Liputan6.com, Jakarta - Melakukan perjalanan jauh membutuhkan persiapan yang amat matang, termasuk dari sisi spiritual. Namun ternyata ada kalanya terdapat berbagai sunnah sebelum berangkat safar yang sering terlupakan.
Padahal, persiapan spiritual ini menjadi kunci meraih perlindungan Ilahi selama berada di jalan. Di tengah kesibukan menyiapkan perbekalan, banyak umat Islam luput mengamalkan tuntunan mulia ini.
Di dalam Ebook Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar, Abdullah Haidir menjelaskan bahwa safar bisa bernilai ibadah jika diiringi adab yang benar. Hal ini menunjukkan pentingnya adab kebersamaan sebelum berangkat.
Advertisement
Mengabaikan sunnah berarti meninggalkan kesempatan untuk mendulang pahala dan keberkahan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggali kembali dan merutinkan adab-adab sebelum perjalanan jauh sesuai petunjuk syariat.
Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah sunnah-sunnah yang kerap ditinggalkan ketika hendak berangkat perjalanan.
Sunnah-Sunnah Sebelum Berangkat Safar yang Sering Terlupakan
Berdasarkan literatur fikih dan panduan adab, terdapat serangkaian sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW namun sering kali diabaikan oleh musafir di era modern:
1. Berpamitan dan Saling Mendoakan
Di dalam Ebook Panduan Musafir, Adab dan Hukum Safar, Abdullah Haidir menekankan pentingnya adab menyampaikan salam perpisahan kepada kerabat atau rekan, serta saling mendoakan keselamatan.
Doa musafir kepada orang yang ditinggalkan:
أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِي لَا تَضِيعُ وَدَائِعُهُ
Astaudi'ukumullahal ladzi la tadhi'u wada'i'uhu
Artinya: "Aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan barang yang dititipkan." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Doa orang yang ditinggalkan kepada musafir:
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ، وَأَمَانَتَكَ، وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
Astaudi'ullaha diinaka, wa amanataka, wa khawatima 'amalik
Artinya: "Aku titipkan kepada Allah agamamu, amanatmu dan akhir perbuatanmu." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).
2. Memulai Perjalanan pada Hari Kamis Pagi
Banyak musafir yang bepergian tanpa memperhatikan keutamaan waktu. Abdullah Haidir mencatat bahwa sangat dianjurkan untuk memulai safar pada hari Kamis pagi.
Tercatat dalam hadis Nabi riwayat Bukhari: "Sesungguhnya Nabi keluar pada hari Kamis saat perang Tabuk, dan beliau menyukai keluar (untuk safar) pada hari Kamis.".
3. Tidak Bepergian Sendirian dan Menunjuk Pemimpin (Amir)
Sering kali seseorang bepergian jauh sendirian dengan alasan kepraktisan. Padahal, syariat menganjurkan untuk bepergian minimal tiga orang dan menunjuk satu orang sebagai pemimpin (amir) agar perjalanan lebih teratur dan aman.
Nabi SAW bersabda: "Jika ada tiga orang yang melakukan safar, hendaklah mereka mengangkat salah seorang sebagai pemimpin." Dalil (HR. Abu Daud)
4. Membaca Doa Safar di Kendaraan
Membaca doa safar sering kali terlupa karena terburu-buru. Padahal, doa ini harus dibaca ketika kendaraan mulai berangkat.
Lafal Doa Safar:
اللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا تَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوْءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, subhanalladzi sakhkhara lana hadza wama kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma inna nas'aluka fi safarina hadzal birra wat taqwa, waminal 'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza wathwi 'anna bu'dahu, Allahumma antash shahibu fis safari, wal khalifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzubika min wa'tsa-is safari, wa kabatil mandzhari, wa su-il munqalabi fil mali wal ahli.
Artinya: "Allah Maha Besar 3x, Maha suci Tuhan Yang memudahkan kami untuk mengendarai ini. Sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari kiamat). Ya Allah, sesungguhnya kami mohon kebaikan dan takwa dalam bepergian ini dan kami mohon perbuatan yang meridai-Mu. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan jadikanlah perjalanan yang jauh terasa dekat. Ya Allah, Engkaulah teman dalam bepergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam bepergian, pemandangan yang menyedihkan dan dari buruknya perubahan harta dan keluarga.".
5 Hikmah Melakukan Sunnah Rasulullah SAW Saat Memulai Perjalanan
1. Memperoleh Penjagaan Mutlak
Mengawali perjalanan dengan pamitan dan doa safar berfungsi sebagai perisai yang membentengi musafir dari kecelakaan dan godaan setan selama di perjalanan.
2. Memaksimalkan Doa Mustajab
Safar adalah salah satu waktu di mana doa sangat mudah dikabulkan (mustajabah). Memulai perjalanan dengan ketaatan akan semakin memperlancar terkabulnya doa tersebut.
3. Meningkatkan Rasa Tawakal
Dengan menitipkan keluarga, agama, dan harta kepada Allah, beban pikiran musafir menjadi ringan sehingga perjalanan terasa lebih tenang dan nyaman.
4. Melatih Kedisiplinan dan Ukhuwah: Menunjuk seorang pemimpin (amir) saat bepergian melatih sikap taat aturan, memupuk kerja sama, dan mencegah terjadinya perselisihan di antara rombongan.
5. Mendapat Berkah Waktu
Memilih berangkat pada hari Kamis pagi bukan sekadar kebiasaan, melainkan upaya untuk mendapatkan cipratan doa Rasulullah SAW yang memohonkan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi.
Pertanyaan Seputar Sunnah Sebelum Safar
1. Apa saja sunnah sebelum berangkat safar yang sering terlupakan?
Beberapa sunnah yang sering diabaikan antara lain adalah mengucapkan salam perpisahan dan saling mendoakan dengan kerabat, bepergian minimal bertiga dan menunjuk seorang pemimpin (amir), serta memilih berangkat pada hari Kamis pagi.
2. Kenapa dilarang bepergian jauh sendirian dalam Islam?
Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pengendara yang bepergian seorang diri rentan terhadap gangguan setan dan kesulitan. Dianjurkan untuk bepergian secara rombongan agar bisa saling menjaga dan membantu saat terjadi keadaan darurat di perjalanan.
3. Apa doa yang dibaca musafir untuk keluarga yang ditinggalkan?
Musafir disunnahkan menitipkan keluarga dan harta benda yang ditinggalkannya kepada Allah dengan doa: Astaudi'ukumullahal ladzi la tadhi'u wada'i'uhu (Aku titipkan engkau kepada Allah yang tidak akan menyia-nyiakan barang yang dititipkan).
4. Mengapa Rasulullah SAW menyukai berangkat safar pada hari Kamis?
Berangkat pada hari Kamis adalah kebiasaan Nabi SAW, seperti yang beliau lakukan saat Perang Tabuk. Selain itu, memulai aktivitas di pagi hari sangat dianjurkan karena terdapat doa khusus dari Nabi SAW agar Allah memberkahi umatnya di waktu pagi.
5. Apa tugas seorang amir (pemimpin) saat melakukan perjalanan jauh?
Tugas seorang amir adalah mengoordinasikan rombongan, mengambil keputusan jika terjadi masalah, memastikan hak setiap anggota terpenuhi, dan memimpin ibadah seperti menentukan kapan harus berhenti untuk shalat jamak atau qashar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5418083/original/074162500_1763599765-Ilustrasi_Perjalanan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288258/original/062355500_1783308425-eng1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288078/original/014194100_1783298244-nor5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4538700/original/083963400_1692091030-WhatsApp_Image_2023-08-15_at_3.20.51_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288587/original/061784900_1783327073-1001433500.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288581/original/031389600_1783326707-WhatsApp_Image_2026-07-05_at_18.15.00__1_.jpg)