Banding Belgia Ditolak FIFA, Folarin Balogun Dipastikan Main di Babak 16 Besar Piala Dunia

FIFA menolak banding Belgia terkait kartu merah Folarin Balogun, memastikan striker AS itu bisa berlaga di 16 besar Piala Dunia 2026 di tengah kontroversi.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Juli 2026, 03:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Banding Federasi Belgia yang Ditolak

Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan "terkejut" atas keputusan FIFA tersebut dan segera mengajukan banding. RBFA berargumen bahwa Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA secara eksplisit menyatakan bahwa kartu merah otomatis mengakibatkan larangan bermain satu pertandingan, sebuah konsistensi yang telah berlaku untuk semua kartu merah lain di Piala Dunia 2026. Mereka juga menuduh FIFA melanggar Pasal 10.5 Peraturan Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengkritik keras keputusan FIFA, bahkan menyebutnya seperti "lelucon April Mop". RBFA juga telah meminta akses ke laporan wasit dari pertandingan AS vs Bosnia-Herzegovina, namun laporan tersebut dilaporkan belum diberikan.

Namun, Komite Banding FIFA menolak banding RBFA pada Senin (6/7/2026). FIFA menyatakan bahwa permintaan RBFA "tidak dapat diterima" karena mereka bukan pihak dalam proses disipliner terhadap Balogun, sehingga tidak memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Gelombang Kritik dari UEFA dan Konsistensi Aturan

Keputusan FIFA ini memicu gelombang kritik luas dari berbagai pihak, termasuk UEFA, badan sepak bola Eropa. UEFA menyatakan bahwa FIFA telah "melampaui batas" dan menyebut keputusan itu "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan."

UEFA menekankan bahwa integritas permainan terancam ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya. Kekhawatiran serupa juga disuarakan oleh pelatih Norwegia, Stale Solbakken, yang mempertanyakan dampak keputusan ini terhadap konsistensi penerapan aturan dalam sepak bola.

Kontroversi seputar penangguhan kartu merah Balogun dan penolakan banding Belgia ini telah menimbulkan perdebatan serius tentang keadilan, transparansi, dan integritas dalam pengelolaan sepak bola internasional.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan