Densus 88 Geledah Rumah di Bandung, Sita Handphone hingga Cairan

Densus 88 menggeledah kontrakan di Antapani, Bandung. Disita buku, flashdisk, dan botol cairan. Keterangan rinci dijanjikan Minggu (4/10) malam.

Diterbitkan 03 Oktober 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Densus 88 geledah kontrakan di Bandung terkait terorisme pada 2 Oktober 2026.
  • Disita buku, flashdisk, ponsel, dan cairan; terduga ditangkap di lokasi lain.
  • Ketua RT mendampingi, terduga baru sebulan tinggal dan tidak melapor.

Liputan6.com, Jakarta - Densus 88 menggeledah sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, pada Jumat (2/10/2026) terkait tindak pidana terorisme. Penggeledahan dilakukan di kawasan padat penduduk.

Usai penggeledahan itu, tidak terlihat aktivitas dari dalam kontrakan. Di bagian depan rumah hanya tampak tumpukan sandal pada rak yang berada dekat pintu.

Ketua RT 6 setempat, Agus, membenarkan penggeledahan tersebut dan menyebut dirinya ikut mendampingi petugas saat memasuki kontrakan.

"Saya juga kaget ya. Soalnya yang saya kira ada penggerebekan narkoba atau gimana gitu kan. Cuma setelah itu banyak anggota yang dari Densus, ada Inafis, pokoknya saya juga kaget," kata Agus saat ditemui pada Sabtu (3/10/2026).

Kesaksian Warga

Agus melihat kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa buku, flashdisk, kartu, telepon genggam, serta beberapa botol berisi cairan. Ia menyebut tidak melihat ada senjata maupun bahan peledak yang diamankan.

"Kalau yang saya lihat itu ya kayak flashdisk, kayak kartu-kartu gitu lah, handphone, terus ada sejenis apa di botol kayak cairan-cairan gitu," ujar dia.

Menurut Agus, pria terduga teroris yang menempati kontrakan tersebut telah ditangkap di lokasi lain. Saat rumah digeledah, di dalam hanya ada istri dan anaknya. Keluarga ini baru menyewa kontrakan itu sejak sekitar satu bulan lalu.

"Tinggal di sana sama istri dan anaknya," ucap dia.

Ia menambahkan tidak mengetahui identitas terduga karena yang bersangkutan tidak pernah melapor ke lingkungan. Agus mengaku sempat dua kali berpapasan, namun tidak pernah bertegur sapa.

"Kalau saya lewat enggak mau lihat lagi ke saya gitu. Kayak yang menghindar gitu," kata dia.

Juru Bicara Densus 88 Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menyampaikan keterangan rinci terkait penggeledahan belum dapat disampaikan saat ini. Informasi lebih lanjut dijanjikan pada Minggu (4/10/2026) malam.

"Insyaallah besok malam diinfokan ya," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6