Liputan6.com, Jakarta - Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah, kerap kali diidentikkan dengan berbagai mitos dan anggapan keliru bahwa bulan ini penuh dengan kesialan, sebuah keyakinan yang sudah dibantah tegas oleh Rasulullah SAW. Tak banyak yang menyadari, berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Safar justru menunjukkan bahwa bulan ini juga penuh keberkahan, sebagaimana waktu lainnya.
Jika menelusuri jejak sejarah, terjadi berbagai peristiwa penting yang terjadi di bulan Safar yang berpengaruh terhadap sejarah dan peradaban Islam. Peristiwa tersebut mulai dari pernikahan Rasulullah, hijrah yang menjadi tonggak peradaban Islam, hingga berbagai peperangan dan penaklukan besar.
Fakta-fakta sejarah ini menjadi bukti nyata bahwa Safar bukanlah bulan sial, melainkan bulan yang dipenuhi dengan momen-momen bersejarah yang sarat makna dan pelajaran.
Advertisement
Abu Bakar al-‘Adni dalam Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar mencatat secara khusus bahwa Rasulullah SAW melakukan sejumlah aktivitas penting di bulan ini untuk menggugurkan anggapan negatif orang-orang Jahiliah. Merujuk berbagai sumber, berikut adalah rangkaian peristiwa penting yang terjadi di bulan Safar.
1. Pernikahan Rasulullah dengan Sayyidah Khadijah
Salah satu peristiwa terpenting dalam kehidupan Rasulullah SAW sebelum masa kenabian adalah pernikahan beliau dengan Khadijah binti Khuwailid. Menurut riwayat yang tercatat dalam Mandzumah Syarh al-Atsar, pernikahan agung ini terjadi pada bulan Safar, saat Rasulullah berusia 25 tahun, sementara Khadijah berusia 40 tahun.
Habib Abu Bakar al-‘Adni menuliskan dalam syairnya: "Dimulai dengan pernikahan beliau dengan Sayyidah Khadijah al-Kubra di hari-hari bulan Safar, dan pernikahan itu berlangsung sebelum datang wahyu dari Allah (sebelum masa kenabian)."
Syaikh Syafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam Sirah Nabawiyah menyebutkan bahwa pernikahan ini berlangsung dua bulan sepulang Rasulullah SAW berdagang dari Syam. Dari pernikahan ini lahirlah Sayyidah Fatimah yang kemudian menjaga garis keturunan Nabi Muhammad SAW hingga saat ini.
2. Pernikahan Sayyidah Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib
Bulan Safar juga menjadi saksi pernikahan putri kesayangan Rasulullah, Sayyidah Fatimah az-Zahra, dengan sepupu beliau, Ali bin Abi Thalib RA.
Pernikahan ini berlangsung sederhana, mencerminkan nilai-nilai kerendahan hati yang dijunjung tinggi oleh keluarga Nabi. Dari pernikahan ini lahirlah dua cucu Rasulullah yang mulia, Hasan dan Husein, yang menjadi penerus garis keturunan beliau.
3. Hijrah Rasulullah dari Makkah ke Madinah
Peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam, hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah,juga terjadi pada bulan Safar.
Habib Abu Bakar al-‘Adni menegaskan, "Hijrahnya Rasulullah pada akhir bulan Safar di Gua al-Hajar sebagaimana para ulama sebutkan."
Para sejarawan mencatat bahwa Rasulullah keluar dari rumahnya menuju rumah Abu Bakar ash-Shiddiq pada malam 27 Safar tahun ke-14 kenabian, kemudian mereka berdua bersembunyi di Gua Tsur selama tiga malam sebelum akhirnya berangkat menuju Madinah. Peristiwa hijrah ini menjadi tonggak sejarah yang menjadi awal penanggalan kalender Hijriah itu sendiri.
4. Perang Al-Abwa (Waddan)—Perang Pertama dalam Islam
Pada bulan Safar tahun ke-2 Hijriah, terjadi Perang Al-Abwa yang juga dikenal dengan nama Perang Waddan. Ini adalah peperangan pertama yang langsung dipimpin oleh Rasulullah dalam sejarah Islam.
Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Kelengkapan Tarikh Rasulullah memaparkan bahwa Perang Al-Abwa merupakan perang pertama yang dipimpin oleh Rasulullah setelah hijrah ke Madinah. Rasulullah berangkat bersama 70 orang Muhajirin dengan tujuan menghadang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan.
Peperangan ini berlangsung selama 15 hari, dengan pembawa bendera perang Hamzah bin Abdul Muthalib. Perang ini berakhir dengan perjanjian persahabatan dengan Bani Dhamrah, yang dipimpin oleh Amr bin Makhsyi. Isi perjanjian tersebut menjamin keamanan harta dan diri Bani Dhamrah, serta mereka berhak mendapatkan pertolongan jika diserang.
Meskipun tidak terjadi pertempuran besar, Perang Al-Abwa memiliki makna strategis yang sangat besar sebagai langkah awal perlindungan kaum muslimin dari gangguan terus-menerus kafir Quraisy.
5. Perang Dzu'Amr
Setelah kembali dari Perang Sawiq, Rasulullah SAW tinggal sementara di Madinah pada bulan Dzulhijjah dan Muharram. Kemudian, pada bulan Safar, beliau bersama 450 orang sahabat menyambangi wilayah Najid untuk memerangi Kabilah Ghathafan.
Peperangan ini dikenal sebagai Perang Dzu'Amr. Yang menarik, Rasulullah ﷺ berdiam di wilayah Najid selama satu bulan Safar penuh. Ini menunjukkan bahwa beliau tidak pernah menghindari bulan Safar, melainkan justru menggunakannya untuk misi-misi dakwah dan pertahanan umat.
6. Tragedi Ar-Raji' (Bi'r Ma'unah)
Pada bulan Safar tahun ke-4 Hijriah, terjadi dua tragedi memilukan yang menimpa para sahabat Rasulullah SAW: Tragedi Ar-Raji' dan Tragedi Bi'r Ma'unah.
Dalam tragedi Ar-Raji', Rasulullah SAW mengirim utusan kepada kaum 'Adhal dan al-Qarah untuk mengajarkan Islam. Namun mereka berkhianat dan membantai para utusan Islam. Beberapa di antaranya, seperti Khabib bin Adi dan Zaid bin ad-Datsiah, ditawan dan kemudian dijual di Makkah.
Tragedi Bi'r Ma'unah terjadi tidak lama setelahnya. Rasulullah SAW mengirim 70 orang sahabat—yang merupakan penghafal Al-Qur'an pilihan—dipimpin oleh al-Mundzir bin Amr, untuk berdakwah kepada penduduk Najd. Namun, Amir bin ath-Thufail—seorang musuh Allah—mengkhianati mereka dan memerintahkan penyerangan terhadap rombongan utusan. Hampir seluruh sahabat gugur syahid, kecuali beberapa orang yang selamat.
Kedua tragedi ini sangat mendalam bagi Rasulullah SAW dan menjadi sebab beliau mengamalkan doa qunut nazilah dalam shalat.
7. Penaklukan Khaibar
Peristiwa besar berikutnya adalah Penaklukan Khaibar yang terjadi pada bulan Safar tahun ke-7 Hijriah.
Menurut Ibnu Ishaq, penaklukan ini terjadi di bulan Safar. Sementara al-Waqidi menyebutkan perang itu terjadi pada Safar atau Rabiul Awal tahun ke-7 Hijriah.
Dengan pasukan sekitar 1.400 orang dan 200 pasukan berkuda, Rasulullah SAW berhasil menaklukkan Khaibar yang mencakup benteng-benteng terkenal seperti Qumush, Syiq, Naim, dan Nithah. Khaibar adalah wilayah pertanian subur yang dihuni oleh gabungan orang-orang Arab dan Yahudi. Penaklukan ini menjadi kemenangan besar bagi umat Islam dan membuka pintu ekonomi serta strategi yang signifikan.
8. Ekspedisi Qutbah bin Amir ke Khas'am
Pada bulan Safar tahun ke-9 Hijriah, Rasulullah SAW mengutus Qutbah bin Amir bin Hadidah—seorang sahabat dari kalangan Ansar—menuju daerah yang dihuni oleh Suku Khas'am, dekat dengan wilayah Bisah dekat Turabah.
Qutbah berangkat bersama 20 orang tentara dengan bekal sepuluh ekor unta. Mereka berhasil menawan penduduk setempat dan menggiring ternak serta harta rampasan ke Madinah. Dikisahkan bahwa pasukan pengejar terhalang oleh banjir bandang yang dikirim Allah, sehingga mereka tidak dapat mencapai pasukan muslimin.
9. Kedatangan Utusan Bani Udzra
Pada bulan Safar tahun ke-9 Hijriah, datang kepada Rasulullah utusan dari Bani Udzra sebanyak dua belas orang. Rasulullah menyambut mereka dengan hangat dan mereka pun menyatakan masuk Islam. Rasulullah mengabarkan kepada mereka akan terjadinya fathu syam (kemenangan atas Syam) dan memerangi Heraklius hingga akhir kekuasaannya.
10. Tiga Sahabat Besar Masuk Islam
Pada bulan Safar tahun ke-8 Hijriah, tiga sahabat besar menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah: Khalid bin Walid, Amr bin 'Ash, dan Utsman bin Thalhah.
Mereka bertiga berangkat dari Makkah menuju Madinah dengan tujuan yang sama—menemui Rasulullah untuk menyatakan masuk Islam. Khalid bin Walid yang kemudian dijuluki Saifullah (Pedang Allah) adalah yang pertama kali mengucapkan syahadat, disusul oleh Amr bin 'Ash dan Utsman bin Thalhah.
Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala' mencatat bahwa keislaman Khalid bin Walid terjadi pada bulan Safar tahun ke-8 Hijriah.
11. Pengiriman Pasukan Usamah bin Zaid
Pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, beberapa hari sebelum Rasulullah wafat, beliau memerintahkan umat Islam untuk menyerang Romawi dan menunjuk Usamah bin Zaid sebagai komandan perang.
Pengiriman pasukan ini menunjukkan keteguhan Rasulullah dalam mempersiapkan masa depan umat Islam, bahkan di penghujung hayat beliau sekalipun. Misi ini kemudian diteruskan oleh Abu Bakar ash-Shiddiq setelah Rasulullah ﷺ wafat.
12. Sakit Keras dan Wafatnya Rasulullah
Pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, setelah kembali dari Haji Wada' (haji terakhir), Rasulullah SAW mulai merasakan sakit keras.
Beliau mulai merasakan sakit berat sewaktu berada di rumah istrinya, Sayyidah Maimunah. Beliau kemudian memanggil semua istri-istrinya untuk meminta izin agar tinggal di rumah Sayyidah Aisyah radhiyallahu 'anha. Menurut mayoritas ulama, masa sakit beliau berlangsung selama 13 hari.
Rasulullah wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, namun sakit yang mendahului wafatnya beliau mulai dirasakan pada bulan Safar.
Makna dan Kedudukan Bulan Safar dalam Khazanah Islam
Secara bahasa, kata "Safar" (صَفَر) berarti "kosong" atau "sepi". Ibnu Mandzur dalam Lisânul ‘Arab menjelaskan: "Karena kosongnya Makkah dari penduduknya apabila mereka bepergian" (Ibnu Mandzur, Lisânul ‘Arab, Dar el-Shâdir, Beirut, juz 4, halaman 460).
Ada pula yang mengatakan bahwa dinamakan Safar karena kosongnya rumah penduduk Makkah ketika mereka keluar untuk berperang dan bepergian.
Kedudukan Safar dalam Islam
Pertama, Safar adalah bulan biasa, bukan termasuk empat bulan haram (Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah). Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."
Kedua, Safar bukan bulan sial. Rasulullah ﷺ secara tegas membantah anggapan ini dalam hadis sahih: "Tidak ada penularan penyakit (tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah, tidak ada burung hantu (pembawa sial), dan tidak ada bulan Safar (pembawa na'as)" (HR Bukhari dan Muslim).
Ketiga, tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan di bulan Safar. Namun, umat Islam dianjurkan untuk mengisi bulan ini dengan berbagai amalan sunnah dan mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya.
Hikmah Mengetahui Peristiwa di Bulan Safar
Mengetahui peristiwa-peristiwa penting di bulan Safar memberikan banyak pelajaran berharga:
Pertama, peristiwa-peristiwa ini menjadi bantahan paling tegas terhadap anggapan bahwa Safar adalah bulan sial. Dari pernikahan, hijrah, kemenangan perang, hingga masuk Islamnya para sahabat besar—semua terjadi di bulan ini.
Kedua, kisah-kisah ini mengajarkan ketaatan, pengorbanan, dan perjuangan di jalan Allah. Para sahabat rela mengorbankan nyawa demi menyebarkan Islam, seperti dalam tragedi Ar-Raji' dan Bi'r Ma'unah.
Ketiga, peristiwa ini menunjukkan kebijaksanaan dan kewibawaan Rasulullah ﷺ dalam memimpin umat, baik dalam perjanjian damai maupun dalam peperangan.
Keempat, setiap peristiwa yang telah berlalu memiliki hikmah bagi yang mengetahuinya. Sejarah adalah guru terbaik bagi umat Islam untuk mengambil pelajaran dan menjadikannya bekal di masa depan.
Pertanyaan Seputar Peristiwa Penting di Bulan Safar
1. Apakah benar Rasulullah SAW menikah dengan Khadijah di bulan Safar?
Ya, menurut riwayat Habib Abu Bakar al-‘Adni dalam Mandzumah Syarh al-Atsar, pernikahan Rasulullah ﷺ dengan Sayyidah Khadijah terjadi pada bulan Safar, sebelum masa kenabian.
2. Perang apa yang terjadi di bulan Safar?
Beberapa peperangan yang terjadi di bulan Safar antara lain: Perang Al-Abwa (perang pertama dalam Islam, tahun 2 H), Perang Dzu'Amr, Penaklukan Khaibar (tahun 7 H), dan ekspedisi Qutbah bin Amir ke Khas'am (tahun 9 H).
3. Apakah hijrah Rasulullah SAW terjadi di bulan Safar?
Ya, hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah dimulai pada akhir bulan Safar. Beliau berangkat pada malam 27 Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.
4. Siapa saja sahabat yang masuk Islam di bulan Safar?
Tiga sahabat besar yang masuk Islam di bulan Safar tahun ke-8 H adalah Khalid bin Walid, Amr bin 'Ash, dan Utsman bin Thalhah.
5. Apakah Rasulullah SAW sakit di bulan Safar?
Ya, pada akhir bulan Safar tahun ke-11 Hijriah, setelah kembali dari Haji Wada', Rasulullah ﷺ mulai merasakan sakit keras yang mendahului wafatnya pada 12 Rabiul Awal.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3309137/original/055065200_1606475068-nurhan-yC70QqvrPRk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288177/original/067177000_1783307508-000_B9C82QK-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288136/original/097177200_1783304121-000_B9BW9YM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8359730/original/054220900_1782235074-063_2282965616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288067/original/059957100_1783296963-000_B9BZ2NC-Neymar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869224/original/026288600_1782930974-ko8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288412/original/046361300_1783319109-1001432754.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288375/original/073766300_1783315540-7a15fb87-4c66-4035-91e5-2c561a5fe083.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288354/original/067698800_1783313996-1001432961.jpg)