Rencana Nikah Tenggelam Bersama KM Virgo: Kisah Pilu Adam Pulang Dalam Peti Jenazah

Muhammad Adam Assegaf pemuda asal Kudus menjadi salah satu korban meninggal dunia dalam tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Diterbitkan 29 September 2026, 17:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kudus - Suasana duka menyelimuti rumah Muhammad Adam Assegaf, salah satu korban KM Virgo Transport 8, di Desa Demangan, Kudus Jawa Tengah, Selasa (29/9/2026). Peti jenazah pemuda berusia 19 tahun itu tiba sekitar pukul 09.10 WIB, setelah diterbangkan dari Banjarmasin menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Dari Semarang, peti jenazah yang dibungkus plastik berwarna biru kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Kudus.

Tangis keluarga pecah, ketika peti diturunkan dari ambulans. Ibunda dan calon istri Adam tak kuasa menahan haru, saat jenazah dibawa masuk ke rumah.

Adam merupakan salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang berhasil diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI).

Dalam daftar identifikasi, jenazah PM 047 dinyatakan identik dengan AM 077/AM 044 Jateng/AM 029 JT atas nama Muhammad Adam Assegaf, laki-laki, 19 tahun, asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sekunder berupa ciri medis dan properti.

Bagi keluarga korban, kepastian tersebut sekaligus mengakhiri penantian sejak kapal yang ditumpangi Adam mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026).

"Senang campur sedih. Kami berharap Yusuf juga secepatnya ditemukan, supaya bisa melihat dan memastikan kakak saya," ujar Muhammad Rifa’i, kakak kandung Adam.

Harapan itu mengarah kepada Yusuf Fahrizal, kakak Adam yang juga berada di dalam kapal dan tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8. Hingga kini, jadas Yusuf belum teridentifikasi.

Rifa’i mengaku bahwa sebelum kecelakaan, tidak ada firasat khusus yang dirasakan keluarga. Adam dan Yusuf hanya berpamitan untuk bekerja seperti biasa.

"Tidak ada firasat sama sekali. Pamitnya hanya kerja," kata Rifai.

Kedua bersaudara itu meninggalkan Kudus pada Jumat (11/9/2026). Adam bekerja sebagai kernet ekspedisi dan Yusuf menjadi sopir truk ekspedisi. Sehari setelah keberangkatan, Yusuf masih sempat melakukan video call dengan keluarga.

Namun, komunikasi tersebut menjadi kontak terakhir. Pada Minggu (13/9/2026), komunikasi dengan keduanya terputus setelah KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan.

Sejak saat itu, keluarga terus menunggu kabar. Rifa’i bahkan sempat berada di Banjarmasin selama sekitar 10 hari. Ia mengikuti proses pencarian korban dan memberikan sampel kepada tim DVI sebagai bagian dari proses identifikasi.

Di tengah perjalanan hidup yang mendadak terhenti, Adam sebenarnya tengah menata masa depan. Pemuda tersebut diketahui sedang mempersiapkan pernikahan dengan perempuan bernama Risma.

Rifa’i menuturkan, Adam baru saja melakukan ikatan dengan kekasihnya dan berencana menikah pada tahun depan.

"Kalau menikah belum tahu tepatnya, tapi insyaallah tahun depan. Baru saja melakukan ikatan," ungkapnya.

Kini, rencana itu tinggal kenangan. Adam akan dimakamkan di Pemakaman Ploso, Kudus, pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazah akan dimakamkan di samping makam ayahnya, di kawasan yang menjadi tempat tinggal keluarga besar.

 

Menantikan Yusuf

Sementara itu, keluarga masih harus menjalani penantian lain. Yusuf, yang telah berkeluarga dan memiliki empat anak, hingga kini belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya.

Keluarga Adam dan Yusuf juga mengaku belum memperoleh informasi mengenai santunan dari pihak pengelola kapal.

"Belum ada pemberitahuan mengenai (santunan) itu. Untuk saat ini hanya informasi bahwa jenazah adik saya sudah diterbangkan ke sini," jelas Rifa’i.

Selain Adam, korban asal Kudus lainnya, Riski Ananta Agusena, juga telah teridentifikasi. Riski tercatat sebagai jenazah PM 029 yang dinyatakan identik dengan AM 040 JT. Korban berjenis kelamin laki-laki, berusia 23 tahun dan tercatat sebagai warga Kudus.

Hari itu, keluarga Adam bersiap mengantarkan jenazah ke peristirahatan terakhir. Satu kepastian telah mereka dapatkan, tetapi satu penantian masih terus berjalan: menemukan Yusuf Fahrizal dan membawa pulang kakak Adam kepada keluarganya.