Metro Teheran Catat 7 Juta Perjalanan saat Pemakaman Ali Khamenei

Metro menjadi tumpuan utama menuju pusat Teheran saat pelayat pemakaman Ali Khamenei terus berdatangan.

Diterbitkan 06 Juli 2026, 08:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Jaringan kereta bawah tanah (metro) Teheran melayani lebih dari tujuh juta perjalanan penumpang sejak Sabtu (4/7/2026) pukul 17.30 hingga Minggu (5/7) pukul 07.00. Demikian menurut data resmi yang dikutip kantor berita Iran Tasnim.

Jumlah penumpang melonjak tajam seiring berkumpulnya massa dalam jumlah besar untuk menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei beserta anggota keluarganya di Imam Khomeini Musalla. 

Menurut Tasnim, penyelenggara mengimbau para peserta menggunakan metro untuk menuju lokasi acara, sementara otoritas berupaya mengurai kemacetan parah di sekitar pusat Teheran.

Lonjakan penggunaan transportasi publik tersebut menunjukkan besarnya jumlah pelayat yang menghadiri rangkaian pemakaman, yang menarik perhatian penjuru dunia.

Kepadatan luar biasa tidak hanya berpusat di stasiun-stasiun metro, tetapi juga meluber hingga ke jalan-jalan protokol yang menuju ke arah Imam Khomeini Grand Mosalla. Guna mengantisipasi penumpukan massa yang berisiko memicu insiden fatal, panitia penyelenggara dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mendirikan ribuan posko logistik darurat di sepanjang rute untuk membagikan air minum dan makanan secara gratis bagi jutaan pelayat.

Besarnya gelombang pelayat yang memadati Teheran turut memicu lonjakan kasus kedaruratan medis akibat kelelahan dan dehidrasi. Organisasi Manajemen Darurat Teheran melaporkan bahwa tim medis di lapangan telah memberikan lebih dari 20.000 layanan kesehatan langsung di sekitar area Mosalla. Bahkan, karena lalu lintas permukaan lumpuh total oleh lautan manusia, petugas medis untuk pertama kalinya harus mengevakuasi sejumlah pasien darurat melalui jalur metro demi menembus barikade massa menuju rumah sakit rujukan.

Aksi penghormatan terakhir di Teheran ini dijaga dengan status siaga militer tertinggi. Otoritas penerbangan Iran menutup total ruang udara di atas ibu kota Teheran selama prosesi salat jenazah akbar berlangsung guna mengantisipasi potensi ancaman keamanan.

Pengamanan berlapis di darat juga diperketat seiring hadirnya delegasi diplomatik dan tokoh penting dari lebih 90 negara sekutu serta kelompok perlawanan regional.

Setelah seluruh rangkaian penghormatan publik dan salat jenazah akbar di Teheran selesai, peti jenazah Ali Khamenei dan keluarganya dijadwalkan langsung diberangkatkan menuju kota suci Qom untuk memulai rute prosesi estafet berikutnya, sebelum akhirnya dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli 2026.