Perhiasan Rp 82 Miliar Dicuri dari Museum di Prancis

Insiden pencurian di museum di Prancis bukan kali pertama terjadi.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 07:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Pencuri membawa kabur perhiasan senilai jutaan euro dari museum milik produsen kaca mewah Prancis, Lalique, pada Minggu (5/7/2026). Pencurian ini terjadi hanya beberapa bulan setelah kasus pencurian permata besar di Museum Louvre, Paris.

Seorang sumber yang mengetahui penyelidikan mengatakan kepada kantor berita AFP, pencuri bertopeng membobol Museum Lalique di Wingen-sur-Moder sekitar pukul 05.30 waktu setempat. Mereka mendobrak pintu, lalu masuk ke ruang perhiasan dan memecahkan enam etalase.

"Sekitar 20 perhiasan dicuri. Nilai kerugiannya masih dihitung, tetapi bisa mencapai beberapa juta euro, kemungkinan mendekati 4 juta euro (sekitar Rp 82 miliar)," kata sumber itu.

Sumber lain yang mengetahui penyelidikan mengatakan, perhiasan yang dicuri terbuat dari kristal. Perhiasan itu tidak bertatahkan batu permata dan tidak bisa dilebur.

Museum tersebut menyatakan di situs web-nya bahwa mereka akan tutup selama beberapa hari akibat pencurian itu.

"Alarm berbunyi, tetapi saat perusahaan keamanan selesai melakukan pemeriksaan, orang pertama yang tiba di lokasi justru seorang petugas kebersihan. Ia kemudian menelepon polisi," ungkap sumber pertama.

Rekaman kamera pengawas kini sedang diperiksa.

Museum Lalique didedikasikan untuk Rene Lalique, perajin perhiasan dan pembuat kaca bergaya Art Nouveau serta Art Deco. Museum itu dibuka pada 2011 di dekat pabrik perusahaan tersebut.

Menurut situs web museum, tempat itu menyimpan lebih dari 650 "karya luar biasa". Koleksinya mencakup perhiasan Art Nouveau, kaca Art Deco, dan kristal kontemporer.

 

"Mereka Pasti Sudah Punya Informasi"

Wingen-sur-Moder adalah kota berpenduduk sekitar 1.500 orang, sekitar 60 kilometer di barat laut Strasbourg.

Kepada surat kabar lokal Les Dernieres Nouvelles d’Alsace (DNA), Wali Kota Wingen-sur-Moder Christian Dorschner mengatakan semua alarm sebenarnya berbunyi sebagaimana mestinya.

"Namun, tampaknya ada kegagalan besar dari pihak perusahaan keamanan. Mereka tidak segera datang dan tidak memberi tahu polisi," ungkap Dorschner kepada DNA.

"Mereka pasti sudah punya informasi untuk melakukan aksi seperti itu. Mereka pasti ... spesialis."

Museum Lalique dipandang sebagai tempat yang perlu mendapat perhatian khusus dari sisi keamanan. Perhatian terhadap museum itu meningkat setelah pencurian besar di Museum Louvre, Paris, pada Oktober tahun lalu. Kasus tersebut membuat keamanan museum dan galeri di Prancis menjadi sorotan.

Dalam pencurian di Louvre yang berlangsung kurang dari delapan menit, para pencuri membawa kabur perhiasan senilai lebih dari 80 juta euro. Barang yang dicuri termasuk sebagian perhiasan mahkota lama Prancis.