6 Juli 2000: Anak PM Inggris Tony Blair Ditangkap Polisi Lantaran Mabuk

Euan Blair, anak dari Perdana Menteri Inggris Tony Blair ditemukan dalam kondisi mabuk pada 6 Juli 2000.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, London - Putra sulung Perdana Menteri Inggris saat itu, Euan Blair, sempat menjadi sorotan publik setelah ditangkap polisi karena mabuk hingga tidak sadarkan diri pada 6 Juli 2000. Insiden itu terjadi ketika Euan yang masih berusia 16 tahun merayakan kelulusan ujian sekolah bersama teman-temannya di pusat Kota London.

Dikutip dari BBC, Senin (6/7/2026), polisi menemukan Euan tergeletak di kawasan Leicester Square setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Saat ditemukan, ia dilaporkan muntah-muntah dan dalam kondisi tidak stabil.

Tim paramedis yang datang ke lokasi memeriksa kondisi Euan dan menyatakan ia tidak memerlukan perawatan medis lebih lanjut. Polisi kemudian membawanya ke Kantor Polisi Charing Cross untuk dimintai keterangan.

Dalam pemeriksaan awal, Euan memberikan identitas palsu. Ia mengaku bernama Euan John, berusia 18 tahun, serta memberikan alamat lama yang tidak lagi ditempatinya.

Namun, penyelidikan polisi kemudian mengungkap identitas sebenarnya. Tim Satuan Khusus dipanggil untuk memastikan bahwa remaja tersebut adalah putra Perdana Menteri Inggris yang sedang menjabat.

Kasus itu menjadi perhatian luas karena terjadi ketika pemerintahan Tony Blair tengah gencar mengampanyekan penegakan hukum terhadap pelanggaran ketertiban umum, termasuk pemberian sanksi langsung bagi orang yang mabuk di tempat umum.

Di saat yang sama, Tony Blair juga sedang menghadapi tekanan politik akibat kritik terhadap sejumlah kebijakannya. Ia baru saja menjadi sasaran protes dalam Konferensi Women's Institute serta mendapat kritik dari mantan sekutunya, novelis Ken Follett.

Insiden yang melibatkan Euan dinilai semakin memalukan karena Tony Blair dan istrinya, Cherie Blair, dikenal sebagai pasangan yang menerapkan disiplin ketat dalam mendidik anak-anak mereka.

Setelah kabar penangkapan itu mencuat, Cherie Blair mempercepat kepulangannya dari liburan keluarga di Portugal bersama putra bungsunya, Leo, dan ibunya.

Menanggapi kasus tersebut, Tony Blair menegaskan putranya tidak akan memperoleh perlakuan istimewa.

"Menjadi Perdana Menteri bisa sangat sulit, tetapi menjadi orang tua jauh lebih sulit," ujar Blair dalam pidatonya di Konferensi Partai Buruh di Brighton.

Ia juga kembali menegaskan dalam program Question Time bahwa proses hukum terhadap Euan akan berjalan sebagaimana terhadap remaja lain yang melakukan pelanggaran serupa.

Tony dan Cherie Blair kemudian mendampingi putra mereka saat kembali ke Kantor Polisi Charing Cross untuk mengetahui sanksi yang akan dijatuhkan.

Sesuai ketentuan hukum Inggris saat itu, Euan berpotensi menerima teguran lisan, peringatan resmi yang dicatat oleh kepolisian, atau menghadapi proses hukum, meski opsi terakhir dinilai kecil kemungkinannya.