Warga Prancis Berebut AC Portabel Diskon di Tengah Gelombang Panas

Antrean panjang terjadi di sejumlah gerai di tengah tingginya permintaan AC portabel.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 08:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Paris - Kerumunan memadati sebuah supermarket di Nanterre, pinggiran Paris, pada Kamis (2/7/2026), saat warga berbondong-bondong memburu pendingin udara (AC) portabel yang dijual dengan harga diskon di tengah gelombang panas yang melanda Prancis.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan para pembeli berdesakan di pintu masuk sebelum berlari memasuki toko begitu pintu dibuka. Permintaan terhadap perangkat pendingin melonjak setelah beberapa hari terakhir suhu di berbagai wilayah Prancis berada pada level yang sangat tinggi.

Anggota parlemen Prancis, Karl Olive, seperti dilaporkan Anadolu mengatakan kejadian serupa terjadi di sejumlah gerai lain. Menurutnya, sebagian pelanggan bahkan sudah mengantre sejak pukul 06.00 waktu setempat, padahal toko baru dibuka pada pukul 08.30.

Olive menuturkan jaringan ritel tersebut menggelar promosi nasional dengan menyediakan hampir 200.000 perangkat pendingin, termasuk AC portabel.

Namun, ia mengungkapkan beberapa gerai, termasuk di Chambourcy, ternyata tidak memiliki stok AC portabel saat para pelanggan mulai memasuki toko.

"Kekecewaannya sangat besar. Tidak ada AC yang tersedia, hanya kipas angin," tulis Olive di platform media sosial X.

"Tidak ada yang mempersoalkan jika sebuah produk laris manis hingga stoknya habis. Yang jauh lebih sulit diterima adalah tidak adanya informasi yang jelas mengenai stok yang benar-benar tersedia di setiap toko."

Menurut Olive, banyak pelanggan telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre, tetapi akhirnya pulang dengan tangan kosong. Ia juga mengutip ketentuan dalam undang-undang perlindungan konsumen Prancis yang melarang pelaku usaha memberikan informasi yang menyesatkan terkait ketersediaan produk.

Sejumlah media Prancis menggambarkan situasi serupa di berbagai daerah sebagai "kekacauan", seiring melonjaknya permintaan terhadap perangkat pendingin akibat suhu udara yang terus meningkat.

Le Parisien melaporkan, keributan sempat terjadi di sebuah toko di Saint-Germain-en-Laye ketika para pelanggan berebut kipas angin terakhir yang masih tersisa. Polisi pun turun tangan untuk meredam situasi.

Sementara itu, saksi mata di gerai lain di Aubervilliers mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa sejumlah pembeli memaksa membuka pintu toko sebelum jam operasional dan saling dorong demi menjadi orang pertama yang mendapatkan perangkat pendingin.

Prancis telah dilanda suhu ekstrem selama beberapa hari terakhir. Di banyak wilayah, suhu udara menembus 35 derajat Celsius, sehingga memicu lonjakan permintaan terhadap berbagai perangkat pendingin.Â