Update Pencarian Korban KM Virgo: 188 Ditemukan, 55 Masih Hilang

Korban terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dalam pencarian.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 00:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 188 korban KM Virgo Transport 8 dievakuasi: 108 selamat, 80 meninggal.
  • 55 korban KM Virgo Transport 8 masih dicari dari 243 manifes.
  • Operasi SAR fokus reassessment korban hilang, area pencarian meluas.

Liputan6.com, Jakarta - Basarnas menyatakan sebanyak 188 korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 telah berhasil dievakuasi tim gabungan hingga hari ke-21 operasi pencarian dan pertolongan (SAR), Sabtu (3/10/2026). Korban terdiri atas 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia, sementara 55 korban lainnya masih dalam pencarian.

“Masih ada 55 korban yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8," kata Kepala Basarnas Mohammad Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-21 kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (3/10202) malam.

Setelah evaluasi, kata dia, operasi kini diarahkan pada lokasi, kemungkinan jalur hanyut, area permukaan, serta wilayah pesisir yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.

“Fokus operasi pada saat ini bukan lagi pada jumlah kekuatan yang dikerahkan, tetapi bagaimana dapat melakukan reassessment terhadap 55 korban yang masih dalam pencarian,” ujar Syafii dikutip Antara.

Dia menjelaskan evaluasi perkembangan operasi SAR difokuskan pada empat hal utama, yaitu perkembangan korban dan capaian operasi, penyelaman dan risiko keselamatan, serta rekomendasi strategi operasi selanjutnya, seiring pencarian memasuki tahap yang semakin kompleks,” kata dia.

Dia menyebut lokasi awal kejadian di Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) berada pada koordinat 4°31’ Lintang Selatan dan 114°2’ Bujur Timur, atau kurang lebih 81 mil laut dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

“Perkembangan saat ini menunjukkan bahwa operasi telah memasuki tahap yang semakin kompleks karena area pencarian semakin luas dan metode pencarian harus disesuaikan dengan kondisi tim di lapangan,” kata Syafii.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6