Bacaan Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah Arab, Latin dan Arti dan Penjelasannya

Dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah menjadi topik yang banyak dibahas dalam kajian Islam kontemporer.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah menjadi topik yang banyak dibahas dalam kajian Islam kontemporer. Bayangkan, hanya dengan melafalkan beberapa kalimat pujian kepada Allah SWT, seorang Muslim bisa mendapatkan pahala yang nilainya melebihi sedekah harta benda senilai ratusan juta rupiah.

Amalan ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki keterbatasan rezeki namun berkeinginan besar meraih pahala berlimpah.

Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih dalam kitab Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW menegaskan bahwa zikir merupakan amalan yang hukumnya mustahab (dianjurkan) namun memiliki keutamaan sangat besar. Salah satu dampak positif melaksanakan sunnah zikir adalah tercapainya derajat kecintaan kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam hadits Qudsi: "Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah sehingga Aku mencintainya."

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu juga merinci berbagai keutamaan zikir, termasuk ampunan dosa dan pahala yang tidak terputus.

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menyatakan bahwa zikir bukan hanya berdampak pada pahala akhirat, tetapi juga memberikan ketenangan jiwa, mengurangi stres, dan meningkatkan kesehatan mental. Dzikir dan doa merupakan terapi psikiatrik setingkat lebih tinggi dari psikoterapi biasa.

Bacaan Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah

1. Dzikir Tahlil (Laa Ilaaha Illallah Wahdahu Laa Syariika Lah)

Teks Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Latin: Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir.

Artinya: "Tiada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nyalah segala kekuasaan dan bagi-Nyalah segala pujian. Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu."

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca 'Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir' dalam sehari sebanyak 100 kali, maka dia akan mendapatkan pahala seperti memerdekakan 10 hamba sahaya, dituliskan baginya 100 kebaikan, dihapuskan darinya 100 keburukan, dan ia akan dilindungi dari setan pada hari itu hingga petang. Tidak ada seorang pun yang bisa meraih pahala yang lebih utama dari apa yang ia raih kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak dari jumlah itu." (HR. Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)

Jika dikonversikan ke nilai rupiah, membebaskan 10 hamba sahaya setara dengan sedekah ratusan juta rupiah. Beliau menyebutkan: "Kalau saya dapat dari yayasan di Saudi 10.000 real, berarti kalau 10 sama dengan 100.000 real, sama saja dengan bersedekah 300 juta". Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah dalam kitab Tuhfatul Akhyar juga menegaskan bahwa zikir ini disyariatkan untuk dibaca 100 kali dalam sehari, dan boleh diucapkan lebih dari itu serta boleh dibaca di waktu petang.

2. Dzikir Tasbih (Subhanallah wa Bihamdih)

Teks Arab: سُبْحَانَ اللّٰهِ وَبِحَمْدِهِ

Latin: Subhaanalloohi wa bihamdih.

Artinya: "Mahasuci Allah, aku memuji-Nya."

Rasulullah bersabda: Siapa yang membaca SUBHANALLAH 100 X sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka itu lebih utama dari 100 ekor unta. ALHAMDULILAH 100 X sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka itu lebih utama dari 100 ekor kuda dan muatannya. ALLAHU AKBAR 100 X sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka itu lebih utama dari membebaskan 100 budak. LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALA KULLI SYAI’IN QADIIR 100 X sebelum matahari terbit dan sebelum terbenamnya, maka di hari kiamat nanti tidak ada seorang pun yang datang dengan amal lebih baik dari amalnya, kecuali jika orang itu juga membaca itu juga atau lebih banyak. (H.R. Al Mundziri dalam At Targhib wat Tarhib. Status: HASAN. Shahih at Targhib wat Tarhib No. 658).

Dalam kitab Keutamaan Membaca Al-Qur'an, Berdzikir, Berdo'a dan Bershalawat yang disusun oleh Imam Nawawi dan diterjemahkan oleh Abu Khodijah Ibnu Abdurrohim, disebutkan bahwa membaca Subhanallahi wa bihamdihi 100 kali sehari memiliki keutamaan yang luar biasa, termasuk diampuninya dosa-dosa.

Imam Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa siapa yang membaca Subhanallah 100 kali di pagi dan 100 kali di petang hari akan mendapatkan pahala setara dengan orang yang melaksanakan 100 kali haji.

3. Dzikir Alhamdulillah

Teks Arab: اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ

Latin: Alhamdulillaah.

Artinya: "Segala puji bagi Allah."

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mengucapkan Alhamdulillah 100 kali, sebelum terbit matahari di pagi hari dan sebelum tenggelam matahari di petang hari, pahalanya seperti orang bersedekah 100 kuda perang fii sabilillah." (HR. Tirmidzi no. 3471) Imam Tirmidzi menilai hadits ini sebagai hasan.

Membaca Alhamdulillah 100 kali tidak membutuhkan waktu lebih dari 3-4 menit, namun pahalanya setara dengan sedekah 100 kuda perang di jalan Allah. Beliau berpesan agar sebelum terbit matahari (setelah Subuh) dan sebelum tenggelam matahari (setelah Ashar), jangan tinggalkan mengucapkan Alhamdulillah 100 kali setiap hari.

Keutamaan Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah

1. Mendapatkan Pahala Seperti Memerdekakan 10 Hamba Sahaya

Keutamaan pertama dari dzikir tahlil yang dibaca 100 kali adalah mendapatkan pahala setara dengan memerdekakan 10 hamba sahaya. Dalam konteks zaman modern, nilai memerdekakan hamba sahaya ini sangat besar. Ustaz Khalid Basalamah mengkonversikannya menjadi sekitar 300 juta rupiah. Ini menunjukkan betapa besar pahala yang Allah sediakan bagi hamba-Nya yang mau meluangkan waktu beberapa menit untuk berdzikir.

2. Dituliskan 100 Kebaikan dan Dihapuskan 100 Keburukan

Setiap kali seorang Muslim membaca dzikir tahlil 100 kali, Allah mencatat 100 kebaikan untuknya dan menghapus 100 keburukan dari catatan amalnya. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang luar biasa, di mana amalan ringan namun dapat menjadi penyeimbang timbangan amal di hari kiamat.

3. Mendapatkan Perlindungan dari Setan Sepanjang Hari

Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca dzikir tahlil 100 kali di pagi hari, maka ia akan dilindungi dari gangguan setan hingga sore hari. Perlindungan ini mencakup perlindungan dari bisikan setan, godaan untuk berbuat maksiat, serta berbagai gangguan yang dapat merusak keimanan.

4. Diampuninya Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Keutamaan khusus dari dzikir Subhanallahi wa bihamdihi yang dibaca 100 kali adalah diampuninya dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan. Ini adalah janji langsung dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Buih di lautan adalah metafora untuk dosa yang sangat banyak dan tak terhitung, namun Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

5. Pahala Sedekah 100 Kuda Perang di Jalan Allah

Dzikir Alhamdulillah yang dibaca 100 kali pada pagi dan petang hari memiliki keutamaan setara dengan bersedekah 100 kuda perang di jalan Allah (fii sabilillah). Ini adalah keutamaan yang sangat besar, mengingat kuda perang pada zaman Nabi SAW merupakan aset berharga dan simbol kekuatan. Di era modern, nilai ini dapat dikonversikan menjadi sedekah yang nilainya tidak terhitung.

6. Menjadi Tameng dari Api Neraka

Dalam kitab Al-Baqiyat ash-Shalihat, disebutkan bahwa kalimat-kalimat dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir merupakan "tameng" yang melindungi seorang hamba dari api neraka. Dzikir tahlil 100 kali menjadikannya sebagai hirzan minan naar (perlindungan dari api neraka) pada hari itu hingga sore tiba.

7. Ditanamkan Pohon Kurma di Surga

Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang membaca satu kalimat tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (Laa ilaha illallah), atau takbir (Allahu Akbar), maka baginya satu pohon kurma di surga." (HR. Tirmidzi). Bayangkan, setiap kali seorang Muslim berdzikir, Allah menanamkan pohon kurma di surga untuknya. Ini adalah investasi akhirat yang tidak akan pernah rugi.

8. Dzikir adalah Sedekah yang Paling Utama

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Rasulullah SAW bersabda: "Ma min shadaqatin afdhalu min dzikrillaah" (Tidak ada sedekah yang lebih utama daripada berdzikir kepada Allah). Ini menunjukkan bahwa dzikir memiliki kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam, bahkan melebihi sedekah harta benda.

Waktu Terbaik Dzikir yang Setara dengan Sedekah Ratusan Juta Rupiah

1. Waktu Pagi (Setelah Shalat Subuh hingga Terbit Matahari)

Waktu terbaik pertama untuk membaca dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah adalah pada pagi hari, yaitu setelah shalat Subuh hingga terbitnya matahari. Syekh Ali Jaber berpesan agar sebelum terbit matahari, jangan tinggalkan mengucapkan Alhamdulillah 100 kali. Ustadz Ahmad Sarwat dalam buku Al-Adzkar juga menjelaskan anjuran berdzikir kepada Allah setelah sholat Subuh.

2. Waktu Petang (Setelah Shalat Ashar hingga Terbenam Matahari)

Waktu terbaik kedua adalah pada petang hari, yaitu setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari. Dalam kajian hadis dan fikih ibadah, dzikir petang dibaca setelah Ashar hingga menjelang Maghrib. Syekh Ali Jaber menambahkan bahwa setelah Ashar sebelum Maghrib, jangan tinggalkan mengucapkan Alhamdulillah 100 kali setiap hari.

3. Kapan Saja Sepanjang Hari

Menurut fatwa Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah, zikir tahlil 100 kali boleh dibaca di waktu mana saja, meskipun ia mengucapkannya di waktu duha, zuhur, asar, maupun di malam hari, semuanya baik. Bahkan jika dibaca ribuan kali, semua itu juga merupakan kebaikan. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Jumuah ayat 10: "Dan berzikirlah kepada Allah sebanyak-banyaknya."

4. Setelah Shalat Fardhu

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Sholat Fardhu menjelaskan bahwa berdzikir setelah shalat fardhu memiliki keutamaan tersendiri, termasuk membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali. Ini juga merupakan waktu yang baik untuk membaca dzikir-dzikir yang memiliki keutamaan besar.

 

Pertanyaan Seputar Bacaan Dzikir

1. Apa bacaan dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah?

Bacaan dzikir yang setara dengan sedekah ratusan juta rupiah adalah dzikir tahlil: Laa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir yang dibaca 100 kali dalam sehari. Selain itu, dzikir Subhanallahi wa bihamdihi 100 kali dan Alhamdulillah 100 kali juga memiliki keutamaan setara dengan sedekah yang sangat besar.

2. Berapa kali dzikir harus dibaca untuk mendapatkan pahala tersebut?

Dzikir-dzikir tersebut dibaca sebanyak 100 kali dalam sehari. Waktu terbaiknya adalah pada pagi dan petang hari, atau bisa juga dibaca setelah shalat fardhu. Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa zikir ini boleh dibaca di waktu mana saja, bahkan boleh lebih dari 100 kali.

3. Apakah dzikir ini harus dilakukan setiap hari?

Ya, untuk mendapatkan keutamaan yang disebutkan dalam hadits, dzikir ini sebaiknya dilakukan setiap hari secara istiqomah. Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menekankan pentingnya konsistensi dalam berzikir.

4. Apakah pahala dzikir ini hanya untuk orang kaya saja?

Tidak. Justru dzikir adalah amalan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik kaya maupun miskin. Bagi yang memiliki keterbatasan harta, dzikir menjadi kesempatan untuk mendapatkan pahala sedekah yang sangat besar tanpa harus mengeluarkan uang. Sebagaimana disebutkan dalam buku Sedekah Mahabisnis dengan Allah tulisan Amirullah Syarbini, jika merasa tidak memiliki harta atau ilmu yang cukup untuk bersedekah, berdzikir adalah pilihan yang sangat mudah dilakukan kapan saja dan di mana saja.

5. Siapa ulama yang menjelaskan tentang dzikir setara sedekah ratusan juta ini?

Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya menjelaskan konversi pahala dzikir tahlil 100 kali dengan nilai sedekah ratusan juta rupiah. Syekh Ali Jaber juga menjelaskan tentang dzikir Alhamdulillah 100 kali yang setara dengan sedekah 100 kuda perang. Selain itu, Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits-hadits tentang keutamaan dzikir ini dalam kitab shahih mereka. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Al-Wabil ash-Shaib juga membahas keutamaan dzikir secara mendalam. Syekh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dalam kitab Tuhfatul Akhyar memberikan fatwa tentang kebolehan membaca zikir ini lebih dari 100 kali dan di waktu manapun.