Liputan6.com, Jakarta - Pertanyaan mengenai apa saja dzikir yang dianjurkan untuk dibaca di bulan safar sering kali menjadi perbincangan umat Islam saat memasuki bulan kedua kalender Hijriah. Keinginan untuk memperbanyak ibadah ini lahir dari semangat untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap waktu. Terlebih, bulan ini kerap dikaitkan dengan kesialan (tathayyur).
Secara bahasa, kata "Safar" (صَفَر) berarti "kosong" atau "sepi". Menurut Ibnu Mandzur dalam Lisânul ‘Arab, penamaan ini dilatarbelakangi karena pada bulan tersebut orang-orang Makkah berbondong-bondong pergi sehingga kota menjadi kosong. Ada pula yang mengatakan bahwa dinamakan Safar karena kosongnya rumah penduduk Makkah ketika mereka keluar untuk berperang dan bepergian.
Secara syariat, tidak ada satu pun dalil sahih yang mengkhususkan bacaan dzikir atau doa tertentu hanya untuk bulan Safar. Hal ini ditegaskan oleh Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam ebook Pelajaran di Bulan Shafar, yang merujuk pada prinsip pemurnian tauhid umat dari jerat takhayul.
Advertisement
Amalan lisan yang paling utama pada masa ini adalah membaca wirid harian yang telah disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Ibnu Rajab dalam kitab Latha'if al-Ma'arif memaparkan bahwa mengisi seluruh waktu dengan dzikir adalah bentuk ketaatan tertinggi tanpa terikat pada khurafat kesialan.
Merujuk berbagai sumber, berikut ini adalah dzikir dan doa yang bisa diamalkan di bulan Safar.
1. Dzikir Menolak Takhayul dan Kesialan (Tathayyur)
Karena bulan Safar sering dikaitkan dengan mitos hari sial, dzikir ini sangat relevan dibaca agar hati tetap teguh bertawakal kepada Allah.
Arab: اللَّهُمَّ لاَ طَيْرَ إِلاَّ طَيْرُكَ، وَلاَ خَيْرَ إِلاَّ خَيْرُكَ، وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Latin: Allahumma laa thayra illa thayruka, wa laa khayra illa khayruka, wa laa ilaaha ghairuka.
Artinya: "Ya Allah, tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, serta tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau." (HR. Imam Ahmad).
Syekh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam Ebook 15 Serba Serbi Bulan Safar menjelaskan bahwa doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW secara khusus untuk membentengi tauhid umat dari keyakinan-keyakinan Jahiliah yang menisbatkan kesialan pada waktu atau benda tertentu.
2. Dzikir Perlindungan dari Marabahaya
Dzikir ini dibaca tiga kali pada pagi dan petang hari untuk memohon perlindungan dari Sang Pencipta.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahilladzi laa yadhurru ma'asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa' wa huwas samii'ul 'aliim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar mengkategorikan wirid ini sebagai bacaan pagi dan petang yang sangat mustajab untuk menolak bala dan musibah seketika, sehingga sangat relevan diucapkan di bulan yang sering ditakuti oleh orang awam ini.
3. Dzikir Memohon Perlindungan dari Takdir Buruk
Doa ini sangat penting dibaca untuk membentengi diri dari segala ketetapan yang dirasa berat, serta menjauhkan diri dari kesengsaraan hidup yang sering kali ditakutkan oleh masyarakat awam di bulan Safar.
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ
Latin: Allahumma inni a'udzu bika min jahdil bala', wa darakish syaqa', wa suu-il qadha', wa syamatatil a'daa'.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya musibah, tertimpa kesengsaraan, buruknya takdir, dan kegembiraan musuh atas penderitaanku."
Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini merangkum permohonan keselamatan dari segala penderitaan, baik fisik maupun batin. Ulama sangat merekomendasikan doa ini dibaca agar umat Islam tidak perlu merasa cemas terhadap datangnya hari-hari tertentu.
4. Dzikir Keluar Rumah (Sikap Tawakal Total)
Rasa takut akan kesialan di bulan Safar sering kali membuat seseorang enggan keluar rumah atau bepergian. Membaca dzikir ini adalah bentuk penyerahan diri secara total kepada perlindungan Allah saat beraktivitas.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Latin: Bismillahi tawakkaltu 'alallahi, laa hawla wa laa quwwata illa billah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya (untuk menjauhi maksiat) dan tiada kekuatan (untuk taat) kecuali dengan pertolongan Allah."
Doa ini bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi. Syekh Ibnu Utsaimin dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin menjabarkan bahwa siapa saja yang membaca dzikir ini saat keluar dari pintunya, maka malaikat akan berkata kepadanya: "Engkau telah diberi petunjuk, telah dicukupi, dan telah dijaga," serta setan-setan akan menjauh darinya. Ini adalah tameng paling efektif untuk mematahkan mitos bahaya bepergian di bulan Safar.
5. Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)
Kesialan atau keburukan sejatinya lebih sering diakibatkan oleh dosa manusia itu sendiri, bukan karena putaran waktu. Oleh karena itu, memperbanyak Sayyidul Istighfar adalah jalan terbaik untuk membersihkan diri dari musibah.
Arab: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Latin: Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka, wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas-tatha'tu, a'udzu bika min syarri maa shana'tu, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u laka bidzanbii faghfir lii, fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
Artinya: "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu yang diberikan kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."
Doa ini bersumber dari hadis riwayat Imam Bukhari. Imam Asy-Syaukani dalam kitab Tuhfatuz Zakirin menyebutkan bahwa bacaan ini memuat pengakuan tauhid yang paling sempurna. Barang siapa membacanya di pagi atau sore hari dengan penuh keyakinan dan meninggal pada hari itu, jaminannya adalah surga. Istighfar ini menjadi kunci pembuka rahmat dan penutup pintu bala.
6. Dzikir Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar
Memperbanyak dzikir dengan kalimat-kalimat thayyibah sangat dianjurkan di bulan Safar. Dzikir seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar dapat menenangkan hati, menjernihkan pikiran, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Arab: سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ وَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ
Latin: Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar, wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim.
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan tiada daya serta kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung."
Arab Istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Latin Istighfar:
Astaghfirullahal 'azhim wa atubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan aku bertaubat kepada-Nya."
Doa-Doa yang Bisa Diamalkan di Bulan Safar
Selain berdzikir, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, termasuk di bulan Safar.
1. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Doa ini merupakan salah satu doa yang paling sering dibaca Rasulullah ﷺ.
Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina 'adzaban nar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
2. Doa Menyambut Awal Bulan Safar
Doa ini dibaca ketika melihat hilal atau memasuki bulan Safar. Dalam riwayat, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini setiap kali menyambut bulan baru.
Arab: اَللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Latin: Allahu akbar. Allahumma ahillahu 'alaina bil-amni wal-iman, was-salamati wal-islam, wat-taufiqi lima tuhibbu wa tardha, rabbuna wa rabbukallah.
Artinya: "Allah Maha Besar. Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, serta taufik untuk melakukan apa yang Engkau cintai dan ridai. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah."
3. Doa Khusus Awal Bulan Safar
Doa ini disusun oleh Habib Abu Bakar Al-‘Adni dalam karyanya Mandzumah Syarh al-Atsar fî mâ Warada ‘an Syahri Safar. Doa ini dapat dibaca setelah shalat fardhu maupun sunnah sebagai bentuk permohonan perlindungan dari keburukan zaman dan marabahaya.
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Bismillahirrahmanirrahim, wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in. A'udzu billahi min syarri hadzaz zamani wa ahlihi, wa as-aluka bi jalālika wa jalāli wajhika wa kamāli jalāli qudsika an tujīranī wa wālidayya wa awlādī wa ahlī wa ahbābī wa mā tuhītuhu syafaqatu qalbī min syarri hadzihis sanah, wa qinī syarra mā qadhayta fīhā, washrif 'annī syarra syahri shafar, yā karīman nazhar, wakhtim lī fī hādzasy syahri waddahri bis-salāmati wal-'āfiyati lī wa liwālidayya wa awlādī wa li'ahlī wa mā tahūtuhu syafaqatu qalbī wa jamī'il muslimīn. Wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan zaman ini dan penghuninya. Aku memohon kepada-Mu dengan keagungan-Mu, keagungan wajah-Mu, dan kesempurnaan keagungan kesucian-Mu, agar Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang kucintai, dan apa yang dilingkupi rasa kasih sayang hatiku, dari kejahatan tahun ini. Lindungilah aku dari kejahatan apa yang Engkau tetapkan di dalamnya, dan palingkanlah dariku kejahatan bulan Safar, wahai Dzat yang Maha Pemurah dalam memandang. Dan akhiri bagiku di bulan ini dan masa ini dengan keselamatan dan kesehatan bagiku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan apa yang dilingkupi rasa kasih sayang hatiku serta seluruh umat Islam. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
4. Doa Memohon Perlindungan
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa ini untuk dibaca tiga kali pada pagi dan petang sebagai bentuk permohonan perlindungan dari segala keburukan.
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Latin: Bismillahil ladzi la yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi wa la fis sama', wa huwas sami'ul 'alim.
Artinya: "Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
5. Doa Mustajab Bulan Safar dari Kitab Kanz al-Najah wa al-Surur
Doa ini termaktub dalam kitab Kanz al-Najah wa al-Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki (ulama asal Makkah yang juga dikenal sebagai KH. Abdul Hamid Kudus). Kitab ini sering menjadi rujukan bagi sebagian masyarakat dalam mengamalkan doa-doa di bulan Safar.
Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اللهم بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيَ الْمُهِمَّاتِ يَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ اِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَصَلىَّ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ الِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Latin: Bismillahirrahmanirrahim. Wa shallallahu 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam. Allahumma ya syadidal quwa wa ya syadidal mihal, ya 'azizu zallat li 'izzatika jami'u khalqika, ikfini min jami'i khalqika. Ya muhsinu, ya mujammilu, ya mutafadhdhilu, ya mun'imu, ya mukrimu, ya man la ilaha illa anta, irhamni birahmatika ya arhamarrahimin. Allahumma bisirril hasani wa akhihi wa jaddihi wa abihi wa ummihi wa banihi, ikfini syarra hadzal yauma wa ma yanzilu fihi, ya kafiyal muhimmat, ya dafi'al baliyyat, fasayakfikahumullahu wa huwas sami'ul 'alim, wa hasbunallahu wa ni'mal wakilu, wa la hawla wa la quwwata illa billahil 'aliyyil 'azhim. Wa shallallahu ta'ala 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Ya Allah, wahai Dzat Yang Maha Kuat, wahai Dzat Yang Maha Keras siksa-Nya, wahai Dzat Yang Maha Perkasa, tunduk kepada keperkasaan-Mu semua makhluk-Mu, lindungilah aku dari semua makhluk-Mu. Wahai Tuhan Yang Maha Berbuat Baik, wahai Tuhan Yang Maha Membuat Keindahan, wahai Tuhan Yang Maha Memberi Karunia, wahai Tuhan Yang Maha Memberi Nikmat, wahai Tuhan Yang Maha Memuliakan, wahai Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau, kasihanilah aku dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Ya Allah, dengan rahasia al-Hasan, saudaranya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan anak-anaknya, lindungilah aku dari kejahatan hari ini dan segala yang turun padanya, wahai Dzat yang mencukupi segala urusan, wahai Dzat yang menolak segala bencana. Maka Allah akan mencukupi mereka dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya."
Kedudukan Safar dalam Islam Pertama, Safar adalah bulan biasa, bukan termasuk empat bulan haram (Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah). Allah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."
Kedua, Safar bukan bulan sial. Rasulullah ﷺ secara tegas membantah anggapan ini dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim. Syekh Muhammad bin Shaleh al-Munajjid dalam Ebook Pelajaran di Bulan Shafar menegaskan bahwa zaman (waktu) tidak ada sangkut pautnya dengan pengaruh dan takdir Allah. Ia sama seperti waktu-waktu lainnya, ada takdir buruk dan takdir baik.
Ketiga, tidak ada ibadah khusus yang disyariatkan di bulan Safar. Namun, umat Islam dianjurkan untuk mengisi bulan ini dengan berbagai amalan sunnah yang memang dianjurkan sepanjang tahun sebagai bentuk ketakwaan dan pendekatan diri kepada Allah.
Hikmah Dzikir yang Dianjurkan untuk Dibaca di Bulan Safar
Memperbanyak dzikir di bulan Safar mengandung hikmah yang mendalam.
1. Menenangkan Hati dan Pikiran
Pertama, dzikir menenangkan hati dan menjernihkan pikiran, sebagaimana firman Allah: "Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28). Dzikir juga dapat melindungi hati dari berbagai was-was atau ketakutan yang tidak beralasan, khususnya mitos-mitos yang tidak bersumber dari ajaran Islam.
2. Memperkuat Keyakinan kepada Allah SWT
Dzikir memperkuat keyakinan bahwa hanya Allah yang menentukan segala sesuatu, bukan waktu atau bulan tertentu. Ini menjadi benteng spiritual dari berbagai anggapan yang keliru.
3. Sarana Perlindungan
Dzikir dan istighfar menjadi sarana memohon perlindungan dari segala marabahaya serta membersihkan hati dari dosa-dosa.
4. Meneguhkan Tauhid
Memperbanyak dzikir di bulan Safar mengajarkan umat Islam untuk tidak terpengaruh oleh mitos dan takhayul, melainkan senantiasa bertawakal kepada Allah dalam setiap keadaan.
Pertanyaan Seputar Dzikir Bulan Safar
1. Apakah ada dzikir khusus yang harus dibaca di bulan Safar?
Tidak ada dzikir khusus yang diwajibkan. Umat Islam dianjurkan memperbanyak dzikir umum seperti tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar, serta doa-doa perlindungan yang diajarkan Rasulullah dan para ulama.
2. Kapan waktu terbaik untuk berdzikir di bulan Safar?
Dzikir dapat dilakukan kapan saja, namun sangat dianjurkan pada waktu pagi dan petang, serta saat memasuki awal bulan Safar.
3. Apa dalil tentang tidak adanya kesialan di bulan Safar?
Dalilnya adalah hadis riwayat Bukhari dan Muslim: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah, tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan pada) bulan Safar".
4. Apakah doa dalam kitab Kanz al-Najah wa al-Surur diamalkan di bulan Safar?
Ya, kitab karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Quds al-Maki memuat berbagai doa dan amalan untuk bulan-bulan tertentu, termasuk doa perlindungan yang dapat diamalkan di bulan Safar.
5. Bagaimana cara menepis mitos kesialan bulan Safar?
Dengan memperbanyak dzikir, doa, dan tawakal kepada Allah, serta meyakini bahwa tidak ada yang memberi manfaat dan mudarat selain Allah.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288146/original/094182100_1783304694-000_B9C8442.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287270/original/053254800_1783206565-000_B9AD2FJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929993/original/037609900_1782959933-bos5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288110/original/010324800_1783301575-000_B9BY9L6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4752959/original/094993100_1708917074-AP24056660079487.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869224/original/026288600_1782930974-ko8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4301837/original/002335600_1674614987-tomek-baginski-EI3lexoBY60-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5475247/original/079478500_1768558889-ClipDown.com_561957877_18536062036037738_8724499224371606092_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3430878/original/058976400_1618561327-20210416-Itikaf-Masjid-Kubah-Emas-4.jpg)