Menantu Trump: Rekonstruksi Gaza Bergantung pada Pelucutan Senjata Hamas

Saat menantu Trump mendesak Hamas menyerahkan senjata mereka, pelanggaran Israel di Gaza terus berlanjut.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Utusan Amerika Serikat (AS) Jared Kushner menegaskan pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan mengizinkan pembangunan kembali Jalur Gaza yang porak-poranda sebelum Hamas menyerahkan senjatanya.

Kushner, yang juga menantu Trump, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin (17/8/2026). Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan terobosan untuk merealisasikan peta jalan terkait Gaza yang sebelumnya telah disepakati Hamas.

"Kami memiliki rencana untuk membangun kembali Gaza, tetapi kami tidak akan mengizinkan pembangunan kembali dilakukan sebelum demiliterisasi terlaksana," kata Kushner dalam wawancara dengan Fox News.

"Tidak ada yang ingin kembali mengucurkan uang ke tempat yang sudah sekian lama dilanda konflik jika nantinya kembali dikuasai teroris atau dihancurkan lagi."

Hamas sebelumnya sepakat melucuti senjatanya sebagai bagian dari proses yang didukung AS. Namun, kesepakatan itu juga mencakup penarikan pasukan Israel dan penghentian serangan mematikan di wilayah Palestina tersebut.

Dan Israel menolak proposal itu pada awal bulan ini. Israel menyatakan tidak akan memberikan konsesi apa pun sebelum Gaza sepenuhnya didemiliterisasi.

Dalam wawancara dengan Fox News, Kushner—yang keluarganya memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan Netanyahu—mengambil posisi yang sejalan dengan Israel dengan menekankan bahwa Hamas harus dilucuti sepenuhnya sebelum pasukan Israel ditarik.

"Kami juga tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri jika ada ancaman yang sifatnya segera," sebut Kushner. "Karena itu, kami harus memperjelas apa yang dimaksud dengan hal tersebut."

Israel nyaris setiap hari melancarkan serangan ke Gaza. Sedikitnya 1.265 orang di wilayah itu tewas sejak gencatan senjata mulai berlaku tahun lalu.

Secara keseluruhan, perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan 73.399 warga Palestina sejak Oktober 2023.

Sebelumnya pada Senin, Trump menyerukan agar serangan Israel dihentikan.

"Israel seharusnya tidak menyerang Gaza. Hamas telah sepakat untuk meletakkan senjatanya," ujar Trump.

 

Membela Israel, Meragukan Hamas

Selama tiga tahun terakhir, AS telah memberikan bantuan militer sekitar US$ 25 miliar  kepada Israel dan membela pemerintahan Netanyahu di berbagai forum internasional. Washington juga menjatuhkan sanksi terhadap pejabat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang menyelidiki kekejaman di Gaza.

Kushner dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa kesepakatan mengenai Gaza akan menguntungkan Israel.

"Bagi Israel, kami melihat ini sebagai situasi yang sama-sama menguntungkan. Jika Hamas benar-benar secara sukarela menyerahkan senjata dan jaringan terowongannya dalam 60 hingga 90 hari ke depan, itu tentu akan menghilangkan ancaman keamanan yang sangat besar bagi Israel. Pencapaian seperti ini sebelumnya hampir tidak terbayangkan," terangnya.

"Jika mereka sekarang tidak memenuhi komitmen tersebut, semua orang akan melihat bahwa mereka tidak sungguh-sungguh menginginkan perdamaian. Setelah itu, Israel akan mendapat dukungan yang jauh lebih besar dari AS dan pihak lain untuk menuntaskan persoalan tersebut dengan cara yang dianggap tepat."

Kushner pada Minggu (16/8) menggelar pertemuan yang jarang terjadi dengan para pejabat Hamas di tengah upaya AS untuk mengakhiri konflik.

Utusan AS itu mengatakan pembicaraan tersebut berlangsung "sangat bersahabat", tetapi Washington akan menilai Hamas berdasarkan tindakan mereka.

"Mereka mengatakan semua hal yang tepat, tetapi tentu saja sangat, sangat sulit memercayai organisasi teroris yang telah melakukan kekejaman mengerikan tersebut," kata Kushner.