Liputan6.com, Jakarta - Oman sepakat bekerja sama dengan Inggris dan Prancis untuk menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Kesepakatan ini muncul ketika lalu lintas pengiriman minyak kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni untuk membuka kembali jalur laut tersebut.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan siap mengerahkan Multinational Military Mission guna menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
"Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perekonomian global. Memastikan kapal dari seluruh negara dapat melintas dengan aman menjadi kepentingan dunia,” demikian pernyataan bersama kedua pemimpin, dilansir dari CNBC, Minggu (5/7/2026).
Advertisement
Sebagai bagian dari komitmen itu, Prancis telah mengirim dua kapal pemburu ranjau, dua fregat, dan satu pesawat patroli maritim ke Timur Tengah untuk mendukung keamanan pelayaran. Sebelumnya, pada Mei, lebih dari dua lusin negara juga menyatakan dukungan terhadap misi pengamanan jalur tersebut.
Namun, langkah Inggris dan Prancis mendapat penolakan dari Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menegaskan keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir, bukan kekuatan militer dari luar kawasan.
“Keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir. Pihak yang memicu krisis akan bertanggung jawab atas konsekuensi tindakannya,” ucap Kazem.
Pada saat yang sama, Oman tetap melanjutkan dialog dengan Iran mengenai pembentukan tatanan keamanan maritim baru. Kedua negara juga disebut membahas kemungkinan penerapan biaya transit bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Meski demikian, pemerintah Oman menegaskan setiap kesepakatan akan mengacu pada hukum internasional.
Arus Ekspor Minyak Naik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5261713/original/017908800_1750682486-AP23215607070697.jpg)
Oman selama ini berperan sebagai mediator dalam berbagai konflik di Timur Tengah dan menjadi salah satu negara yang masih dipercaya oleh Washington maupun Teheran. Sultan Haitham bin Tarik juga telah bertemu Keir Starmer di London untuk membahas upaya meredakan konflik kawasan serta menjaga keamanan jalur pelayaran strategis di Teluk.
Sejak Selat Hormuz kembali dibuka, arus ekspor minyak meningkat tajam. Data Kpler menunjukkan Arab Saudi telah mengirim sekitar 34 juta barel minyak melalui jalur tersebut sejak 17 Juni, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 15 juta barel pada periode 9 Maret hingga 17 Juni. Membaiknya distribusi minyak ikut menekan harga minyak mentah Brent sekitar 39% dari puncaknya pada Maret.
Di sisi lain, AS menegaskan penolakannya terhadap rencana penerapan biaya transit di Selat Hormuz. Pemerintahan Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada Oman apabila membantu Iran menerapkan kebijakan tersebut.
Meski Trump mengklaim blokade laut AS selama perang berhasil menghentikan seluruh kapal menuju Iran, laporan Lloyd’s List menyebut armada bayangan Iran beberapa kali mampu menembus blokade tersebut.
Advertisement
Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Menanti Perdamaian AS-Iran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4066834/original/034753100_1656461868-Harga_Minyak_AFP.jpg)
Sebelumnya, harga minyak dunia nyaris tidak berubah sepanjang pekan ini. Pelaku pasar masih berharap upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membuahkan hasil sehingga dapat mengurangi risiko gangguan pasokan energi global.
Dikutip dari Yahoo Finance, Sabtu (4/7/2026), harga minyak Brent pada perdagangan Jumat hanya naik tipis 14 sen atau 0,19% menjadi US$ 71,94 per barel. Meski menguat pada akhir perdagangan, harga Brent secara mingguan hanya turun sekitar 5 sen dibandingkan penutupan pekan lalu.
Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9 sen atau 0,13% menjadi US$ 68,78 per barel.
Pergerakan harga berlangsung relatif sepi karena pasar keuangan Amerika Serikat tutup menjelang libur Hari Kemerdekaan AS pada Sabtu (4/7/2026).
Sehari sebelumnya, kedua acuan harga minyak tersebut sempat menyentuh level terendah sejak sebelum pecahnya perang antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari.
Analis Commerzbank menilai optimisme investor terhadap pembukaan kembali secara penuh Selat Hormuz terus meningkat seiring berlanjutnya perundingan damai antara AS dan Iran.
Sementara itu, analis Citi menilai proses negosiasi kedua negara masih menghadapi tantangan.
"Proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran masih rapuh, tetapi hingga saat ini tetap berjalan. Persoalan mengenai tarif dan pengelolaan Selat Hormuz masih menjadi isu yang diperdebatkan," tulis analis Citi.
Menurut Citi, nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang telah disepakati masih berpeluang bertahan.
"Kami memperkirakan nota kesepahaman tersebut akan tetap berlaku, bukan karena kedua pihak tiba-tiba saling percaya, melainkan karena tidak ada insentif yang menguntungkan bagi keduanya untuk melanggarnya," lanjut analis Citi.
Selat Hormuz Mulai Normal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540890/original/069512000_1774841005-7.jpg)
Sebagian aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai kembali normal sesuai kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran. Namun, ketidakpastian masih tinggi setelah kedua negara saling melancarkan serangan pada akhir pekan lalu menyusul serangan Iran terhadap sebuah kapal kargo.
Di tengah prospek meningkatnya arus pengiriman minyak, negara-negara produsen di kawasan Teluk mulai menaikkan produksi. Berdasarkan survei Reuters, produksi minyak negara-negara anggota OPEC pada Juni meningkat sekitar 3,3 juta barel per hari dibandingkan bulan sebelumnya.
Produksi minyak Kuwait juga melonjak menjadi 1,65 juta barel per hari pada Juni, dari sebelumnya 580.000 barel per hari pada Mei.
Sementara itu, sedikitnya lima kapal tanker raksasa yang mengangkut total sekitar 10 juta barel minyak asal Arab Saudi telah meninggalkan Selat Hormuz. Di sisi lain, Saudi Aramco juga mulai mengandalkan penjualan di pasar spot dibandingkan kontrak jangka panjang guna mempercepat distribusi minyak ke pasar Asia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5544036/original/010993900_1775044436-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411598/original/098494900_1479704927-Amerika_Serikat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287277/original/092402000_1783206951-pra6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287269/original/086325900_1783206564-000_B9AD2X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287240/original/093979800_1783200101-ma3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262589/original/038165100_1781838673-AP26170082180731-Meksiko_vs_Korsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3369037/original/098473200_1612497975-Arthur_Ashe__cropped_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8916640/original/046732400_1782951883-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5519344/original/095709500_1772548220-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9167821/original/027112700_1783089403-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8787240/original/016790400_1782896929-Dan-Air_London_De_Havilland_DH_106_Comet_series_4_G-APDN_at_Manchester_Airport__25_June_1970.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869216/original/018694200_1782930973-ko1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4659718/original/012191600_1700712502-kanchanara-3ESepqQ5Yf0-unsplash.jpg)