Pejabat Iran: Mojtaba Khamenei Kemungkinan Absen di Pemakaman Ali Khamenei

Rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei dari tanggal 3 sampai 9 Juli 2026 berlangsung di tengah ketegangan yang masih membayangi kawasan.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Teheran - Peluang Mojtaba Khamenei tampil di hadapan publik dalam prosesi pemakaman ayahnya, mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, diperkirakan sangat kecil. Alasannya, jaminan keselamatannya.

Hal itu disampaikan Perwakilan Pemimpin Tertinggi Iran untuk India Ayatullah Hakim Elahi dalam wawancara eksklusif dengan India Today.

Sebelum bertolak ke Teheran dari Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, Elahi menyatakan keputusan tersebut murni didasari pertimbangan keamanan. 

"Saya berada di Iran pekan lalu dan bertemu beberapa teman yang sempat bertemu dengannya. Mereka mengatakan dia ingin keluar. Dia ingin bertemu masyarakat. Namun, pihak keamanan tidak mengizinkannya," kata Elahi seperti dilaporkan India Today, Kamis (2/7).

"Menurut mereka, pihak keamanan menganggap situasinya terlalu berbahaya sehingga tidak dapat menjamin keselamatannya. Karena itu, saya rasa dia tidak akan tampil di hadapan publik." 

Elahi menuturkan suasana duka masih menyelimuti Iran sejak wafatnya Ali Khamenei. Menurutnya, banyak pendukung menganggap kepergian Ali Khamenei sebagai kehilangan yang tak tergantikan.

"Ini adalah kehilangan yang sangat, sangat besar bagi mereka. Mereka merasa telah kehilangan semangat dan jiwa mereka. Mereka percaya tidak ada yang bisa menggantikannya," ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat dari berbagai wilayah di Iran maupun dari luar negeri terus berdatangan untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman sekaligus menyampaikan penghormatan kepada mendiang pemimpin tersebut.

"Mereka datang untuk menunjukkan solidaritas dan mengatakan bahwa kami bersama Anda, kami tidak akan pernah melupakan Anda, dan kami akan mengikuti jalan yang telah Anda tempuh," katanya.

Menanggapi ancaman Israel untuk kembali melancarkan aksi militer, Elahi menilai konflik dengan Israel justru membuat posisi Iran semakin kuat.

"Banyak negara memuji Iran dan mengatakan Iran memenangkan perang. Iran hingga kini tetap sangat kuat dan siap untuk terus bertahan," ujarnya.

Pemerintah India mengutus delegasi tingkat tinggi yang dipimpin oleh Gubernur Negara Bagian Bihar, Syed Ata Hasnain, dan Wakil Menteri Luar Negeri, Pabitra Margherita, bersama tokoh politik senior lintas partai seperti Salman Khurshid dan Mehbooba Mufti, serta delegasi tokoh agama lintas iman untuk menghadiri rangkaian pemakaman Ali Khamenei.

Penunjukan Syed Ata Hasnain—seorang mantan Letnan Jenderal Angkatan Darat sekaligus pejabat syiah dengan posisi tertinggi di India—membawa pesan diplomatik dan kultural yang kuat, sementara Perdana Menteri Narendra Modi absen karena harus menjalani agenda kunjungan kerja internasional ke Indonesia, Australia, dan Selandia Baru yang sudah dijadwalkan sebelumnya.