Liputan6.com, Jakarta - Berdasarkan survei emas mingguan Kitco terbaru menunjukkan investor optimistis terhadap harga emas pekan ini. Hal ini setelah harga emas kembali mencapai US$ 4.100 menjelang libur panjang Hari Kemerdekaan. Pengamat menilai, sejumlah sentimen akan topang harga emas, termasuk dolar AS yang berpotensi melemah.
Mengutip Kitco, Selasa (6/7/2026), pekan lalu, 16 analis berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Mayoritas responden di wall street memprediksi harga emas naik pekan ini. Prediksi itu seiring harga emas mengakhiri penurunan selama empat minggu berturut-turut pekan lalu.
Sekitar 11 analis atau 69% memprediksi harga emas naik pekan ini. Sementara itu, dua analis atau yang mewakili 13% memprediksi harga emas turun. Tiga analis lainnya, atau 19% memperkirakan logam mulia akan mendatar.
Advertisement
Sementara itu, 183 suara diberikan dalam jajak pendapat daring kitcoin. Investor Main Street juga optimistis terhadap harga emas pekan ini. 99 pelaku pasar ritel atau 54% memperkirakan harga emas akan naik pekan ini. Sedangkan, 45 lainnya atau 25% memprediksi logam mulia itu akan turun. 39 investor lainnya, yang mewakili 21% dari total respondens prediksi terjadi konsolidasi harga emas pekan ini.
Chief Market Strategis SIA Wealth Management, Colin Cieszynski optimisis terhadap emas untuk pekan ini.
Ia mengatakan, emas telah mengalami tren penurunan selama tiga bulan terakhir, tetapi tampaknya mulai stabil.
“Meskipun meredanya ketegangan di teluk tetap menjadi hambatan bagi logam mulia, dalam jangka pendek, meredanya kekhawatiran tentang potensi kenaikan suku bunga AS, di antara penurunan harga energi dan angka ketenagakerjaan AS yang lemah pekan ini, telah membuka jalan bagi dolar AS untuk terkoreksi, dan emas berpotensi mengalami kenaikan jangka pendek,” kata dia.
Sentimen Harga Emas Sepekan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723186/original/087016300_1705921832-fotor-ai-2024012218923.jpg)
Hal senada diprediksi Presiden of Adrian Day Asset Management, Adrian Day. Ia menuturkan, harga emas akan naik. Adrian mengatakan, laporan ekonomi Amerika Serikat (AS) terbaru, harga minyak yang lebih rendah setelah gencatan senjata sementara di Iran, dan beberapa komentari dari ketua the Federal Reserve (the Fed) semuanya telah meredam harapan kenaikan suku bunga. “Sementara itu, bank sentral, dan Tether terus membeli.
Presiden dan COO Asste Strategies International, Rich Checkan menuturkan, harga emas yang memantul dari level resistance psikologis di US$ 4.000, emas siap bergerak lebih tinggi. “Pelaku pasar, dan investor melihat level tersebut sebagai titik masuk yang menaik, dan saya memperkirakan mereka akan memanfaatkannya,” tutur dia.
Presiden Phoenix Futures and Options, Kevin Grady mengatakan, kepada Kitco News, lonjakan harga emas setelah rilis data penggajian bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Grady menuturkan, kombinasi pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan pada Juni, dan revisi penurunan yang besar pada laporan sebelumnya memaksa pelaku pasar menyesuaiakan harapan kenaikan suku bunga.
Advertisement
Prediksi Gerak Harga Emas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
Ia menunjuk pada prediksi Bank of America mengenai potensi kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir 2026 sebagai prospek sangat pesimistis. Ia menuturkan, laporan ketenagakerjaan yang relatif lemah lainnya akan cukup untuk meniadakan kemungkinan kenaikan suku bunga pada 2026.
Grady menambahkan, pergerakan harga emas yang melonjak terlihat setelah rilis data penganggajian, dan volume harian pada kontrak emas Comex bulan depan baru menembus 100.000.
Ia memprediksi, harga emas akan turun dalam waktu dekat. Ia memperkirakan, harga emas berada di level support US$ 4.000 dan US$ 3.900. Namun, ia memprediksi, pembeli akan masuk di emas di kisaran US$ 3.750 per ons.
Sementara itu, Direktur Pelaksana Bannockburn Global Forex, Marc Chandler menuturkan, emas telah membentuk titik stabil dalam beberapa hari terakhir di US$ 3.943-US$ 3.960. Ia mengatakan, setelah pertumbuhan lapangan kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan, logam mulia akan naik ke US$ 4.140 berdasarkan harga spot.
“Indikator momentum siap untuk berbalik naik. Saya menduga dalam beberapa minggu mendatang, ada potensi menuju US$ 4.260,” tutur dia.
Data Ekonomi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723185/original/051536300_1705921815-fotor-ai-2024012218929.jpg)
Pada pekan ini, kalender berita ekonomi termasuk paling sedikit. Pada Senin aka nada rilis data PMI Jasa ISM untuk Juni. Pelaku pasar mencari konfirmasi dari laporan penganggajian dalam data sektor jasa.
Kemudian pada Selasa pekan ini, Bank Sentral Selandia Baru akan merilis kebijakan moneternya.
Rabo sore bakal ada rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Juni. Pada Kamis pagi waktu setelah ada rilis klaim pengangguran mingguan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3835760/original/050425800_1640739830-IMG-20211228-WA0174.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869224/original/026288600_1782930974-ko8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288050/original/077739700_1783289115-000_B9BX7KA-Haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288049/original/011271500_1783288749-000_B9BX29C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8869225/original/041971000_1782930974-ko9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258343/original/056341300_1781336647-063_2281311201.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287245/original/018106300_1783200103-ma8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4723189/original/060727400_1705921940-fotor-ai-20240122181141.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172726/original/046657700_1594117380-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013695/original/083702900_1651632388-000_329D9V2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5013198/original/024167400_1732073224-tips-investasi-saham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4805342/original/023824600_1713432003-20240418-Kenaikan_Harga_Emas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3532289/original/028365400_1628161488-20210805-Harga-emas-alami-penurunan-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4013693/original/013633000_1651632346-000_329D9VG.jpg)