL DARI PEMERINTAH UNTUK MEMBUKA USAHA BARU💥

*** (  SANDIAGA SALAHUDDIN UNO  )***

🦋 YANG MAU DI PROSES CEPAT DARI SAYA KLIK LINK WHATSAPP DI BAWAH INI⤵️⤵️⤵️⤵️⤵️

NO.WHATSAPP : 0823*7238*0115"

Lalu benarkah postingan yang mengklaim tautan pendaftaran bantuan modal usaha dari Sandiaga Uno? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks Sandiaga Sebut 'Lebih Baik Pengangguran daripada Jadi Kacungnya Rezim'

Kabar yang menyebut, Sandiaga Uno lebih memilih menjadi pengangguran daripada menjadi menteri di Pemerintahan Jokowi, beredar di media sosial.

Kabar ini beredar dalam sebuah artikel di situs acktuall.blogspot.com dengan judul "Tolak Jabatan Menteri, Sandiaga: Lebih Baik Pengangguran Daripada Jadi Kacungnya Rezim".

Berikut isi dari artikel tersebut:

"Jakarta, AKTUAL,- Sandiaga Uno kembali memberikan respons terkait isu yang menyebutkan namanya sebagai kandidat menteri dalam kabinet yang disusun Presiden Joko Widodo (Jokowi) di periode keduanya. Adakah Sandiaga berubah pikiran?loading...Ketika ditanya mengenai isu itu, awalnya Sandiaga menyampaikan keyakinannya Jokowi membutuhkan masukan dari sudut pandang lain. Lalu, Sandiaga malah bercerita soal angka pengangguran.

"Saya meyakini bahwa masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif, menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan," kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

"Ini kan kemari kita ada di... pengangguran ada di nomor dua terburuk di ASEAN. Penciptaan lapangan kerja kita nggak jalan, sementara Vietnam, dengan adannya perang dagang China dan Amerika ini meraup untung," imbuhnya.loading...Ketika wartawan kembali meminta penegasan sikap, barulah Sandiaga menyampaikan posisinya. Dia mengaku akan berada di luar pemerintah.

"Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit," ucap Sandiaga.

Sandiaga khawatir tak bisa memberikan masukan yang objektif jika menjadi bagian dari pemerintah. Eks Wagub DKI itu merasa pemikirannya itu perlu disampaikan.

"Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya, kan 'asal bapak senang'. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga," terang Sandiaga.

Namun, ketika dipertegas kembali, Sandiaga mengatakan penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. "Jadi, kalau itu kan (hak) prerogatif presiden, prerogatif presiden ya kita hormati, kita hargai," ujarnya menjawab pertanyaan apakah menolak jika ditunjuk jadi menteri.

Sandiaga merupakan salah satu nama yang diisukan bakal menjadi menteri di pemerintahan Jokowi jilid II. Dia disebut-sebut menjadi kandidat menteri yang mengurusi bidang investasi."

Sejak diunggah pada 14 Oktober 2019 di Facebook, unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 1.400 kali.

Lalu benarkah Sandiaga Uno lebih memilih menjadi pengangguran daripada menjadi menteri di Pemerintahan Jokowi? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.