Gempa M5,7 Guncang NTT, Warga Labuan Bajo Berhamburan

Guncangan malam hari kembali membuat warga Labuan Bajo cemas.

Diterbitkan 20 Agustus 2026, 01:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gempa M 5,7 guncang NTT, warga Labuan Bajo panik keluar rumah.
  • Warga Flores waspada, banyak yang tidur di tenda karena khawatir gempa susulan.
  • BMKG: Gempa susulan M 7,7 diperkirakan berlangsung 3-4 minggu, sudah 3.055 kejadian.

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Labuan Bajo berhamburan keluar rumah akibat gempa magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (19/8/2026) pukul 23.17 WIB.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tidak berpotensi tsunami.

Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur dengan intensitas maksimum III-IV MMI.

Warga Labuan Bajo, Gecio, mengatakan guncangan gempa membuat masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

"Warga khawatir gempa ini mengakibatkan kerusakan ataupun dampak lebih besar lagi," kata Gecio saat berbincang dengan Liputan6.com, Kamis (20/8/2026).

Gecio mengungkapkan, setelah gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026), mayoritas masyarakat di Flores selalu waspada saat malam hari. Mereka khawatir kembali terjadi gempa susulan dengan magnitudo besar.

"Di kota dan pedesaan, banyak warga memilih tinggal di dalam tenda yang didirikan secara mandiri. Tenda ini digunakan untuk istirahat malam," tuturnya.

Gempa Susulan Masih Berlangsung

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan, aktivitas gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 di Flores diperkirakan masih berlangsung selama tiga hingga empat minggu sebelum berangsur mereda.

“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Faisal di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG mencatat sebanyak 3.055 gempa susulan. Gempa susulan terbesar tercatat bermagnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1. Sebanyak 88 gempa di antaranya dirasakan masyarakat.

“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6