Banding Belgia Ditolak FIFA, Folarin Balogun Dipastikan Main di Babak 16 Besar Piala Dunia

FIFA menolak banding Belgia terkait kartu merah Folarin Balogun, memastikan striker AS itu bisa berlaga di 16 besar Piala Dunia 2026 di tengah kontroversi.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Juli 2026, 03:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komite Banding FIFA pada Senin (6/7/2026) secara resmi menolak banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) terkait status penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan ini memastikan Balogun dapat berlaga dalam pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia, meskipun menuai kritik keras dari UEFA dan memicu perdebatan luas.

Polemik ini bermula ketika Balogun menerima kartu merah langsung pada Rabu (1/7/2026) saat pertandingan babak 32 besar antara Amerika Serikat dan Bosnia-Herzegovina. Wasit Raphael Claus awalnya tidak melihat pelanggaran, namun setelah meninjau tayangan Video Assistant Referee (VAR), ia memutuskan bahwa tekel Balogun terhadap pemain Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, merupakan "pelanggaran serius" yang berujung pada pengusiran. Sesuai aturan FIFA, kartu merah otomatis berarti larangan bermain satu pertandingan.

Namun, FIFA secara mengejutkan mengumumkan pada Minggu (5/7/2026) bahwa sanksi larangan bermain Balogun ditangguhkan. Penangguhan ini didasarkan pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, yang memungkinkan hukuman ditunda selama masa percobaan satu tahun. Ini merupakan kali kedua FIFA menangguhkan kartu merah dalam sejarah Piala Dunia, dan yang pertama sejak tahun 1962.

Intervensi Presiden Trump dan Keputusan Kontroversial FIFA

Keputusan FIFA untuk menangguhkan kartu merah Balogun tidak lepas dari intervensi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengonfirmasi pada Senin (6/7/2026) bahwa ia telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino pada Kamis sebelumnya. Dalam percakapan tersebut, Trump meminta peninjauan kembali atas skorsing Balogun, dengan alasan bahwa pelanggaran itu tidak disengaja.

Setelah keputusan FIFA diumumkan, Trump merayakan di platform media sosialnya, Truth Social. "Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membatalkan ketidakadilan besar!" tulisnya. Sementara itu, Presiden FIFA Gianni Infantino membela keputusan tersebut, menegaskan bahwa proses hukum melibatkan badan yudisial independen FIFA yang beroperasi secara otonom.

Berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, penangguhan sanksi larangan bermain satu pertandingan tersebut berlaku untuk masa percobaan satu tahun. Artinya, jika Balogun melakukan pelanggaran serupa dalam periode tersebut, sanksi larangan bermain satu pertandingan akan diberlakukan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan "terkejut" atas keputusan FIFA tersebut dan segera mengajukan banding. RBFA berargumen bahwa Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA secara eksplisit menyatakan bahwa kartu merah otomatis mengakibatkan larangan bermain satu pertandingan, sebuah konsistensi yang telah berlaku untuk semua kartu merah lain di Piala Dunia 2026. Mereka juga menuduh FIFA melanggar Pasal 10.5 Peraturan Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengkritik keras keputusan FIFA, bahkan menyebutnya seperti "lelucon April Mop". RBFA juga telah meminta akses ke laporan wasit dari pertandingan AS vs Bosnia-Herzegovina, namun laporan tersebut dilaporkan belum diberikan. Namun, Komite Banding FIFA menolak banding RBFA pada Senin (6/7/2026). FIFA menyatakan bahwa permintaan RBFA "tidak dapat diterima" karena mereka bukan pihak dalam proses disipliner terhadap Balogun, sehingga tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan